CINTAI AKU SELAMANYA

CINTAI AKU SELAMANYA
BAB 23


__ADS_3

Satu hari sebelum keberangkatan David  dan Rania ke luar negeri, Reina datang ke hotel tempat kakaknya menginap sepulang kerja, ia naik ke lantai 20 menuju kamar David setelah sampai di hotel.


Ting...


Suara pintu lift terbuka, Reina mengayunkan kakinya keluar dari lift menuju kamar yang di tempati David dan Rania, saat ia sudah sampai di depan kamar yang berada di pojok Reina berdiri beberapa saat seraya menatap pintu kamar tersebut. Cukup Lama ia berdiri di sana hingga membuat perhatian pegawai hotel yang lewat di belakangnya. Reina yang sadar sedang di perhatikan, akhirnya mengetuk pintu kamar nomor 1245 itu.


Ceklek...


Suara pintu di buka dari dalam dan keluarlah laki-laki tampan dengan memakai celana pendek selutut dan kaos


oblong dengan senyum simpul yang ia perlihatkan di bibirnya.


“Masuk Rei” seru David.


Reina melangkahkan kakinya masuk ke dalam dan David yang masih di belakangnya kemudian menutup pintu. Melihat Reina datang kakak iparnya yang sedang duduk di atas ranjang langsung turun dan menghampiri Reina.


“Kok baru datang Rei?” tanya Rania seraya memeluk tubuh adik iparnya itu.


“Iya mba, soalnya tadi kafe lagi ramai jadi kita pulangnya rada telat” sahut Reina menjelaskan.


Kemudian mereka duduk di atas sofa, sesekali mata Reina mengedarkan pandangannya ke segala arah melihat


ruangan kamar hotel yang luas itu. David mengambil minuman dingin dari lemari es yang ada di dalam kamar, lalu meletakkannya di atas meja.


“Minum Rei”


“Iya Mas” Reina mengambil minuman tersebut lalu menenggaknya hingga tersisa setengah saja di dalam botol, ia memang sedang kehausan setelah perjalanan yang cukup jauh dari kafe ke hotel.

__ADS_1


“Mas, mba, maaf aku nggak bisa ikut kalian” tanpa basa-basi Reina akhirnya mengatakan apa yang ia pikirkan


beberapa hari ini, ia sudah memikirkannya secara matang, dan keputusan akhirnya ia tetap tinggal sendiri disini.


Tak ada raut wajah terkejut atau pun kecewa dari kedua kakaknya, karena jawaban Reina ini sudah di prediksikan


oleh David, mereka menanggapinya dengan senyuman.


“Nggak apa-apa Rei, sebenarnya kita sudah tahu pasti kamu akan menolaknya, tapi usaha bolehkan siapa tahu kamu berubah pikiran” ujar Riana yang duduk di samping Reina.


Reina menoleh ke arah kakak iparnya itu, lalu menjatuhkan tubuhnya ke pelukan Riana seraya meminta maaf karena tak bisa memenuhi keinginan meraka. David yang duduk di hadapannya kedua wanita yang di sayanginya lalu beranjak dari duduknya dan berjalan menghampiri kedua wanita cantik itu, kemudian memeluk mereka. Tak terasa kedua sudut mata Reina berair lalu sedikit demi sedikit air matanya mulai membasahi pipi mulusnya.


Setelah cukup lama mereka dalam situasi yang mengharukan Reina kemudian meminta ijin untuk pulang karena malam sudah mulai larut, awalnya Riana meminta adik iparnya itu untuk menginap saja di hotel namun Reina menolaknya, karena perjalanan yang cukup jauh jadi bisa memakan waktu lama bila ia menginap di hotel. Akhirnya David mengantar Reina ke kontrakannya.


Mereka sampai di kontrakkan setelah menempuh dua jam perjalanan, Reina langsung turun dari mobil, ia berdiri di


Reina merebahkan tubuhnya di ranjang setelah masuk ke dalam kamar kontrakkannya, matanya menatap ke atas


langit-langit ruangan kamarnya yang kecil itu, karena tak bisa menahan kantuk lama-lama matanya pun terpejam kini ia sudah terlelap masuk ke alam mimpinya.


Keesokan harinya seperti biasa ia bangun pagi-pagi setelah mendengar bunyi alarm jam dari ponsel yang ia letakkan tidak jauh dari tubuhnya. Reina menatap jam yang ada di dalam benda pipih miliknya itu.


“Jam setengah enam” gumamnya lirih, lalu ia bangun dari tidurnya dan langsung turun dari ranjang kamudian melesat ke kamar mandi.


\~\~\~


Hari ini ia tidak kuliah dan tidak bekerja karena akan mengantar David dan Riana ke bandara, Reina sudah

__ADS_1


meminta ijin pada Daniel selaku manager kafe tempatnya bekerja, awalnya ia akan meminta ijin pada Zen selaku owner kafe tersebut namun Zen tak ada di ruang kerjanya dan ponselnya pun tidak bisa di hubungi.


Setelah beberapa menit membersihkan tubuhnnya Reina keluar dari kamar mandi dan ia sudah berpakaian rapi, ia


berjalan menuju cermin yang tergantung di tembok dan mulai menghias wajahnya dengan foundation dan bedak, tak lupa ia menyematkan lipstik tipis di bibirnya yang mungil, setelah dirasa penampilannya sudah oke, Reina buru-buru keluar kontrakan dan menyetop taksi yang melintas di depannya.


Reina sampai di bandara setelah bermacet-macetan di jalan karena berbarengan dengan para pegawai yang akan


bekerja jadi lalu lintas sangat padat.


“Rei” seru David saat melihat adiknya yang sedang celingukan mencari keberadaanya, Reina kemudian berjalan perlahan menghampiri mereka.


\~\~\~


Di kafe, Zen terlihat turun dari mobil setelah memarkirkannya, ia kemudian berjalan masuk ke dalam kafe.


“Pagi Mas Zen” sapa Daniel dan Nadia yang sudah terlebih dulu berada di kafe.


“Pagi” balas Zen sambil melambaikan tangan, kemudian ia berjalan ke dalam ruang kerjanya, baru saja ia akan mendudukkan tubuhnya di kursi ia teringat jika tadi ia hanya melihat dua pegawainya saja, ia tak melihat Reina di sana. Zen keluar dari ruang kerjanya menuju ke depan dimana Daniel dan Nadia berada kemudian menanyakan keberadaan Reina.


“Reina mana? Kok nggak kelihatan?” tanya Zen.


“Dia nggak ngasih tahu mas kalau hari ini dia ijin, bilangnya dia ke bandara” sahut Daniel.


Mendengar apa yang di katakan Daniel sontak saja membuat Zen terkejut, ia berpikir jika Reina ikut dengan kakak angkatnya ke luar negeri, tanpa pikir panjang Zen langsung berjalan keluar kafe tanpa mendapat penjelasan lebih dari Daniel, laki-laki tampan itu langsung tancap gas mengemudikan mobilnya menuju bandara.


Akhirnya UP lagi setelah sekian lama bertapa di gunung 🤣

__ADS_1


__ADS_2