Cinta Yuna

Cinta Yuna
B/


__ADS_3

Perawat itu pergi meninggalkan mereka berdua,Yuna merasa sedikit terhibur ,walaupun nenek tidak menyadari ini hari ulang tahun nya namun sambutan dan pelukan hangat sang nenek sudah cukup menjadi obat kesepian nya di hari jadinya


candaan nenek dan kepikunan nenek tak pelak membuat Yuna tertawa lepas


dan...


"Yuna ibu mu masak apa dirumah??"celoteh sang nenek


"Apa...."Yuna terdiam,kadang seperti inilah nenek,dia selau menganggap ayah dan ibu masih ada


Yuna hanya menggeleng dengan senyuman getir


"Waktunya tidur siang nek,Yuna antar nenek ketempat tidur yah??


"Tapi kita sebentar lagi akan pulangkan ??"


"Kenapa?? Nenek tidak betah disini??"


"Nenek betah yun,cuma nenek harus membuat pesta perpisahan ..sama temen temen nenek..."


"Haah...pe..pesta??"


"Iya pesta...dikira anak muda aja apa yang punya pesta.." ucap sang nenek agak sedikit sewot


Yuna hanya tersenyum


Setelah dipastikan sang nenek terlelap tidur Yuna meninggalkan kamar nya,dia berjalan menuju keruang depan panti itu


Tiba tiba seorang wanita paruh baya menyapanya


"Nona..Yuna??"ucapnya


"Ya ..saya sendiri..."


Yuna menatap wanita paruh baya itu


dia mengulurkan tangan pada nya Yuna pun menyambutnya,mereka bersalaman sejenak


"Aku Ibu Wika..."


"Aku Yuna.."


"Aku melihat caramu membujuk nenek mu untuk meminum obat nya...aku melihat kamu menemaninya seharian ini hingga dia terlelap tidur..."ulas Ibu Wika


Yuna hanya menghela nafas


"Aku mempunyai seorang ibu,dia tinggal di panti ini..tapi sudah Dua hari ini..dia dipindah kan ke rumah sakit...Diabet nya kambuh lagi..


kondisi badan nya lemah,dan susah untuk diatur..."Bu Wika membenarkan letak kaca matanya


"Begini...aku butuh seseorang untuk menjaganya...memastikan dia minum obat,menemaninya di Rumah Sakit...dan memastikan dia tidur...dan aku percaya kau dapat melakukan itu.."


"Aku...?"Yuna terhenyak


"Ya...aku juga tentu akan membayar upah mu..ini bukan seperti merendah kan seseorang,tapi..aku menganggap nya ..bahwa kita saling membutuhkan..jika kau setuju,aku akan mentransfer uang nya ...kau hanya perlu mengirim Foto ibuku setiap hari padaku..."


Tanpa di duga,tanpa pikir panjang Yuna menyetujui nya


mungkin ini adalah sebuah Awal keberuntungan untuk Yuna...?

__ADS_1


Yuna menatap buku rekening nya,dia hanya senyum senyum sendiri..untuk menjaga sang Pasien dalam seminggu dia menerima upah sebesar 2 juta...jika bekerja di fastfood dia membutuhkan waktu 2 minggu untuk mendapatkan uang 2 juta


"Ayah ...ibu,semoga ini pertanda baik,"


Gumamnya


Matahari pagi seolah menyambut nya dengan sejuta semangat,Yuna segera pergi mandi...


sambil mengeringkan rambutnya mulut nya tak berhenti mengunyah roti selai coklat nya


Dia mempersiapkan baju yang akan di pakainya,senyum nya seolah menempel terus di bibir nya,hatinya begitu bahagia...


Taksi Online itu mengantarkan nya sampai tujuan...Rumah Sakit Centra Medika


Yuna melangkah penuh dengan keyakinan


dia menuju kamar yang sudah di sebutkan Bu Wika kemarin


Yuna mengetuk pintu lirih


wajahnya mengintip dari balik pintu


"Selamat pagi..."


Sang suster dan seorang Wanita tua itu menoleh...


Yuna melangkah masuk,dia tersenyum


"Ibu wika menyuruhku kesini..."


ucap Yuna lirih


"Apa lebih penting pekerjaan dari pada ibu nya sendiri..." kata wanita itu agak kesal


"Dia belum minum obat pagi ini" sang suster nampak kebingungan


Yuna melangkah masuk "Aku dari panti Cahaya Harmoni...nenek ku tinggal disana juga"


"Oya...?"


Yuna mengangguk pelan


"Dia sangat bersemangat untuk sehat karena dia ingin pulang ...berkumpul lagi dengan ku.."


Yuna menatap sang nenek "begitu pun nenek...harus bersemangat"


sang nenek tertegun "Aku lelah disini..aku bosan,Keluargaku sendiri selalu sibuk..mereka bahkan tidak bisa menemani ku disini..."


"Jika kau sembuh,setidak nya kau dapat duduk dimeja makan setiap pagi bersama mereka..Ok??"Wanita tua itu menatap Yuna seolah dia sedang mempertimbangkan kata kata Yuna


Yuna tersenyum pada sang suster,dan akhirnya dia pun mau meminum obatnya


Mereka hanya berdua dikamar itu,sang nenek terduduk dikursi roda sambil memandangi pemandangan di luar jendela kamar


"Siapa namamu??"sahut nya


"Ya...?"


"Siapa namamu..?" ulangnya

__ADS_1


"Nenek bisa memanggil aku ..Yuna"


"Jangan panggil aku Nenek...shhhh...aku kurang suka dipanggil begitu..." si Nenek mendelik


"Maaf..."


"Panggil aku Vennus..." celetuk sang nenek


"Ap..apa??!" Yuna tercengang


"Kenapa?? apa nama itu tidak cocok??"


"Bukan begitu...tapi..."


"Dipanti aku dijuluki Vennus...itu dewi kecantikan..."ucap si nenek sambil melihat wajah nya di cermin kecil yang sedari tadi di genggam nya


"Ap...apa..?" Yuna masih tercengang


sang nenek sesekali menata rambut nya


Astaga......Yuna hanya menepak nepak dadanya


sang nenek mendelik " Kenapa?? sesak nafas??"


"",Mmmmm....lalu,apa julukan untuk nenek Narti??"


sang Nenek terdiam sejenak "Siapa nenek Narti??...nenek kamu??"


Yuna mengangguk


"Mungkin....dia sering dipanggil ...M..mars??"


sahut nya sambil mengingat ingat sesuatu


dia memijat mijat kepalanya


"Haaaa...kenapa ada begitu banyak nama julukan untuk teman teman ku....itu membuat kepalaku pusing...astaga..." gumam sang nenek


"Baringkan aku di tempat tidur...julukan julukan itu membuat kepalaku harus mengingat nya..."


pinta sang nenek


"oh ...berbaring..."Yuna segara memapah nya hingga pembaringan


"kipas...kipas kecilku...kipas kesukaan ku...bawakan itu..aku kegerahan, ...AC dikamar ini sungguh buruk..." gerutunya


"Kipas...kipas angin..." Mata Yuna mulai mencari cari kipas angin mini nya


Yuna terkejut dia melihat kipas angin berbentuk Hello kitty...


sang nenek mendelik di sela sela rintihannya


"Kenapa?? kamu mengagumi kipas ku juga??"


Yuna tersenyum kaget


"Astaga...anak muda jaman sekarang selalu ikut ikutan Trend..."


Astagah....

__ADS_1


seminggu bersama nenek Vennusss...


__ADS_2