Cinta Yuna

Cinta Yuna
X/


__ADS_3

Yuna membuka matanya perlahan,dia memincingkan mata nya menatap jam dindingnya


"Waduuuh...."


Yuna terkejut ,ternyata dia kesiangan...


dia berlarian menuju dapur nya tapi...


seseorang telah berada disana , dia nampak keren dengan celemek nya, dan cara nya menuangkan susu kedalam gelas...


"Oouuh...keren sekali" Yuna tersenyum sendiri sambil memegangi kedua pipinya


Egy yang menyadari itu segera menghampiri Yuna


"Sedang apa kamu??"


Yuna terkejut"Oh..aku.."


"sekali lagi kamu seperti ini kamu akan dapat surat peringatan dari ku.."


"Apa...!" Yuna terkejut


Egy melepas celemek nya dan memberikan nya pada yuna "cuci muka kamu dan ikat rambut kamu"


"Oh..baik"


Egy berlalu menuju kamar nya


Yuna mengikat rambut nya dan memakai celemek nya


Selang beberapa lama Egy menuruni tangga dengan pakaian rapih,dia membenarkan dasi nya


Dia segera duduk dimeja makan


"Pak Egy, bagaimana pesta semalam??"


"Apa..?" Egy celingukan " biasa saja.."


"Pasti Fania terlihat cantik.."


"Tolong jangan mengalihkan perhatian...kau pikir aku takkan mengingat nya??,sekali lagi kau bangun kesiangan..aku takkan segan untuk memecat mu.."


"Maaf..sekali lagi maaf"


Egy menatap yuna dengan sinis


Yuna cuma bisa menepis nya dengan senyuman


"Oh..iya ,Pak Egy..apa Pak Egy..melihat kertas yang ada didepan pintu kamar ku?"


Egy tersentak " Apa...Uhukk..Uhukk..!!"


Yuna menuangkan air putih dan mendekati Egy lalu dengan sigap dia menepuk nepuk punggung sang majikan


"Pelan pelan..."


Egy menatap Yuna wajah nya nampak gugup,dia ingat dia meletakan kertas itu di meja kamar nya


"Ouh..aku tak tau..lagi pula kertas apa?? pasti kertas tidak penting!!" ucap Egy gugup

__ADS_1


"Memang kertas biasa sih..tapi,pak Egy lihat tidak?"


Egy makin gelagepan "Aku tidak ada waktu untuk mengurusi itu.aku pergi dulu!"


Egy beranjak dari meja makan


"oh..baik.."


"Kau..jangan mencari nya terus, nanti bisa bisa rumah ku tak beres beres.."


ucap Egy


"Baik pak, kalau begitu aku akan mengambil cucian dikamar Pak Egy.."


Egy berbalik seketika " Apa..??!"


"Ya..??" Yuna kaget melihat reaksi Egy yang berlebihan itu


"Emmm...Cucian..cucian dikamarku masih sedikit..besok saja diambil nya.." Cegah Egy


Yuna semakin dibuat terheran heran oleh sikap sang majikan


"Tapi..Pak Egy bilang semua nya harus beres..'


"Oh begini saja..aku saja yang ambil cucian dikamar ku ..ok??"ucap Egy


"Apa!!???" Yuna terkejut dan merasa lucu mendengar ucapan sang majikan


Egy menuju kamar nya


Yuna menyusulnya " Pak Egy ...sebaiknya sama saya saja..."


Dia hendak mengambil keranjang tempat cucian dikamar nya, Yuna mengikutinya...


Kertas sialan itu masih nongkrong di atas meja


Egy memberikan keranjang itu pada Yuna


"Ini..."


Yuna mengambilnya, saat Yuna menatap meja itu Egy spontan membalikan muka Yuna dengan kedua tangan nya..dan mereka saling memandang...jantung lagi lagi berdegub tak beraturan,Aroma tubuh Egy yang wangi itu seolah merasuki akal dan pikiran nya Yuna langsung menepisnya dengan memalingkan mukanya


"Aku..keluar dulu.."


Yuna berbalik dengan keranjang cucian itu ,tapi...kaki nya tersandung pada kaki kursi dikamar itu...


Yuna pun terjatuh,Egy menangkap nya namun..hentakan itu begitu keras


hingga Egy tak mampu menahan tubuh Yuna


dan...


mereka berdua terjatuh tepat diatas tempat tidur Egy


Yuna tergeletak di bawah dan Egy diatas nya


Wajah mereka saling berdekatan..bahkan dekat sekali


Dan...aroma tubuh itu benar benar merasuki seluruh sel otak Yuna

__ADS_1


Egy menatap Yuna begitu dalam,jantung yang berdegub itu saling bersentuhan..mungkin mereka dapat merasakan nya satu sama lain


Egy menatap wajah Yuna, mengapa ini terasa begitu menegangkan...Egy membelai wajah Yuna..wajah putih itu terlihat begitu lembut..


Perasaan ini seperti baru di kehidupan Egy


dan sepertinya dulu juga Egy tak pernah merasakan hal seperti ini...Egy bahkan menatap bibir Yuna yang merah itu...


Egy menelan ludah nya beberapa kali...wajah nya seolah terpaku tak bisa berpaling...


Egy memegang dagu Yuna ,...


Tiba tiba...


"Maaf...maksudku, aku tak suka seseorang masuk kekamarku" Egy beranjak dari posisinya


Begitupun dengan Yuna dia lekas duduk dan merapihkan baju nya


Rambut yang terikat itu kembali terurai karena hentakan tadi..Yuna mencari ikatan rambut nya...


Ikatan itu ternyata dalam genggaman tangan sang majikan


namun entah kenapa Egy langsung mengikat kan rambut Yuna dari depan ,Yuna menatap wajah sang majikan yang begitu dekat dengan nya


Selesai rambut itu terikat, Yuna masih tertegun


Egy hanya menatap Yuna tanpa berkata kata


ada begitu banyak hasrat yang tak dapat dimengerti oleh Egy


dia perlahan menyentuh dagu Yuna dengan tangan nya , dia mendekat kan wajah Yuna dengan wajah nya


Dan..entah apa yang ada di benak sang majikan, bibir itu menyentuh bibir Yuna


Yuna terkejut seketika


seketika ..Egy melepaskan sentuhan bibir nya


dia menatap Yuna..


dan sementara Yuna masih terkejut dan terdiam,Egy menarik tangan Yuna dia meletakan tangan Yuna di bahunya


Dan...tangan itu melingkar di tubuh Yuna bahkan sangat erat hingga Yuna merasa tempat itu sangat sempit


Bibir Egy kembali menyentuh Yuna , bahkan ******* nya dengan hangat..dan lembut sekali


Ada rasa hangat tercipta antara mereka berdua, hingga semua itu berubah menjadi Gairah Egy pada Yuna yang hampir tidak bisa di kendalikan


dan seolah membalas Gairah sang majikan


Yuna membalas ciuman panas sang majikan


kedua nya di buat berantakan oleh Gairah itu,keduanya seolah hanyut dalam hasrat yang kian memuncak!


Kedua nya berguling hingga terjatuh kesamping tempat tidur


"GEDUBRAKKK!!!!"


Bibir itu terlepas, kedua nya saling menatap..menyisakan nafas yang sama sama tidak beraturan..

__ADS_1


__ADS_2