
Sudah satu minggu Egy terlihat sibuk, dia ditemani Arga sangat mantan supir nya
dia benar benar membereskan semua masalah nya.. dan menata bisnisnya
Egy meninggalkan bisnisnya kurang lebih selama satu bulan.. namun masalah yang ditimbulkan begitu banyak..
dan orang orang di dalam bisnis nya menjadi semrawut tidak karuan
apakah segigih itu sang ibu tiri untuk menghancurkan Egy?
Apa yang dijelaskan Arga tempo hari memang terbukti semua,ibu Marina bertindak begitu cepat ketika mengetahui Egy hanya mengalami hilang ingatan
sang ayah pun mendadak pulang untuk mengurus segala kekacauan ini
Demikian dia mengetahui kelakuan sang istri muda, yang berambisi mendirikan bisnis untuk kedua anak nya dengan menyeleweng kan dana investor dari bisnis yang dirintis Egy
bahkan dia rela memberikan cabang Suka bumi itu pada pak Yulis sebagai imbalan atas kerja sama nya
Namun demikian, karena semua berhasil diungkap oleh Egy, sang ayah memecat Pak Yulis dan memberikan pesangon sesuai masa pengabdian nya
karena belakangan ini diketahui Pak Yulis ikut andil dalam perencanaan pembunuhan Egy
"Apa dimatamu.. Egy adalah musuh yang harus dibasmi? "
Ucap sang pimpinan ketika mengadakan pertemuan dengan istri mudanya yang dihadiri Egy pula
"Mula nya aku begitu mempercayai mu.. kau berhasil untuk menjadi ibu pengganti bagi anak tunggal ku.. namun ternyata aku salah, dan bahkan aku hampir kehilangan dia.. "
"Aku hanya keberatan dengan status ku dahulu.. aku tidak Terima, bahkan sampai saat ini.. jika akulah penyebab ibu nya menderita.. " Ucap wanita itu
"Ibuku memang menderita karena kamu! " ucap Egy
"Aku sudah bilang.. ibumu menderita karena pendirian nya.. dan Marina datang setelah nya.. ini keputusan ku! "
"Ibu ku.. biarlah aku yang akan mengurus nya, aku kesini tidak ingin membuang waktu.. kembalikan dana para investor itu.. biarkan aku menyelesaikan bisnisku.. Ayah telah melimpahkan sepenuhnya untukku, "
"Tentu saja, Ayah mu bukan nya tidak realistis.. mungkin aku hanya tidak tau, aku akan mengadakan pertemuan dengan staf diSurabaya, aku akan menata kembali keadaan disana dan aku akan mengembalikan dana itu.. jalankan sesuai rencana mu, kau boleh memilikinya.. "
"Apa maksud mu??! " Sang ibu tiri terkejut
"Kau hanya perlu mengikuti perkembangan nya.. aku telah mempersiapkan untuk mu dan anak anak mu.. bagaimana pun aku harus bertindak adil"
Sang ayah terduduk dan menghela nafas yang terdengar sangat berat sekali
"Maaf, ini tidak seharusnya terjadi.. tapi aku harus melakukan nya dan menyelesaikannya.. permisi"
__ADS_1
Egy keluar dari ruangan dengan wajah yang sedikit lega
dia menelpon Arga yang sedari tadi menunggu nya di depan istana itu, Arga sengaja tidak ikut masuk.. karna akan memperkeruh suasana
"semuanya berjalan sesuai kehendaku.. aku berhasil mengumpulkan bukti jejak dana perusahaan"
"Apa kau akan mengambil alih perusahaan itu? " tanya Arga
Egy mengangguk pasti
"Aku ingin tau , bagaimana pencarian ibuku? " ucap Egy
"Kabar terakhir, dari perawat di panti asuhan.. dan setelah itu aku belum mengetahui titik nya" Arga melajukan mobil nya
Egy melangkah memasuki rumah megah nya, lampu diruangan itu gelap, mungkin Yuna sudah tertidur
karena memang Egy pulang larut malam
tapi rupanya Yuna tertidur di sofa, dia menunggu Egy pulang
Egy menuju ruang makan, dia menuangkan air putih kedalam gelas lalu meneguk nya hingga habis
Yuna melhat nya "Kau baru pulang? "
Egy menoleh. "Aku kira kau sudah tidur"
"Tidurlah.. sudah malam" Egy berlalu tanpa memperdulikan Yuna, dia menaiki tangga lalu masuk kekamar nya
Yuna menghela nafas dia menatap Egy hingga lenyap di balik pintu kamar nya
Astaga...
ada apa lagi dengan nya?
benarkah dia terlalu lelah? bahkan hanya untuk menjawab Yuna?
Tapi, seharusnya Yuna yang begitu.. bukan Egy..
'Oh.. benar juga, seharusnya aku yang begitu.. karena rasa sakit yang berakar.. tapi malah Egy yang begitu padaku.. kenapa bisa?? '
gumam Yuna
Yuna melangkah menuju kamar nya sambil sesekali melihat pintu kamar Egy berharap Egy kembali keluar dan bertanya mengenai kabar nya hari ini..
namun sepertinya Egy takkan keluar lagi dia bahkan tidak minta di buatkan teh
__ADS_1
Pagi begitu tenang, udara pagi yang disertai embun dan kicauan burung yang hinggap di balkon
Yuna menyiapkan sarapan pagi, Egy seperti biasa sedang berolah raga
Yuna tiba tiba ingin menyiapkan sarapan pagi yang special pagi ini
"Omelette?? "
Egy terkejut melihat sarapan pagi ini
Yuna hanya tersenyum hatinya yang sedang dendam pada keluarga Egy seolah sirna untuk saat itu
namun Egy tak bergeming, dia duduk dan menikmatinya
melihat itu Yuna menjadi muram dia sedikit kecewa, kenapa Egy begitu?
Egy meneguk air putih digelas nya
setelah selesai sarapan dia kembali kekamar
"Yuna.. "
"Ya?? "
Egy menatap Yuna
"Jangan tidur di sofa lagi.. aku akan pulang sangat larut.. "
"Ya... " jawab Yuna
Egy berlalu, menaiki tangga menuju kamar nya
Yuna menghela nafas berat, ada apa dengan Egy.. apa benar dia sedang menyelesaikan masalah di perusahaan nya?, dan apakah seberat itu??
Hingga dia seolah tidak mempedulikan Yuna lagi??
Yuna jadi berfikir, mungkin Egy juga merasakan seperti ini ketika Yuna mendiamkan dia untuk beberapa saat lalu
Yuna mengusap dada.. ternyata rasa nya begini...
dan apa pantas Egy menerimanya?
dan.. apa masih akan dilanjutkan perasaan dendam nya pada Egy?
sedangkan Egy tak tau apa apa..
__ADS_1
Tentang apa yang menimpa pada keluarga Yuna karena perbuatan keluarganya..