
“Om minta aku datang ke rumahnya mas” ucap Reina, gadis itu kemudian meminum air yang di ambilkan Zen untuknya. Dalam satu tegukan air yang ada di dalam gelas habis tak tersisa setetes pun.
“Terus kamu akan datang kesana?”
Reina menggeleng pelan “aku nggak tahu, menurut mas bagaimana?” gadis itu balik bertanya.
“Sebaiknya kamu datang saja, supaya kamu juga tahu apa yang ingin om kamu bicarakan, Mas akan nemenin kamu, karena mas nggak bisa ngebiarin kamu pergi ke tempat bahaya kayak gitu”
“Iya” jawab gadis itu singkat, Zen yang duduk di sampinganya lalu memeluk tubuh gadis itu dengan erat. Hingga
tiba-tiba Daniel masuk ke ruangan dan melihat adegan romantis antara bosnya dan Reina.
“Maaf” ucapnya, Daniel kemudian membalikkan badannya bermaksud meninggalkan ruangan tersebut, namun langkahnya terhenti ketika Zen memanggilnya.
“Kamu mau kemana Niel?”
Daniel tersenyum canggung, kemudian kembali berjalan menghampiri bosnya yang duduk di sofa.
"Ada apa?" tanya Zen.
“Aku mau izin cuti mas dua hari, soalnya saudaraku mau nikah”
“kapan?”
“Minggu depan”
Zen memberi izin cuti pada Daniel, setelah mendapat izin cuti laki-laki itu keluar dari ruangan bosnya dengan senyum mengembang dari kedua sudut bibirnya.
“Bagaimana mas?” tanya Nadia ketika melihat Daniel berjalan ke arahnya.
__ADS_1
“Dapet izin dong” ucapnya senang.
“Sarah mau diajak juga ke nikahan saudaranya mas Daniel?”
Daniel terdiam tak mengomentari pertanyaan Nadia karena ia memang belum memberitahu Sarah tentang saudaranya yang akan menikah. Kemudian laki-laki itu tersenyum dan berlalu pergi meningggalkan Nadia yang tampak bingung.
\~\~\~
Pukul 22.00 malam kafe baru saja tutup, Nadia keluar dan melihat Rian sudah menunggunya di depan, gadis itu
berjalan menghampiri kekasihnya sembari menyunggingkan senyum sumringah, rasa lelahnya hilang seketika.
“Ayok” ucap gadis itu sembari naik ke motor. Kemudian Rian melajukan motornya mengantar Nadia ke rumahnya.
Reina keluar dari kafe dan melihat Zen sudah menunggunya di dalam mobil, gadis itu masuk ke dalam duduk manis di samping kekasihnya itu.
“Aku temenin kamu ya..., aku nggak tenang kalau kamu pergi sendiri kesana”
Tak ada komentar, gadis itu hanya menganggukan kepalanya, mobil melaju dengan kecepatan sedang melewati jalanan yang lengang sesekali ada mobil lain menyalip kendaraan yang di tumpangi Zen.
Reina turun dari mobil ketika sampai di kontrakannya, gadis itu tak langsung masuk ke dalam ia menatap mobil Zen sampai tak terlihat lagi. Ketika ia baru saja akan melewati gerbang, segerombolan tetangganya yang julid menatap Reina dengan tatapan sinis.
“Yang habis pulang kerja di antar sugar daddy nya, kira-kira di bayar berapa ya kalau sampai malam kayak gini”
salah seorang tetangga yang menyindir Reina, namun gadis itu tetap berjalan tanpa menghiraukan sindiran tersebut.
“Ya pasti banyak lah” sahut tetangga yang lain.
Reina masuk ke dalam kontrakannya, ia berdiri di belakang pintu dengan menyenderkan punggungnya, ingin sekali rasanya gadis itu pindah dari kontrakan ini.
__ADS_1
Reina mengambil ponselnya di dalam tas, ia mengirim pesan pada Zen untuk membantunya mencari tempat tinggal
baru.
\~\~\~
Di tempat lain, Daniel yang baru pulang mampir ke rumah Sarah, ia berniat untuk memberitahu kekasihnya tentang pernikahan saudaranya yang akan di laksanakan minggu depan. Laki-laki itu ingin mengajak Sarah untuk diperkenalkan dengan saudaranya, namun sayang saat sampai di rumah Sarah, laki-laki itu di beritahu oleh asisten rumah tangga jika anak majikannya tidak ada di rumah, semua nya sedang pergi keluar.
Daniel kemudian kembali, namun sebelum pergi ia menitip pesan pada asisten rumah tangga kediaman Sarah untuk mengatakan jika tadi ia datang. Baru beberapa menit yang lalu Daniel pergi, Sarah dan orang tuanya pulang. Seperti pesan Daniel tadi, asisten rumah tangga Sarah yang bernama Odeh menyampaikan pesan yang di tinggalkan Daniel untuk anak majikannya itu.
Sarah segera naik ke lantai atas menuju kamarnya, ia mengambil ponsel yang ditinggalnya di kamar, lalu menghubungi nomor Daniel. Namun sayang nomor laki-laki itu tidak tersambung membuat Sarah bingung.
“Siapa yang nyari Sarah bik?” tanya mamahnya Sarah yang bernama Sinta.
“Itu nyonya temannya mba Sarah” jawab bik Odeh.
“Laki-laki atau perempuan?” tanya Sinta lagi karena penasaran.
“Laki-laki nyonya” Bik Odeh lalu kembali ke dapur untuk melanjutkan pekerjaanya.
Sinta dan suaminya saling memandang dan tersenyum, baru kali ini ada laki-laki yang mencari putri mereka.
Kemudian kedua suami istri itu berjalan ke kamar untuk mengistirahatkan tubuh mereka yang kelelahan.
Di atas Sarah terus saja menghubungi Daniel, namun lagi-lagi nomornya tidak tersambung, membuatnya semakin khawatir takut terjadi sesuatu dengan kekasihnya itu. Karena terlalu lama menunggu akhirnya Sarah tertidur pulas di atas ranjangnya.
Beberapa hari nggak UP
selamat membaca teman-teman...
__ADS_1