
Matahari mulai terbenam keperaduannya di ufuk barat, membuat langit berubah warna jingga keemasan, suasana indah tercipta dari secercah cahaya matahari yang mulai redup. Ketiga pasangan itu menikmati suasana romantis di atas kapal pesiar.
“Yuk kita balik ke villa disini sudah mulai gelap” seru Zen.
Kapal mulai berjalan menuju daratan, setelah sampai mereka semua turun dan kembali ke villa. Rasa lelah menggelayuti tubuh mereka, Reina, Sarah dan Nadia langsung berjalan masuk menuju kamar untuk merebahkan tubuh mereka di atas ranjang.
Setelah beberapa menit meregangkan punggung di atas ranjang, Reina beranjak bangun dan melangkahkan kakinya ke kamar mandi, ia mengisi air di bathtup dengan air hangat berniat berendam disana.
“Aah segarnya” ketika gadis itu sudah berendam di dalam bathup.
Tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka, Reina yang tengah santai berendam di bathup terperanjak melihat Sarah yang langsung menerobos masuk ke dalam.
“Sarah ngagetin aja, kalau masuk ketuk pintu dulu kek” keluhnya kesal, bukannya minta maaf Sarah malah tersenyum lalu menanggalkan semua pakaiannya dan ikut berendam di dalam bathup.
“Sempit Sar” gerutu Reina yang harus barbagi bathup dengan Sarah.
Gadis itu membelakangi tubuh Reina dan merasakan ada benda kenyal menempel di punggungnya, rasa geli
membuatnya bergerak kesana kemari.
“kamu ngapain sih Sar?” tanya Reina yang heran melihat sahabatnya, gadis itu tak sadar bahwa dua benda kenyal
miliknya menempel pada punggung Sarah.
“Rei, punya lo kayaknya makin gede aja” celetuk Sarah yang langsung membuat Reina tersadar dan menatap
dadanya. Reina tertawa geli begitu pun Sarah.
__ADS_1
“Hasil karya mas Zen ya” celetuknya lagi yang membuat Reina reflek memukul punggung Sarah hingga membuat gadis itu memekik kesakitan.
“Sakit Rei, lo pake tenaga dalam ya” keluh Sarah sambil mengelus punggung dengan salah satu tangannya.
Mendengar suara berisik dari dalam kamar mandi membuat Nadia terbangun, karena penasaran akhirnya ia turun
dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi, saat gadis itu membuka pintu terlihat Sarah dan Reina sedang asyik bermain air di dalam bathup, Nadia yang tak mau ketinggalan ikut menanggalkan bajunya dan langsung masuk ke dalam bathup. Ia mengambil tempat di tengah-tengah antara Reina dan Sarah.
“Geser sedkit” ucap gadis itu yang membuat di dalam bathup terasa makin sempit.
Namun mereka bertiga menikmati keseruan yang tak pernah mereka lakukan sebelumnya, berendam di dalam bathup yang ukurannya tidak terlalu besar, berdempet-dempetan hingga merasakan tubuh mereka yang saling menempel satu sama lain, tak ada rasa malu lagi hanya keceriaan yang mereka rasakan.
Setelah puas bermain, ketiga gadis itu keluar dari kamar mandi setelah terlebih dulu membilas tubuh mereka.
“Enak kali ya kalau kita punya saudara perempuan, bisa seru-seruan bareng kayak tadi” ujar Sarah ketika memakai
Setelah memakai baju, mereka semua keluar dari kamar dan mencium aroma ikan bakar yang berhembus di hidung mereka, kemudian ketiga gadis itu berjalan mencari asal bau enak yang membuat perut mereka keroncongan. Bau enak tersebut mengarah ke halaman belakang. Ketiga gadis itu melihat para lelaki sedang membakar ikan hasil memancing tadi.
"Kalian habis ngapain, kenapa baru keluar?” tanya Zen yang sibuk mengoles ikan dengan bumbu yang sedang di bakarnya.
“Habis mandi mas” jawab Reina.
“Sebenarnya kita habis main-main di kamar mandi mas” timpal Sarah. Nadia dan Reina memandang Sarah dan memberi kode agar gadis itu tak mengatakan apa yang telah mereka lakukan di kamar mandi.
Sarah yang tak bisa menutup mulutnya, akhirnya mengatakan apa saja yang terjadi di kamar mandi, ketiga lelaki
itu bengong dengan mulut menganga lebar setelah mendengar keseruan para gadis di kamar mandi.
__ADS_1
“Kenapa nggak ngajak-ngajak” seloroh Zen disertai anggukkan kepala Daniel dan Rian yang di tanggapi sinis oleh ketiga gadis itu.
\~\~\~
\~\~\~
Setelah ikan bakarnya matang, mereka semua makan dengan lahap hingga menyisakan tulangnya saja. Zen kemudian mengajak Reina menjauh dari keramaian dan membawanya ke depan.
Laki-laki itu tergelitik ketika teringat kembali kata-kata Sarah yang membuatnya menatap bagian dada kekasihnya.
“Aku boleh ikut ngecek nggak, biar tahu yang di bilang Sarah itu benar, punya kamu makin gede” ucap Zen dengan wajah polos tanpa dosa ketika mengatakan hal tabu dengan gamblangnya.
Mendengar ucapan Zen sontak membuat tangan Reina reflek menutupi kedua dadanya “Mas Zen apa-apan sih” dengus gadis itu sembari mengerucutkan bibirnya.
Zen terkekeh melihat Reina dengan spontan menutupi dadanya, laki-laki itu kemudian mengulurkan tanganya meraih pinggul ramping kekasihnya dan memeluknya.
Reina terdiam dalam pelukan hangat tubuh Zen hingga akhirnya laki-laki itu membuka mulutnya dan berkata.
“Rasanya empuk” seloroh Zen sembari menekan badannya hingga benar-benar menempel pada tubuh Reina.
Reina memukul punggung Zen dengan keras agar laki-laki itu tidak berkata sembarangan, malam terakhir di villa
mereka lalui dengan bermesraan di bawah langit yang dipenuhi dengan hamparan bintang yang berkelap-kelip di atas sana.
Yuk tinggalkan jejak kalian di bawah 👇👇👇
Jangan lupa like dan komennya ya...
__ADS_1
terima kasih 😘