
Yuna menatap majikan nya yang sedang melanjutkan menikmati makan malam nya
Egy yang menyadari itu merasa sangat tidak nyaman sekali
"Kau ini kenapa?" tanya Egy
"Pak Egy, aku mohon...kau pekerjakan aku..dua bulan saja..ok?"
"Aku tidak bisa..supirku sudah menyetujui untuk kembali kerumah ini.." ucap Egy
"Astagah..."Yuna mengeluh..
Egy menyelesaikan makan malam nya
""Aku sudah selesai.."
Egy berlalu,Yuna menahan Egy "Pak Egy..aku mohon.."
"Aku tidak bisa..."
Egy berlalu menuju kamar nya
Yuna hanya bisa menatap nya sampai dia lenyap dari pintu kamar nya diatas
Yuna membereskan meja makan nya,dia kembali memasuki kamar nya..sambil terus mengeluh.."Aku pikir aku akan berhasil.."
Yuna terbaring ditempat tidur nya
"Aku harus merubah rencana lagi.."
sementara Egy sedang sibuk membereskan pekerjaan di laptop nya,..ponsel nya berdering
itu dari sekretaris nya Risa
"Hallo..."
Egy menyimak apa yang Risa utara kan cukup tergesa gesa dan terdengar seperti di bawah tekanan
"Pak Egy,seperti nya belum bisa membawa Arga kembali kerumah pak Egy lagi ,ada yang berusaha menjauhkan Arga dari pak Egy..sebaliknya kalau Arga terlihat didekat pak Egy..maka orang itu akan dengan mudah menyingkirkan Arga,..mungkin situasi nya lebih buruk dari kecelakaan yang kemarin..tolong pak Egy,lebih baik..jangan sampai ada yang tau pak Egy menemui Arga..ini serius"
Egy menghela nafas,..
begitu sadiskah keluarga Praditya??
Egy memikirkan Yuna ,yang masih ingin bekerja untuk nya
Egy lalu membuka pintu kamar nya,tiba tiba..
dia mendapatkan Yuna yang hendak mengetuk pintu kamar nya
kedua nya terkejut
"Pak Egy..aku..."
"Aku sudah memikirkan hal itu.."
"Apa??"
__ADS_1
"Soal pekerjaan mu..kau akan mendapatkan nya kembali selama dua bulan"
"Apa???!!" Yuna tersenyum kaget
Egy mengangguk
"Haaaaa...terimakasih.."
Yuna melompat lompat kegirangan dan memeluk Egy dengan spontan
"Maaf...ini.."Egy mengingatkan pelukan itu
Yuna terhenti seketika dan melepaskan pelukan itu
"Maaf..maaf, aku terlalu bahagia"
kedua nya tertegun sekejap saling menatap
"Kau..sebaiknya lekas tidur..besok harus bangun pagi.."
Egy menggaruk garuk kepalanya seolah merasa gatal
"Baik.." Yuna pergi memasuki kamar nya
Egy menghela nafas nya ,dia nampak mengusap dada nya,jantung nya berdebar tidak keruan
"Astaga..ada apa dengan jantungku.."
Malam berlalu tanpa beban,Yuna tidur dengan nyenyak nya..
"Dijaman sekarang ini kerja dimana yang halal dan upah nya besar..kamu jangan terlalu memikirkan itu sebagai beban,kamu hanya tinggal bertahan demi modal usaha..demi masa depan kamu...ingat yuna orang meminjam modal untuk memulai usah ...sedangkan kamu,kamu punya peluang untuk medapatkan nya tanpa harus meminjam..."
perkataan Rara terus mengiang di telinga Yuna bahkan ketika Yuna tidur,semangat Rara masuk kedalam mimpinya
Matahari masih terlelap di balik awan di sebelah timur, Yuna membuka pintu kamar nya
terdengar langkah kaki menuruni tangga ,itu Egy dengan kostum olah raga nya
"cepat siapkan sarapan pagi .." ucap Egy setibanya dibawah, melihat Yuna yang sedang mengintip dari balik pintu
Yuna langsung terkejut dan keluar dari pintu kamar,dia pikir.Egy tak menyadari nya
Yuna memulai aktivitas nya didapur
kali ini dia bertekad untuk bekerja secara profesional,..
"Fokus...fokus Yuna...kau pasti bisa..."
ponsel berdering, itu dari Rara
"Ada apa Ra..pagi pagi sudah telfon?"
"Semangat Yuna!!!" teriak Rara
Yuna menutup kuping nya "Aduh..berisik sekali"
"Yuna dengar,mulai saat ini kau harus fokus..harus profesional ya?"
__ADS_1
"Tentu ra..aku tau ..aku pelayan dan dia majikan..!"
Yuna menatap Egy yang baru selesai mandi,dengan kaos putih nya dan rambut nya yang masih basah..dikibas kibaskan
"Ooooouh..." Yuna terpaku menatap sang majikan yang nampak keren
"Halo..Yuna...yun"
"Telfon dari siapa..sepagi ini??" Egy terduduk di meja makan
Yuna ter"sentak..
"Dari Rara..." ucap nya lirih
"Siapa??...jangan bilang itu telfon dari sahabat mu yang aneh itu...karena semua ucapan nya tidak masuk di akal..membuat kalian semakin nampak aneh.." tutur Egy meneguk susu nya
"Halo..siapa yang dia maksud aneh yun??" telpon ditutup
Yuna membawakan sarapan ke meja
"Itu dari si..Tanduk..tanduk rusa"ucap Yuna terbata bata
"Tanduk Rusa..nama nya aneh sekali.."
"Oh..itu julukan teman baru ku..tidak penting"
kilah Yuna sambil tersenyum
kedua nya pun menikmati sarapan mereka
"Pak Egy..tidak pergi kekantor hari ini?, ..kau tidak memakai kemeja dan dasi??"
Egy tersenyum "Tidak..aku ingin istirahat untuk sehari saja"
Yuna mengangguk saja, berarti seharian ini dia akan berada dirumah dengan nya
melihat nya duduk duduk menonton TV di sofa, tertidur disofa..dan tersenyum pada yuna
Astaga...itu sungguh keren..dan benar benar menggoda
"Tidak boleh!!!!"
Egy terperanjat "Apanya yang tidak boleh??"
Yuna tersentak " Oh..maksudku..aku,tidak akan...tambah porsi sarapan.."Yuna asal
bicara
"Tentu saja..lihat lemak mu di..."
"sudah ..sudah..."Yuna memotong pembicaraan Egy
"Sudah apa nya??"
"Aku tidak ingin kau membicarakan lemak ditubuhku..aku takut, kau mengungkit kejadian di benteng itu"
"Apa...??Astaga..."Egy menggeleng gelengkan kepalanya...
__ADS_1