
Egy menatap jam ditangan nya, dia terduduk namun dia terlihat gelisah
sesekali dia merapihkan gaya rambutnya, Rara yang sedang menyajikan beberapa hidangan di meja itupun mulai merasa sedikit terganggu dengan gelagat Egy
"Hey...bisakah kau berhenti menata rambut mu??"Rara menatap Egy dari ruang makan
Egy menoleh, dia menatap Rara
"Apa??"
"yang kau lakukan itu sangat menggangguku"
"Lakukan apa??"
"Begini...begini" Rara menirukan cara Egy menatap rambut nya sedari tadi
"Oh..,sungguh??, yang perlu kau lakukan hanya menata meja nya...kau tak perlu melihat ku!" ucap Egy tertawa kecil bernada sinis
"Hey..kau pikir itu tak kuno apa??, kau sungguh membuat ku kesal!"Rara menggertak
"Ada apa dengan mu??"
Rara menghampiri Egy, "Yang kau lakukan seperti hendak menemui acara pertemuan calon mertua dan menantu..."
Egy berdiri " Apa??, apakah terlihat seperti itu??"
Rara menatap Egy dari kaki hingga kepala..Egy melotot " kau seperti seorang polwan yang akan merazia aku.."
"Anggap saja begitu, dan sekarang kau lebih baik duduk dan diam...menunggu mereka datang" Rara berlalu, kembali keruang makan sambil menghela nafas berat
"Dasar ,Orang jatuh cinta yang malang!" Gumam nya
"Hey, aku mendengar itu!" ucap Egy
Rara menoleh " Bagus lah...sebaik nya kau melakukan apa yang aku perintahkan kemarin pagi dirumah mu"
Aaah....kenapa ini semua terasa tegang, lebih tegang dari memimpin rapat di kantor
Egy menghela nafas
Pintu terbuka Yuna muncul bersama sang nenek yang tak henti henti nya mengomel
"Seharusnya..mobil mu tak usah pasang Ac..aku tak suka dengan aroma nya..begitu menyengat dan membuat ku mual!" celoteh nya
__ADS_1
""Nenek itu bukan mobil ku...aku tidak punya mobil, itu taksi online..berapa kali aku harus bilang" Yuna nampak lelah
"Astaga..apa, kau belum membeli mobil??" Nenek terhenti
"Selamat Sore??" Egy menyapa sang Nenek
Nenek berbalik dia menatap Egy
"Astaga ..siapa dia??...Yuna ,apa dia suamimu??" ucap Nenek
"Apa??"Egy terkejut
"Apa??!" Yuna terkejut
"Suami???!!" Rara histeris
Nenek menatap Yuna dia mengangkat wajah nya seolah menunggu jawaban dari Yuna
"Aku belum menikah nek" ucap Yuna mengelus dada nya "Dia majikan ku"
Yuna memperkenalkan nya
Egy tersenyum "Selamat sore" ucap nya kembali
"Oh..selamat sore" balas sang nenek
"Aduh...sakit nek, aku baru saja lulus SMA...aku belum memikirkan nya"ucap Yuna merintih kesakitan
"Benarkah??"Tanya sang Nenek
"Sungguh .aku tidak berbohong"
Nenek berjalan menuju ruang tengah,Namun tiba tiba langkah nya terhenti dia berbalik...dia menatap Egy
"Lalu...kenapa majikan mu datang kemari??"
tanya sang nenek menatap Egy
"Apa??" Yuna menatap sang Nenek
Egy terkejut, dia segera mengambil bucket bunga yang dibelinya
"Saya kesini karena ingin merayakan ulang tahun nenek..selamat Ulang Tahun nek" Ucap Egy memberikan Bunga nya
__ADS_1
Sang nenek terkejut "Oh..benar juga, ini hari jadiku??!" sang nenek tersenyum
Yuna menepak kening nya "Astaga...lantas yang kita bicarakan sepanjang perjalanan kerumah itu apa??" Yuna mulai gemes
"Oh..ku pikir itu Ulang Tahun mu.." Ucap Nenek datar
"Oh..kau pasti lelah, Tadaaaa....aku dan Yuna telah menyiapkan hidangan favorite mu nek"
Sambut Rara menuntun sang nenek ke meja makan
" Hey..kau satu satu nya tamu Ulang tahun..kemarilah..kita makan bersama"Ajak nenek pada Egy
"Satu satunya tamu ulang tahun??" Egy terkejut
"Sudah ku bilang kami tak pernah mengundang siapa pun...kecuali kau memaksa untuk datang kemari" Bisik Yuna pada Egy setengah kesal
"wah..aku merasa bangga dengan panggilan itu" ucap Egy jumawa sambil menghampiri sang nenek
"Haaa..kau satu satu nya orang yang bangga diberi gelar tamu..."bisik Yuna
..Kepala ku sungguh pusing sekali
Mereka menikmati makanan di meja makan sore itu sambil berbincang dan sesekali tertawa karena kepikunan sang nenek..kadang juga sedikit kesal di buat nya karena nenek kembali mengulang pertanyaan yang dia rasa belum ditanyakan padahal sudah berkali kali ditanyakan
"Dan ini siapa???" Tanya sang nenek menunjuk Egy
semua nya terdiam...wajah mereka hampir kesal
"Dia satu satu nya tamu Ulang Tahun nenek..bukan??" Ucap Rara sedikit kesal
"Oh...benar.., aku melupakan mu" jawab sang nenek
Begitu lah suasana nya, namun Entah mengapa Egy merasa sangat terhibur...dibanding perjamuan makan malam di rumah nya
acara makan itu berlangsung begitu hangat, setelah mereka menghabiskan nya..Rara dan Yuna membereskan kembali meja makan. sementara nenek dan Egy menonton televisi di sofa
sembari mencuci piring Rara dan Yuna mengamati nenek dan Egy yang sedang mengobrol sembari tertawa
"Menurut mu apa yang mereka bicarakan??"tanya Yuna
"Entahlah.."Jawab Rara
"Haaa...mereka mencurigakan"
__ADS_1
Yuna menatap keduanya dengan pandangan sinis
....Menurutmu apa yang mereka bicarakan??