
Yuna melepaskan pegangan tangan itu namun Egy menahan nya, dia menggengam tangan Yuna
"Oke ...Aku ganti bajuku!" ucap Yuna membuyarkan segala perasaan yang berkecamuk dihatinya
Egy melepaskan nya "Maaf...aku hanya ingin kau mengetahui sesuatu"
" Kau malukan dengan penampilan ku...oleh karena itu .kau suruh aku ganti bajuku" Ucap Yuna sembari menghela nafas " astaga..."
Yuna kembali masuk ke dalam kamarnya
Sementara Egy hanya memalingkan muka nya, rasa yang dirasakan Egy ....adalah rasa yang selalu ingin di tepis nya, setiap kali dia mengetahui kalau Yuna dengan pria lain...
Egy merasakan bahwa dia telah di khianati....Egy, sendiri tak pernah tau kenapa dia begitu
Apa mungkin Yuna pernah hadir dalam kehidupan nya dulu..
namun ,Yuna pernah bilang bahwa dia baru mengenalnya
Tapi, sosok nya begitu terasa dekat..
tentang kertas itu..mengapa Yuna membuat nya dan mengapa Egy memilikinya??
Tatapan Egy begitu terpukau saat melihat penampilan Yuna ..masih dengan dress merah nya
"Kamu..."
" Seperti bawang merah kan??..Aku tau, lebih baik jangan di ucapkan!" ucap Yuna sedikit kesal, karena dia tetap ingin pergi keluar bersama Tedy
Egy menyusul Yuna yang terlihat agak kesal
Dia terlihat sangat cantik..walaupun dengan dress yang sama...malam ini terasa spesial..mungkin karna dia pergi bersama ku malam ini
Yuna membuka pintu mobil nya dia duduk disebelah Egy, Yuna membuka layar ponsel nya
Egy sedikit melirik nya
Yuna mengirim sebuah pesan
'Maaf, seperti nya aku tak bisa pergi dengan mu malam ini..majikan ku menyuruhku agar ikut ke pesta keluarganya'
Tedy tersenyum kikuk membaca itu
kenapa majikan nya mengacaukan kencan pertama ku....
seorang pelayan mengetuk pintu perlahan
__ADS_1
Tedy menoleh
"Maaf Tuan ayah anda sedang menunggu di bawah"
Tedy mengangguk dengan senyuman masam
"anggap saja pesta itu adalah kencan pertama kita" Gumam nya lirih
"Kenapa kau memakai ini lagi??" tanya Egy
"Aku jarang sekali pergi ke pesta..dan aku jarang sekali pergi kesebuah resto hanya untuk kencan romantis..jadi, aku jarang membeli dress seperti ini" Yuna terdiam sejenak
salah satu tali dress di pundak Yuna terlepas itu karena dia terburu buru memakai nya
"Itu..tali nya" Egy menunjukan nya
"Oh..." Yuna segera memperbaiki nya
"Yuna..."
"Ya??"
"Apa sebelum nya kita pernah bertemu??"
"ya..bahkan kita setiap hari bertemu.."
'Aku bekerja 24 jam untuk mu..."
"Aku serius Yuna, aku tak ingat dikehidupan ku yang dulu"
" memang nya kenapa??"
Egy menghentikan laju mobil nya dia menatap Yuna" Aku merasa kita pernah lebih dekat sebelum nya..tapi aku tak ingat sama sekali.."
Yuna tertegun , dia merasa sedikit bingung
"kenapa kau menulis S.O.S..apa kau pernah melakukan itu sebelum nya??"
Yuna tersenyum getir " Itu hanya kenangan masa kecil ku saja.."
" Sebenar nya aku berencana mencari tau nya sendiri..tapi, setiap kali berada dekat dengan mu..aku seolah tidak dapat menahan perasaan ku..aku..memilikinya"
Egy mengeluarkan kertas lusuh itu dari saku jas nya
Seketika Yuna terperanjat, bagai mana bisa orang menyebalkan ini adalah dia??
__ADS_1
seorang anak kecil yang berjanji akan selalu datang jika Yuna panggil..karna rumah nya tak jauh dan meminta Yuna untuk menuliskan itu jika dia tak datang juga
dan begitu juga dengan nya, dia akan menuliskan itu..jika Yuna tak datang...
Yuna terpekik, dia diam seribu bahasa..
"Apa kita pernah dekat??...Apa kita pernah mempunyai hubungan sebelum nya??"
" Kamu..."
"Aku selalu merasa tidak senang dengan keberadaan orang lain di sisi mu..aku sendiri tak bisa memahami itu..karna aku rasa sekarang ini..kita hanya sebatas asisten dan majikan..seperti yang selalu aku ingatkan padamu..namun aku sendiri selalu merasa tersakiti jika kamu acuh tak acuh.." Egy menatap Yuna
"wanita itu ..apakah dia ibumu??"bisik Yuna mengulang percakapan masa kecil nya
"Apa...?"
"kau menjawab..dia bukan ibu mu..ibu mu selau terbaring dirumah ....dia sedang sakit, dan kau sangat mencintai ibu mu.."
jelas Yuna ,Egy memegangi kepalanya..dia mendadak merasakan sakit yang teramat sangat
"Egy..kamu baik baik saja??"
" aku baik baik saja ...Yuna , sebaik nya kamu beri tau aku..aku akan baik baik saja"
"Aku bertanya..kenapa harus menulis itu..kau bilang, di film yang kau lihat..ada banyak orang menuliskan ini..dan orang lain akan menemukan mu dengan mudah..tulislah saat kau ingin menemui seseorang.."Yuna pun menitikan air mata melihat sang majikan merintih kesakitan memegangi kepala nya
Yuna memeluk nya, dia berusaha meredakan tangis nya
"Aku tau..kelinci putih..." Desis Egy beberapa saat setelah sakit nya berkurang
"Kita saling menyayangi ibu kita..aku tau ...aku tau.."Ucap Egy
Dia memeluk erat tubuh Yuna, "kenapa kau memanggilku kelinci putih...aku punya nama.., dan aku bilang..aku suka memberi julukan..dan kelinci itu cantik seperti kamu.."
ternyata Egy mengingat masa kecil itu
"Dia bukan ibuku...dan mereka bukan adik adiku.." Egy menatap Yuna
"Apa..??"
"Fania dan aku tidak pernah saling mencintai..kami bersatu karena sebuah pekerjaan..."
" Apa...!!??..Kau mengingat nya, kau mengingat semua nya??" Yuna tersentak
"Aku selalu menunggumu...dalam kesendirian ku...Arga mengetahui apa yang aku lakukan, aku akan mencari mu..tapi..." Egy membelai wajah Yuna
__ADS_1
"Kau hadir saat ingatan ku pergi..."