Cinta Yuna

Cinta Yuna
Q1/


__ADS_3

"Yuna.."


"Ya?"


"Bagaimana kalo besok kita berkencan ..."Tanya Egy


Yuna tersenyum "kenapa berkencan lagi?"


Egy menatap Yuna "Berkencan lagi?, aku belum berkencan dengan mu...tadi itu, kencan mu ..dengan Tedy" Sahut Egy terlihat menahan kekesalan nya


Yuna hanya tersenyum " Aku besok harus ke supermarket bersama Rara...aku harus berbelanja"


"Itu lusa saja..., Lagi pula kita akan berkencan..makan di luar"ucap Egy sambil membolak balik dokumen yang di bawa nya


"Bagaimana ya..aku sudah janji dengan Rara"


Egy menghela nafas "Baiklah sepulang dari supermarket..." pinta Egy


Yuna mengangguk "Baiklah.."


"Aku akan menjemput mu disana"


Yuna menatap Egy, sesekali dia tersenyum..dia tak pernah menyangka di balik sosok nya yang dingin, Egy ternyata punya keinginan untuk menciptakan suasana yang romantis ...


"Kenapa senyum sendiri?" tanya Egy


Yuna menghela nafas sambil berlalu menuju dapur " Entah lah..terasa aneh saja..saat kau seperti ini"


Egy menghampiri Yuna dan memeluknya dari belakang "Kalau begini?..Apa masih terasa aneh?"


Yuna tersenyum kembali, kebahagiaan yang dia simpan sebaik mungkin tak dapat lagi disembunyikan


"Kau harus terbiasa dengan ini...karena , mungkin aku adalah pria malang yang selalu sendirian dan baru menemukan seorang teman dihidupnya..dan dia ingin selalu memeluknya" ucap Egy memeluk yuna dari belakang sambil menyandarkan kepalanya di bahu yuna


Pagi sekali Egy pergi bekerja, dia bilang dia harus menyelesaikan pekerjaan nya lebih awal agar bisa menjemput Yuna


Yuna melihat dirinya di cermin , dia nampak manis dengan dress pendek nya...


"Kau cantik sekali..."


pujinya pada diri sendiri


Yuna menenteng tas nya, dia menatap jendela rumah


nampak nya mendung dan akan turun hujan


ponselnya berbunyi...itu pesan dari Egy


"Hari ini seperti akan turun hujan..jangan naik Bus..akan ku pesan kan taksi online, tunggu saja!"


Yuna tersenyum, disaat sibuk bekerja Egy masih memikirkan Yuna


Alangkah bahagia hati nya saat ini


Rara muncul dari balik pintu

__ADS_1


"penjaga gerbang itu sombong sekali" Celetuk Rara kesal


"Kenapa ra?"


"Bisa bisanya dia tidak mengenali aku..padahal aku sudah sering kemari!"


Yuna hanya tersenyum


Rara terkejut melihat penampilan Yuna yang luar biasa untuk sekedar pergi berbelanja


"Kau...hari ini aneh sekali??" Rara terkesima


"Apa?"


"Pakaian mu???"


"Oh..." Yuna tersipu "Hari ini Egy mengajaku berkencan..sepulang berbelanja"


"Ooouh...apakah aku akan pulang sendiri???"


tanya Rara menahan senyumnya Yuna mengangguk "Astagaaaa..."Rara memeluk sahabat nya


"Akhir nya....semoga kali ini pilihan mu tak keliru..semoga dia orang yang tepat untuk mu...ayo pergi!!" Ajak Rara


mereka berdua beranjak


"Aku ingat bagaimana dia memaksa ku untuk menceritakan semua hal tentang kamu.." Celoteh Rara


Mereka tiba didepan supermarket, sang supir tersenyum


"Waaa...betul betul romantis..." goda Rara


Yuna hanya bisa tersipu menahan senyum nya


Mereka benar benar menikmati waktu berbelanja itu, sesekali Egy berkirim pesan dengan Yuna , Yuna membalas nya disela sela obrolan nya dengan Rara


"Aku ada di rak selai...kau mau selai kacang??" Yuna menulis pesan pada Egy


"Tentu...aku tak suka yang lain selain selai kacang" balas Egy


"Kau tak mau mencoba rasa yang lain??"


"Selai coklat?, boleh juga..."


Mereka saling berbalas pesan yang tidak terlalu penting namun bagi mereka ini hal yang menarik


Selesai berbelanja Rara mengajak ke kedai kopi, mumpung ada sedikit waktu


"Kau dimana?" Egy mengirim pesan


"Aku mampir di kedai kopi ..didekat sini"


"Aku harus mengisi daya ponsel ku...kumatikan sejenak...ok??"


"Ya..aku akan menunggu, bila sudah aktif..hubungi aku"

__ADS_1


" Aku tau.."


Egy menyudahi percakapan itu, dia mulai mengisi daya di ponsel nya


Risa muncul dari balik pintu ruangan


"Permisi pak Egy, ini jadwal kunjungan Bapa sore ini"


"Apa?...Aku kira sudah selesai.."


"Lima menit yang lalu Pak Henry menelpon..salah satu berkas yang diserahkan pada nya ada yang keliru..seperti nya Pak Egy melewatkan nya..maaf"


"Maksud mu..aku kurang teliti??"


"Maaf"


Egy terdiam, menemui Pak Henry setidak nya membutuhkan waktu beberapa jam...


"Mungkin ...besok saja, aku ada acara Ris,..." Ucap Egy


Risa mengangguk " Baik Pak"


Risa melangkah keluar ruangan , namun sekejap dia kembali lagi "Pak Egy...Pak Henry ingin bertemu.." tak lama laki laki itu muncul dari balik pintu


"Selamat sore...Pak Egy" Pak Henry menyapa dengan senyuman


Egy menghela nafas


Mereka memulai pembicaraan


"Maaf mengganggu waktu anda.."


"Santai saja Pak Henry..ada yang bisa saya bantu??" tanya Egy


"Mengenai berkas pengajuan pembangunan proyek ..saya sudah pelajari,dan sudah saya setujui bersama Atasan saya"


"Terimakasih..sudah mau bekerja sama" ucap Egy


"Namun untuk berkas dana pembiayaan ,itu pihak kami sudah menyelesaikan jauh sebelum rancangan proyek dibuat.."


"Apa??"


"Maaf apa pak Egy mengetahui nya??"


"Maaf pak Henry..kira kira kapan Pak Henry, memberikan dana pada pihak kami??"


"Ya??"


Egy tercengang dia menyelediki bukti transfer dana untuk pembiayaan proyek , dia mengecek tanggal nya,sesaat setelah Pak Henry berpamitan


Egy makin tercengang, dana itu datang ketika Egy mengalami kecelakaan dan dalam perawatan amnesia


Sedangkan situasi pembangunan proyek belum ada perkembangan, sehingga belum bisa di jadikan sebagai tempat produksi


"Kemana pergi nya uang sebanyak itu..."

__ADS_1


Sial....


__ADS_2