
Yuna membuka matanya perlahan,dia memincingkan mata nya menatap jam dindingnya
"Waduuuh...."
Yuna terkejut ,ternyata dia kesiangan...
dia berlarian menuju dapur nya tapi...
seseorang telah berada disana , dia nampak keren dengan celemek nya, dan cara nya menuangkan susu kedalam gelas...
"Oouuh...keren sekali" Yuna tersenyum sendiri sambil memegangi kedua pipinya
Egy yang menyadari itu segera menghampiri Yuna
"Sedang apa kamu??"
Yuna terkejut"Oh..aku.."
"sekali lagi kamu seperti ini kamu akan dapat surat peringatan dari ku.."
"Apa...!" Yuna terkejut
Egy melepas celemek nya dan memberikan nya pada yuna "cuci muka kamu dan ikat rambut kamu"
"Oh..baik"
Egy berlalu menuju kamar nya
Yuna mengikat rambut nya dan memakai celemek nya
Selang beberapa lama Egy menuruni tangga dengan pakaian rapih,dia membenarkan dasi nya
Dia segera duduk dimeja makan
"Pak Egy, bagaimana pesta semalam??"
"Apa..?" Egy celingukan " biasa saja.."
"Pasti Fania terlihat cantik.."
"Tolong jangan mengalihkan perhatian...kau pikir aku takkan mengingat nya??,sekali lagi kau bangun kesiangan..aku takkan segan untuk memecat mu.."
"Maaf..sekali lagi maaf"
Egy menatap yuna dengan sinis
Yuna cuma bisa menepis nya dengan senyuman
"Oh..iya ,Pak Egy..apa Pak Egy..melihat kertas yang ada didepan pintu kamar ku?"
Egy tersentak " Apa...Uhukk..Uhukk..!!"
Yuna menuangkan air putih dan mendekati Egy lalu dengan sigap dia menepuk nepuk punggung sang majikan
"Pelan pelan..."
Egy menatap Yuna wajah nya nampak gugup,dia ingat dia meletakan kertas itu di meja kamar nya
"Ouh..aku tak tau..lagi pula kertas apa?? pasti kertas tidak penting!!" ucap Egy gugup
__ADS_1
"Memang kertas biasa sih..tapi,pak Egy lihat tidak?"
Egy makin gelagepan "Aku tidak ada waktu untuk mengurusi itu.aku pergi dulu!"
Egy beranjak dari meja makan
"oh..baik.."
"Kau..jangan mencari nya terus, nanti bisa bisa rumah ku tak beres beres.."
ucap Egy
"Baik pak, kalau begitu aku akan mengambil cucian dikamar Pak Egy.."
Egy berbalik seketika " Apa..??!"
"Ya..??" Yuna kaget melihat reaksi Egy yang berlebihan itu
"Emmm...Cucian..cucian dikamarku masih sedikit..besok saja diambil nya.." Cegah Egy
Yuna semakin dibuat terheran heran oleh sikap sang majikan
"Tapi..Pak Egy bilang semua nya harus beres..'
"Oh begini saja..aku saja yang ambil cucian dikamar ku ..ok??"ucap Egy
"Apa!!???" Yuna terkejut dan merasa lucu mendengar ucapan sang majikan
Egy menuju kamar nya
Yuna menyusulnya " Pak Egy ...sebaiknya sama saya saja..."
Dia hendak mengambil keranjang tempat cucian dikamar nya, Yuna mengikutinya...
Kertas sialan itu masih nongkrong di atas meja
Egy memberikan keranjang itu pada Yuna
"Ini..."
Yuna mengambilnya, saat Yuna menatap meja itu Egy spontan membalikan muka Yuna dengan kedua tangan nya..dan mereka saling memandang...jantung lagi lagi berdegub tak beraturan,Aroma tubuh Egy yang wangi itu seolah merasuki akal dan pikiran nya Yuna langsung menepisnya dengan memalingkan mukanya
"Aku..keluar dulu.."
Yuna berbalik dengan keranjang cucian itu ,tapi...kaki nya tersandung pada kaki kursi dikamar itu...
Yuna pun terjatuh,Egy menangkap nya namun..hentakan itu begitu keras
hingga Egy tak mampu menahan tubuh Yuna
dan...
mereka berdua terjatuh tepat diatas tempat tidur Egy
Yuna tergeletak di bawah dan Egy diatas nya
Wajah mereka saling berdekatan..bahkan dekat sekali
Dan...aroma tubuh itu benar benar merasuki seluruh sel otak Yuna
__ADS_1
Egy menatap Yuna begitu dalam,jantung yang berdegub itu saling bersentuhan..mungkin mereka dapat merasakan nya satu sama lain
Egy menatap wajah Yuna, mengapa ini terasa begitu menegangkan...Egy membelai wajah Yuna..wajah putih itu terlihat begitu lembut..
Perasaan ini seperti baru di kehidupan Egy
dan sepertinya dulu juga Egy tak pernah merasakan hal seperti ini...Egy bahkan menatap bibir Yuna yang merah itu...
Egy menelan ludah nya beberapa kali...wajah nya seolah terpaku tak bisa berpaling...
Egy memegang dagu Yuna ,...
Tiba tiba...
"Maaf...maksudku, aku tak suka seseorang masuk kekamarku" Egy beranjak dari posisinya
Begitupun dengan Yuna dia lekas duduk dan merapihkan baju nya
Rambut yang terikat itu kembali terurai karena hentakan tadi..Yuna mencari ikatan rambut nya...
Ikatan itu ternyata dalam genggaman tangan sang majikan
namun entah kenapa Egy langsung mengikat kan rambut Yuna dari depan ,Yuna menatap wajah sang majikan yang begitu dekat dengan nya
Selesai rambut itu terikat, Yuna masih tertegun
Egy hanya menatap Yuna tanpa berkata kata
ada begitu banyak hasrat yang tak dapat dimengerti oleh Egy
dia perlahan menyentuh dagu Yuna dengan tangan nya , dia mendekat kan wajah Yuna dengan wajah nya
Dan..entah apa yang ada di benak sang majikan, bibir itu menyentuh bibir Yuna
Yuna terkejut seketika
seketika ..Egy melepaskan sentuhan bibir nya
dia menatap Yuna..
dan sementara Yuna masih terkejut dan terdiam,Egy menarik tangan Yuna dia meletakan tangan Yuna di bahunya
Dan...tangan itu melingkar di tubuh Yuna bahkan sangat erat hingga Yuna merasa tempat itu sangat sempit
Bibir Egy kembali menyentuh Yuna , bahkan ******* nya dengan hangat..dan lembut sekali
Ada rasa hangat tercipta antara mereka berdua, hingga semua itu berubah menjadi Gairah Egy pada Yuna yang hampir tidak bisa di kendalikan
dan seolah membalas Gairah sang majikan
Yuna membalas ciuman panas sang majikan
kedua nya di buat berantakan oleh Gairah itu,keduanya seolah hanyut dalam hasrat yang kian memuncak!
Kedua nya berguling hingga terjatuh kesamping tempat tidur
"GEDUBRAKKK!!!!"
Bibir itu terlepas, kedua nya saling menatap..menyisakan nafas yang sama sama tidak beraturan..
__ADS_1