
Rumah sebesar itu jarang sekali terasa hangat, seperti pagi ini
persiapan penyambutan sedang disiapkan oleh beberapa pelayan berseragam
para pengawal berjas hitam juga tak kalah sibuk nya, mereka memeriksa keamanan setiap sudut ruangan di istana itu
terlihat beberapa orang sibuk mondar mandir dengan ponsel nya..kadang dia juga berbicara dengan walky talky nya
begitu banyak makanan disajikan diatas meja makan yang super besar itu
terlihat Nyonya rumah itu mengambil sebuah paket dari sang pengawal nya
lalu dia menuju kedapur dan membuka paket itu
"Tolong sajikan ketika Tuan datang" Nyonya itu memberikan bungkusan teh hijau kegemaran sang suami nya
Sang Tuan rumah segera datang dari Singapore...setelah beberapa bulan dia berbisnis disana
oleh karena itu sang Nyonya rumah pun seolah sibuk mempersiapkan kedatangannya
Egy memilih beberapa kemeja dilemari nya, Yuna datang membawakan teh yang dipesan majikan nya
"Yuna...menurutmu...aku harus pakai yang mana??"
Egy meminta pendapat Yuna tanpa menoleh sedikitpun, dia terlihat fokus memilih kemeja
Yuna mendekati nya, dia menatap sederetan kemaja yang tergantung disana
"Yang ini...yang ini atau yang ini???" Ucap Egy sambil menempel nempelkan beberapa kemeja di badan nya
Astaga...kenapa semua nya terlihat keren untuk dia kenakan?
Yuna menghela nafas.."Yang ini saja..menurut ku Pak Egy cocok memakai nya.."
Tunjuk nya pada salah satu kemeja itu
"Malam ini...katanya ayah ku akan datang, aku penasaran sekali..,sejak kecelakaan itu aku tak pernah sama sekali berbicara dengan nya..bahkan mungkin dia tak tau kondisi ku saat ini..."
Mungkin keluarga nya akan membicarakan tentang dia dan Fania..,Yuna tertunduk seolah ada beberapa perasaan kecewa dihati nya
"Oh...,kalau begitu kenakan yang putih saja...akan terlihat lebih sopan.." Ucap Yuna
Tiba tiba ponsel nya berdering dia mengambilnya dari saku celemek nya..
'Burung Hantu'
Egy mengintip nya...Astaga .siapa lagi itu?, kenapa perempuan aneh ini gemar sekali membuat julukan untuk kontak ponselnya...?
Egy menghela nafas kesal..
"Permisi...pak Egy," Ucap Yuna sambil berlalu
Egy menatap nya hingga hilang dari depan pintu
__ADS_1
Namun kenapa berjuta rasa penasaran itu seolah mengepung hati nya
Egy menghempaskan kemeja nya
dia mengikuti langkah assisten nya
"Mungkin ..malam saja, majikan ku akan keluar malam hari,dia ada acara dengan keluarga nya..."
"Oh..begitu rupanya, tapi aku harap kita tidak duduk di mini market itu lagi" Goda sang penelpon
Yuna tertawa kecil
mendengar itu Egy sedikit kesal...Dia bahkan bisa tertawa dengan orang yang menelpon nya, terdengar sangat akrab sekali
Egy makin mendekat
"Tidak...kau boleh menentukan tempat nya.."
Yuna menutup ponsel nya, dia lalu berbalik..hendak membereskan kemeja kemeja yang berantakan di kamar majikan nya
BRUKKKK!!!
Kedua nya terjatuh
"Pak Egy, sedang apa??"
"Oh..itu, aku kebetulan lewat..kau menghalangi jalan ku..." ucap Egy salah tingkah
Yuna mengusap Dada nya, melihat tingkah majikan nya yang super aneh
"Pak Egy, sudah selesai memilih nya??"
"Itu...ya, aku sudah selesai..."
Egy berlalu pergi ka dapur mengambil minum
Tak lama Yuna selesai dengan pekerjaan nya
dia beranjak ke taman untuk menyiram tanaman
Egy menghampiri Yuna,
"Pak Egy,...aku ingin meminta izin.."
"Apa??" suasana nya terlalu berisik dengan suara siraman air dari selang
Yuna mendekati Egy, "Aku..mau minta izin"
"Kemana??"
"Aku ada janji dengan seorang teman.."
Egy terlihat penasaran pada Yuna dia ingin mengetahui siapa 'burung hantu' itu
__ADS_1
"Oh...kau akan makan di Wings O wings itu lagi??, kenapa begitu sering kau ada janji kesana..apa kau suka dengan sayap ayam?, kalo begitu ...aku akan membelikan mu banyak sayap ayam spesial...jadi kau tak perlu keluar rumah" ucap Egy berharap Yuna mengatakan identitas sang penelpon
"Aku tidak akan kesana..Tedy mengajaku pergi. .kesuatu tempat" Ucap Yuna
Oh...jadi 'Burung Hantu ' itu adalah Tedy
Egy menghela nafas lega
"Tidak bisa..."
"Apa??, tapi..kau sendiri akan keluar rumah malam ini .jadi aku pikir itu. "
"Kau ikut dengan ku!"
"Apa??, mau apa kau disana??"
Egy terdiam.." Haaaa...kau akan membawakan minum untukku..kau juga akan membawakan makan untuk ku!"
Yuna kaget " Apa???, Tapi disana ada banyak pelayan ...yang akan melayani mu dengan baik"
"Aku tidak bisa dilayani selain oleh asisten ku"
Ucap Egy sembari pergi berlalu
Yuna yang melihat itu semakin kesal, dia menatap Egy yang berlalu begitu saja
"mengapa dia sangat menyebalkan",
Egy yang mendengar gerutuan dari sang asisten itu cuma bisa tersenyum puas sambil berlalu
Entah kenapa, perlahan ada perasaan cemburu yang amat dalam bila mendengar Yuna berbicara dengan Tedy, sebalik nya dia tak pernah mempunyai rasa spesial pada Fania.
Egy menuruni anak tangga dia berdiri tepat didepan pintu kamar Yuna
pintu itu lalu terbuka , "Hai..."
seketika senyum Egy berubah menjadi muram melihat penampilan Yuna yang biasa
"Ada apa dengan penampilan mu??"
Yuna yang hanya menggunakan setelan casual itu menatap Egy
"Maaf Pak Egy, aku pergi sebagai seorang asisten dan bukan sebagai tamu undangan..."
"Tapi..?"
" Sudah fokus saja pada acara mu, jangan perdulikan aku..yang penting saat kau akan makan dan minum..aku akan memberikan nya untuk mu" Yuna berlalu
Egy menarik tangan Yuna
"Kau bukan hanya seorang assisten"
Yuna menatap Egy, perasaan itu kembali..semua yang pernah dia alami bersama sang majikan seolah teringat lagi...
__ADS_1