CINTAI AKU SELAMANYA

CINTAI AKU SELAMANYA
BAB 26


__ADS_3

Setelah kuliah Reina langsung menuju tempat kerjanya yang memang tidak jauh dari kampus, hanya dengan


berjalan kaki ia bisa langsung sampai di kafe. Reina membuka pintu kafe yang terbuat dari kaca lalu masuk ke dalam, terlihat Nadia sedang mengobrol dengan Daniel di sisi meja bar.


“Sarah nggak ikut ke sini Rei?” tanya Daniel yang melihat Reina datang seorang diri.


“Nggak Mas, dia bilang mau nganterin mamahnya ke Mall” sahut Reina yang berjalan mendekat ke arah Daniel


dan Nadia.


“Aku ganti seragam dulu ya”


Reina kemudian masuk ke dalam untuk berganti seragam saat melewati ruangan kerja bosnya, matanya melirik ke


dalam dan melihat kursi kerjanya masih kosong, itu tandanya bosnya masih belum datang ada persaan lega dalam dirinya setidaknya ia tak harus melihat bosnya, kemudian gadis cantik itu masuk ke ruangan untuk berganti seragam.


Setelah berganti seragam Reina kemudian keluar dari ruang ganti dan kembali berjalan menuju meja bar. Dalam perjalanan menuju bar tak sengaja ia berpapasan dengan Zen yang baru datang. Mereka saling bertabrakan satu sama lain hingga tubuh Reina hampir jatuh namun dengan sigap tangan Zen langsung meraih tubuh Reina.


“Hampir saja” seru Zen yang terlihat khawatir pada anak buahnya itu, kalau saja ia tak memegangi tubuh Reina, mungkin gadis itu sudah jatuh tersungkur.


Reina menatap nanar mata Zen, kemudian ia memundurkan tubuhnya selangkah setelah Zen tak lagi memegangi


dirinya.


“Teima kasih mas, maaf karena aku buru-buru jadi nggak merhatiin jalan” tutur Reina.


“Nggak kamu doang kok yang salah, aku juga salah” balas Zen, kamudian laki-laki itu mendekatkan bibirnya ke telinga Reina “aku tunggu jawaban kamu sepulang kerja” ucap Zen seraya tersenyum simpul lalu ia masuk ke dalam ruang kerjanya.


Reina terperanjak mendengar apa yang baru saja bosnya katakan, gadis itu hanya menatap bosnya dengan tatapan penuh arti kemudian ia kembali melangkahkan kakinya menuju bar.


\~\~\~

__ADS_1


Entah kenapa hari ini terasa sangat cepat di lewati bagi Reina, ia merasa baru saja memulai kerja, sekarang malah sudah waktunya pulang.


“Berasa nggak Nad kalau hari ini waktu kayaknya cepet banget, tahu-tahu sekarang sudah mau pulang saja” tutur Reina pada Nadia ketika mereka membersihkan ruangan kafe.


Reina terlihat sedang menyapu lantai sedangkan Nadia membersihkan meja, Dari arah belakang Daniel datang dan


tiba-tiba menyahuti apa yang di katakan Reina pada Nadia.


“Itu mah perasaan kamu saja Rei”


Reina dan Nadia lalu menoleh ke arah Daniel dan mereka saling tertawa satu sama lain. Setelah tempatnya bersih


Reina dan Nadia lalu pergi ke ruangan untuk berganti pakaian, kamudian mereka berjalan beriringan keluar kafe, di depan sudah ada seorang laki-laki duduk di atas motor dan menatap ke arah kafe.


“Mas Rian” panggil Nadia seraya melambaikan tangan ke arah laki-laki yang bernama Rian.


“Itu pacar kamu?” tanya Reina.


Laki-laki yang bernama Rian itu turun dari motor dan berjalan menghampiri Nadia.


“Sudah lama ya nunggunya?” tanya Nadia.


“Nggak kok, aku juga baru sampai” jawab Rian, kemudian laki-laki itu mengalihkan pandangannya ke arah Reina.


“Oh iya kenalin ini teman aku namanya Reina” Nadia memperkenlakan Rian pada Reina.


Rian mengulurkan tangan, begitu pun Reina ia mambalas uluran tangan Rian. Mereka bertiga mengobrol sebentar,


sampai akhirnya Daniel dan Zen keluar dari kafe. Melihat Reina sedang mengobrol dengan laki-laki lain dihadapannya membuat Zen tidak senang, matanya menatap tajam ke arah laki-laki yang tidak di kenalnya.


“Aku duluan ya Rei” Nadia dan Rian berjalan beriringan menuju kendaraan roda dua yang terparkir di depan. Reina merespon dengan anggukkan dan ia menatap dua sejoli itu seraya menyunggingkan senyum di bibirnya.

__ADS_1


“Itu siapa Rei?” tanya Zen yang sudah berdiri di samping Reina, bahkan gadis itu pun tak menyadari kedatangan


bosnya.


Sontak saja Reina terkejut, dengan reflek tangannya menepuk lengan bosnya yang kekar itu. Daniel yang berada di belakang mereka hanya tersenyum melihat keisengan bosnya yang menurutnya lucu.


“Ehem...Ehem...aku duluan ya” seru Daniel, ia melambaikan tangan sembari berjalan menuju parkiran untuk mengambil mobilnya.


Zen membalas lambaian tangan Daniel, kini tinggal mereka berdua yang masih ada di depan kafe. Reina menghela


napas pelan seraya memikirkan hal apa yang akan terjadi selanjutnya pada dirinya, ekor matanya melirik ke arah Zen yang masih berdiri di sampingnya.


“Ayo pulang” ajak Zen


Reina mengangguk dan mengikuti Zen di belakangnya menuju parkiran, setelah mereka masuk ke dalam mobil, laki-laki itu tak langsung menyalakan mesin mobilnya, ia menatap ke arah Reina dan menanyakan jawaban atas pertanyaannya tadi malam.


“Gimana Rei?”


“Apa yang Mas Zen sukai dari aku, aku hanya seorang anak yatim piatu, pasti di luar sana banyak perempuan cantik yang ingin jadi pacar Mas Zen, kenapa Mas Zen milih aku?”


“Apa menyukai seseorang harus punya alasan? setiap kali Sarah menceritakan tentang dirimu, ada getaran di hati yang membuat aku nggak ngerti, walaupun saat itu aku belum kenal dan aku juga nggak tahu kamu seperti apa, tapi setelah bertemu sama kamu getaran dihati ku semakin tak terkendali” ungkap Zen panjang lebar yang membuat Reina tersenyum mendengarnya.


“Kenapa kamu malah senyum?” tanya Zen yang heran dengan respon gadis yang duduk di sampingnya itu.


“Jadi bagaimana sekarang?” tanya Zen lagi karena sudah tak sabar menunggu jawaban dari Reina.


“Ayo kita coba” tutur Reina.


“Maksudnya?”


Reina kembali tersenyum “ayo kita coba untuk menjalin hubungan” tuturnya lagi.

__ADS_1


Mendengar hal itu Zen tersenyum, ia langsung memeluk Reina dan mengucapkan terima kasih karena sudah menerimanya.


__ADS_2