
Reina menghela napas panjang sebelum ia melangkahkan kakinya menuju pintu megah dengan warna keemasan di depan sana, bila di lihat dari jauh seperti bongkahan emas yang berdiri. Setelah sampai di depan pintu, Ia mengudarakan tangannya menekan bel beberapa kali. Pintu pun terbuka terlihat seorang wanita paruh baya keluar dari dalam seraya menyunggingkan senyum.
“Mba Reina” sapa wanita paruh baya itu, dia adalah bik Imah asisten rumah tangga keluarga Alex.
“Masuk mba, tuan Alex sudah nungguin mba dari tadi” ucapnya, Reina kemudian masuk ke dalam diikuti bik Imah
di belakangnya sambil menutup pintu.
Reina berjalan ke ruang makan seraya mengedarkan pandangan melihat sekeliling sudut tiap sudut ruangan yang
tidak asing baginya. Ia kemudian masuk ke dalam ruangan dengan meja bundar tertata rapih di ruangan tersebut, terlihat Alex dan istrinya juga Vira duduk mengitari meja tersebut.
“Keponakan om sudah datang” ucap laki-laki itu sembari beranjak dari tempat duduknya, ia kemudian menghampiri
Reina dan memeluknya.
Reina memutar bola matanya malas saat berada dalam pelukan omnya, sebab ia tahu siapa sebenarnya omnya itu,
orang yang penuh dengan tipu muslihat.
“Ayo duduk” ucapnya sambil melepaskan pelukannya.
Reina kemudian mendudukkan tubuhnya di kursi, di atas meja sudah tersedia berbagai macam hidangan dengan
lauk pauk yang lengkap seperti daging, ikan serta sayur-sayuran.
“Ayo Rei makan tante sudah siapin semuanya buat kamu” tutur Vina istri Alex.
Reina menanggapinya dengan senyum tipis, entah apa yang sedang mereka rencanakan kali ini, itulah yang ada di
pikiran Reina, karena sudah di tawari untuk makan, tanpa malu-malu Reina mengambil berbagai macam lauk di sana.
“Kelihatan banget nggak pernah makan makanan enak” sindir Vira dengan memiringkan sudut bibirnya.
“Yah itu karena aku tiap hari makan tempe sama sambel doang, ngelihat makanan banyak kayak gini sayang kalau
__ADS_1
nggak di habisin, mubazir” celetuk gadis cantik berambut panjang itu, dengan lirikan tajam mengarah ke sepupunya, membuat Vira yang melihatnya merinding.
Setelah selesai makan Reina langsung menanyakan maksud om nya yang mengundang gadis itu bertandang ke
rumahnya, pasti ada alasan di balik itu semua. Ia tak lagi mempercayai Alex semenjak kematian ayahnya apalagi warisan yang seharusnya untuk dirinya malah jatuh ke tangan Alex mengusai semuanya.
Alex kemudian mengajak Reina ke ruang kerjanya, di sana ada beberapa dokumen yang sudah di siapkan Alex untuk keponakannya itu. Tidak hanya Reina yang masuk ke ruang kerja Alex namun Vina istri Alex pun ikut masuk ke dalam.
“Duduk Rei” pinta Alex kepada keponakannya itu agar duduk di sofa.
Reina pun mendudukkan tubuhnya di sofa, Vina juga tak ketinggalan ia duduk di sofa di sisi yang lainnya sambil
matanya terus memandang ke arah Reina.
Alex mengambil map berwarna merah yang berada di atas meja kerjanya, lalu membawanya ke hadapan Reina.
Tanpa basa basi Alex menyuruh Reina untuk menandatangi dokumen yang ada di dalam map merah tersebut, bahkan Alex tak menyuruh Reina untuk membacanya terlebih dahulu sebelum dokumen itu di tandatangani olehnya.
“Dokumen apa ini om?” tanya Reina dengan wajah serius.
“Om pikir Reina bodoh, menandatangani dokumen tanpa tahu isinya, haah lucu sekali” bicaranya dengan terkekeh.
“Cepat tanda tangani atau...”
“Atau apa om” sambar Reina, ia lalu beranjak dari duduknya. “Om ngancam Reina” sambung gadis itu lagi tak kalah sengit.
Reina kemudian meninggalkan ruangan kerja Alex, gadis itu bahkan menutup pintu dengan kasar, membuat Vina yang masih duduk di sofa terkejut.
“Reina menjadi ancaman baru buat kita, dia sudah berubah bukan Reina yang dulul lagi” terang Alex sambil menatap ke arah pintu.
“Jadi sekarang kita harus bagaimana sayang?”
“Aku akan memikirkan caranya” kemudian Alex keluar dari ruang kerjanya mengikuti Reina yang keluar lebih dulu, ia mengintip Reina dari balik gorden dan melihat keponakannya sedang berbicara dengan laki-laki
“Siapa laki-laki yang bersama Reina” gumamnya.
__ADS_1
“Papah lagi ngintipin siapa sih?” tanya Vira dari belakang yang membuat Alex terkejut.
“Kamu itu, ngagetin papah aja” kata laki-laki paruh baya itu.
Vira yang penasaran dengan apa yang sedang papahnya lihat, kemudian menyibakkan sedikit gorden jendela lalu ia melihat Reina sedang masuk ke dalam mobil dan di sampingnya ia melihat laki-laki tampan yang bertemu dengannya, yah itu adalah Zen.
“Itu kan Zen” ucapnya dengan menautkan kedua alis.
“Kamu kenal laki-laki itu?” tanya Alex.
“Dia Zen pemilik kafe tempat Reina kerja” jawab Vira.
\~\~\~
\~\~\~
Di dalam mobil, Zen terus memperhatikan kekasihnya yang semenjak keluar dari rumah om nya dia hanya diam
membisu, laki-laki itu pun tak ingin bertanya ia berharap Reina lah yang mengatakan lebih dulu apa yang terjadi di
rumah Alex tadi.
Tak lama mereka akhirnya sampai di kampus, ketika gadis itu akan turun dari mobil, Zen meraih tangan Reina, ia
menggenggam erat tangan kekasihnya itu. Reina pun ikut menggenggam tangan Zen sambil menyunggingkan senyum.
“Aku akan ceritakan nanti sama kamu” ucap gadis itu, Zen menaggapinya dengan anggukan lalu ia mendekatkan
bibirnya ke kening gadis itu dan meninggalkan kecupan lembut di keningnya sebelum Reina keluar dari mobilnya.
Maaf ya baru bisa UP 🙏
selamat membaca teman-teman
jangan lupa like dan komennya ya...
__ADS_1
terima kasih