
Reina berjalan keluar ketika Sarah sudah berada di depan pintu ruang kerja sepupunya.
“Ada pa Sar lo nyariin gue?”
“Tuh Mas David di depan mau ketemu sama lo”
Mendengar nama David, Reina buru-buru berjalan ke depan untuk menemuinya, dan Zen yang mendengar nama David di sebut oleh Sarah, langsung beranjak dari duduknya, ia berjalan keluar dan menanyakan kepada Sarah tentang apa yang di dengarnya.
“Siapa Sar yang nyariin Reina?”
“Ooh itu Mas David” Sarah lalu kembali ke depan ke tempat dimana tadi ia duduk dengan Nadia, Zen yang
penasaran ikut berjalan ke depan dan mengamati Reina dan David yang sedang mengobrol di luar.
“Ada apa Mas David nyariin aku?”
“Mas langsung aja ya Rei, tiga hari lagi Mas sama Mba Rania mau balik ke luar negeri, awalnya Mas ragu mau
ngomong sama kamu, tapi Rania terus negubujuk Mas buat nyoba. Mas pengen kamu ikut kita ke luar negeri, tinggal bareng sama kita di sana, dan kamu juga bisa lanjut kuliah disana, jujur aja Mas nggak tega liat kamu hidup sendiri disini, Mas mohon sama kamu ikut kita ke luar negeri ya...”
Reina terdiam seraya menatap lekat mata kakak angkatnya itu, cukup lama Reina tak bersuara membuat David kembali bertanya “gimana Rei?”
Reina kemudian meminta David memberinya waktu untuk memikirkan hal ini, setelah cukup lama mengobrol, David
lalu pergi dari kafe, sedangkan Reina kembali masuk ke dalam untuk bekerja.
__ADS_1
Reina berjalan masuk ke dalam kafe dengan raut wajah bingung, melihat ada yang aneh dengan sahabatnya, Sarah pun menyakan apa yang terjadi.
“Lo kenapa Rei, habis ngobrol sama Mas David wajah lo keliatan aneh gitu?”
Reina menatap wajah Sarah dan Nadia secara bergantian, lalu ia mendudukkan tubuhnya di kursi “Mas David minta
aku tinggal sama dia, dan nyuruh aku ikut dia ke luar negeri”
Sarah dan Nadia membulatkan mulutnya, mereka cukup terkejut dengan apa yang di katakan Reina, Zen yang
menguping pembicaraan Reina pun ikut terkejut.
“Terus lo mau ikut Mas David?”
Reina menggelengkan kepalanya “aku belum tahu Sar, makanya aku minta Mas David ngasih aku waktu buat
“Lo harus pikirin baik-baik Rei, apa pun keputusan lo gue tetep dukung, walaupun sebenernya gue nggak mau sampai lo ikut Mas David” ucap Sarah dengan mata berkaca-kaca.
***
Zen kembali masuk ke ruang kerjanya setelah mendengar pembicaraan Reina, ekspresi wajahnya terlihat murung, ia memikirkan bagaimana kalau Reina menyetujui permintaan kakak angkatnya itu untuk ikut ke luar negeri? Ada perasaan tidak rela dalam hatinya. Zen duduk termenung di depan laptopnya hingga saat Daniel masuk ke dalam
ruangan, bosnya itu tidak menyadari kedatangannya.
“Mas ini laporan bulanan yang tadi Mas minta” Daniel meletakkan sebuah map berwarna merah di atas meja. Tak ada respon dari Zen, laki-laki itu sedang berada di dunianya sendiri.
__ADS_1
Daniel mengernyitkan kening, kemudian ia kembali memanggil Zen karena bosnya tak merespon sama sekali.
“Mas Zen!” seru Daniel dengan suara lantang.
Zen yang sedang menatap layar laptopnya akhirnya mendongakkan kepalanya dan menatap Daniel yang sudah berdiri di hadapannya, ia menanyakan kepada manager kafenya itu ada apa dia datang ke ruangannya.
Daniel tersenyum lalu tangannya menunjuk ke arah map merah yang ada di atas meja dan memberitahu pada bosnya bahwa itu laporan bulanan yang di minta olehnya. Zen kemudian mengambil mapnya lalu membuka untuk mengetahui isi dari laporan bulanannya. Dia mengangguk setelah membaca isi laporannya merasa puas dengan laba yang di peroleh kafenya, performanya meningkat drastis.
Untuk berterima kasih dengan hasil kerja para karyawannya Zen mempunyai ide untuk mengajak karyawannya
berlibur beberapa hari ke sebuah pulau yang sedang ramai di perbincangkan oleh berbagai kalangan dan kebetulan ia juga mengenal orang yang mengelola pulau tersebut. Zen kemudian meminta Daniel memanggil karyawannya untuk berkumpul menemuinya di ruang kerja.
Reina, Nadia dan juga Daniel berjalan masuk ke dalam ruang kerja bosnya, tak ketinggalan Sarah pun ikut masuk ke dalam membuntuti mereka.
“Ngapain kamu ikut masuk Sar?” tanya Zen ketika melihat Sarah berjalan masuk di belakang Daniel.
“Aku kan juga salah satu karyawan disini, eh maksud aku tuh aku salah satu keluarga karyawan yang kerja disini” sahutnya terkekeh, matanya melirik ke arah Daniel.
Zen menanggapi perkataan sepupunya dengan gelengan kepala, Zen yang masih duduk di kursinya lalu
baranjak dari tempat duduknya dan berjalan beberapa langkah ke arah karyawannya yang sedang berdiri.
“Aku mau ngasih pengumuman, akhir bulan nanti aku akan ngajak kalian liburan ke pulau Batu yang ada di kota T, ini sebagai tanda apresiasi atas kerja keras kalian selama ini” ujar Zen.
Reina, Nadia dan juga Daniel saling beradu pandang, mereka seperti tak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya.
__ADS_1
Selamat membaca...