
suasana hari itu begitu sibuk di kantor, Egy beberapa kali harus keluar kantor untuk menemui beberapa klien nya
bahkan dia sama sekali tak ada waktu untuk makan siang, sekretarisnya Risa pun tak kalah sibuknya ,dia juga ikut sibuk menyusun acara atasan nya,
padahal sore ini adalah kencan pertama nya dengan Yuna , tentu saja Egy mengingat itu
"Tapi jam 4 nanti, klien pak Egy dari Sukabumi tiba...," ucap Risa
Egy melihat agenda nya yang telah di catat Risa sedemikian rupa "Besok saja.."
"Maaf pak Egy, ini sudah untuk yang kedua kali nya Pak Egy menunda pertemuan dengan nya"
Egy nampak berfikir keras "Oya..., itu rencana perluasan cabang diwilayah nya...Sukabumi"
"Maaf pak kali ini...,Pak Egy tidak bisa membatalkan pertemuannya lagi"Risa membenarkan kaca matanya "Bagaimana pun rencana perluasan cabang itu...waktunya sudah meleset beberapa minggu dari rencana sebelum nya"
Egy nampak nya harus mengorbankan salah satu nya...
Yuna melihat jam di ponsel nya untuk yang kesekian kali...
Dia nampak gelisah, duduk nya terlihat tidak tenang...
Dia mencoba menghubungi ponsel Egy namun tidak aktif, dia meneguk air putih di gelas untuk yang kesekian kali nya
Yuna menatap kesekeliling Resto itu...
namun tak nampak sosok yang di nantinya
Yuna menghela nafas...tempat ini adalah tempat kencan buta nya dulu, kencan buta yang berakhir tragis..dan sekarang adalah kencan pertama nya dan apa harus berakhir tragis juga?
Wajah Yuna sudah tidak bisa menutupi kegelisahan nya..
waktu terus berlalu, hingga suasana di Resto itu sepi, semua orang itu telah selesai dengan janji nya...mereka pulang dengan membawa senyuman nya
Yuna beranjak, hati nya sedikit terusik...Egy tidak datang hingga larut begini...
dia harus bagaimana??
Yuna berjalan menyusuri trotoar di malam itu, angin yang terasa sedikit kencang membelai rambut nya
terasa begitu dingin dan sepi...
Yuna terduduk di halte Bus, dia termenung memandangi kedua pasang sepatu favorite yang dia kenakan malam ini...karna dia rasa malam ini malam yang spesial
"Apa kau mulai dengan kencan buta lagi??"
Yuna terhenyak dia menatap laki laki yang berdiri tegap didepan nya dengan senyum yang khas itu
"Tedy??" Yuna berdiri
"Sedang apa??, ini sudah terlalu larut untuk seorang gadis"
Mobil itu melaju, Yuna menatap Tedy...dia berfikir ..apa Tedy punya radar di kepalanya..sehingga dia selalu hadir di saat saat seperti ini
"Kau..dari mana??"
"Aku kebetulan mampir di kedai milik temanku..tak jauh dari sini"
"Oh...kenapa kebetulan sekali??" ucap Yuna
__ADS_1
"Oh...kebetulan sekali bukan??, terkadang aku menyukai sesuatu yang kebetulan" Tedy tersenyum
"Apa kau sudah makan??"
"Apa??"Yuna menatap Tedy
"Mau pergi makan bersama ku??"
Mobil menepi dengan sempurna, mereka tiba di sebuah kedai jajanan di situ, mereka duduk di sebuah bangku yang telah di sediakan
"Kau tau..ini kedai Takoyaki favorite ku...aku rasa kau juga akan menyukainya"
Yuna hanya tersenyum kecil
mereka menikmati makanan nya sambil sesekali mengobrol dan tertawa bersama
hingga waktu berlalu begitu cepat
"Terimakasih..."ucap Tedy
"Ya??"
"Terimakasih..kau sudah meluangkan waktu untuk ku..mudah mudahan majikan mu tak marah padamu"
Yuna tertegun "tidak apa apa..terimakasih, kau sudah mentraktirku"
"Ayo..aku antar kau pulang"
Egy memarkir mobilnya di depan gerbang, dia menatap rumah nya yang nampak gelap
seperti nya tidak ada orang...
tiba tiba dari belakang datang sebuah mobil, Egy menoleh..dan nampak silau oleh lampu mobil tersebut
Yuna dan Tedy baru keluar dari mobil itu
Egy terhenyak bukan main
"Selamat malam..." sapa Tedy
Egy hanya menatap Yuna, namun Yuna hanya terdiam
"Maaf..., aku tidak memberitahu kan mu terlebih dahulu, tapi terimakasih atas waktu yang kau berikan kepada asisten mu" ucap Tedy sembari tersenyum
" Masuk lah..udara nya semakin dingin" Ucap Tedy pada Yuna
Tedy berlalu mengemudikan mobil nya
"Masuk..." Ucap Egy membukakan pintu mobil
"Hari ini aku...sangat lelah"
"Aku tau..kita sama sama lelah..tapi aku tak mau malam ini berlalu begitu saja..ini kencan pertama kita..dan mungkin ini jawaban atas perasaan ku"
Egy menggandeng Yuna masuk kedalam mobil
Egy menyalakan mobilnya
Yuna menggenggam tangan Egy, seketika Egy menatap Yuna
__ADS_1
"Maaf..." ucap Yuna
"Ya??"
"Maaf..aku tidak sengaja bertemu dengan nya"
Egy terdiam,mengapa Yuna berkata seperti itu? padahal sudah jelas dia menunggu lama..
"Lalu..apa kau akan memaafkan ku juga?" tanya Egy
Yuna memeluk Egy
" Aku hanya ingin memulai nya dengan hal yang menyenangkan..bukan dengan kesalah pahaman"
Egy tersenyum , sekarang dia sudah tau jawaban Yuna...dia sudah mulai berpacaran
"Sekarang kita harus kemana?" Tanya Egy
Yuna melepaskan pelukan itu
"Aku rasa ..kita sama sama lelah..jadi kita pulang saja.tidur"
"Tapi ini kencan pertama kita Yuna"
"sudahlah....sama saja, kita pulang saja"
"Oke"
Mobil itu masuk garasi
Yuna keluar dari mobil, dia nampak lelah sekali dia berjalan tanpa memperhatikan Egy
"Kau sudah makan??"tanya Yuna
Egy menggeleng, "Ada beberapa pertemuan yang tak bisa di batalkan..jadi,aku sangat lapar"
"Baiklah aku akan buatkan makan malamnya"
"Aku mandi dulu..."
Egy bergegas pergi ke kamar nya
Tak selang beberapa lama Egy duduk di meja makan sambil membawa beberapa dokumen dari kantor nya
"Kau tak makan??"
tanya Egy pada Yuna
"Aku..."
"Kau sudah makan bersama Tedy??"
"Itu..."
"Lain kali..aku tak kan membiarkan kamu pergi dengan Tedy lagi"
Yuna hanya terdiam
dia sudah berfikir reaksi yang berlebihan dari Egy, namun Egy hanya menanggapi nya dengan biasa..mungkin Egy juga menyadari keasalahan nya...
__ADS_1