
Zen menatap wajah Reina yang terlihat sangat cantik walaupun dengan polesan make up tipis, bibirnya yang merah merona membuat Zen ingin mencicipinya. Reina menoleh ke arah Zen dan mendapati laki-laki itu sedang memandangi dirinya.
“Kenapa mas?” tanya Reina yang heran melihat mata Zen yang tak berkedip menatap wajahnya.
Zen tersenyum sembari menelan salivanya, matanya terfokus menatap bibir mungil yang ada di hadapannya itu.
“Maaf Rei, aku sudah nggak tahan lagi” ucap Zen yang membuat Reina bingung dengan maksud ucapan
kekasihnya itu.
Zen mendekatkan wajahnya ke wajah Reina lalu ia mendaratkan sebuah ciuman di bibir gadis berparas cantik itu,
Reina yang mendapat serangan mendadak membelalakan matanya karena terkejut namun ia juga tak memberontak membiarkan Zen mencium bibirnya. Merasa apa yang dilakukannya di respon oleh Reina, laki-laki itu mengulurkan tangannya dan menarik tengkuk leher Reina untuk memperdalam ciumannya kemudian menyesap bibir gadis itu dengan penuh hasrat.
Zen melepaskan pagutannya, lalu mengusap lembut bibir Reina yang basah dengan tangannya, mereka kemudian
tersenyum setelah menyadari berciuman di tempat terbuka. Setelah itu mereka kembali ke villa dan mendapati dua laki-laki yang sedang mengobrol di teras.
“Dari mana mas?” tanya Daniel ketika melihat Zen yang baru saja sampai.
“Jalan-jalan aja di tepi pantai nyari angin” sahutnya, ia kemudian mengambil tempat duduk di sebelah Rian.
Sedangkan Reina langsung masuk ke dalam ia membayangkan bagaimana nikmatnya membaringkan tubuh di atas kasur yang empuk setelah lelah berjalan menyusuri pantai dengan Zen.
Ia membuka kenop pintu dan masuk ke dalam kamar melihat dua sahabatnya sudah tertidur pulas dengan posisi yang tidak beraturan. Reina menggeser pelan tubuh Sarah yang sudah berada di tepi ranjang ia lalu membaringkan tubuhnya di sebelah gadis cantik itu.
“Lo dari mana Rei?” tanya Sarah yang tiba-tiba terbangun karena merasa ada seseorang yang menggeser tubuhnya.
“Habis nyari angin” sahutnya dengan tersenyum.
__ADS_1
\~\~\~
\~\~\~
Keesokan harinya setelah mereka bangun dan sarapan, Zen mengajak pegawainya untuk menikamati kapal pesiar yang sudah Zen sewa. Zen berencana membawa mereka ke tengah laut untuk memancing dan menikmati keindahan alam bawah laut.
“Kita nggak perlu bawa pancing mas?” tanya Sarah.
“Nggak, semuanya sudah disiapin di kapal pesiar, kita tinggal bawa diri aja” sahut Zen.
“Kita bikin kompetisi siapa yang dapat ikan paling banyak aku kasih hadiah” sambung Zen lagi.
Mendengar kata hadiah, Sarah meminta Daniel untuk mendapatkan banyak ikan agar bisa mendapat hadiah,
begitupun Nadia ia juga sama meminta Rian untuk mendapatkan banyak ikan.
“Aku percaya sama Mas Zen pasti akan dapat ikan lebih banyak dari mereka” Reina menunjuk ke arah Daniel dan
juga Rian.
“Oke ayo kita buktikan” tutur Daniel dan Rian kompak, hingga mengundang tawa mereka yang ada di sana.
Mereka semua sudah menaiki kapal pesiar yang berjalan lambat di tengah lautan luas menikmati keindahan alam yang luar biasa.
“Aku takut kalau tiba-tiba hiu muncul terus nyerang kapal kita gimana? Kita mau sembunyi dimana coba, aku juga
nggak bisa berenang” celetuk Nadia yang membuat mereka semua tertawa ketika mendengarnya.
“Kamu kebanyakan nonton film sih, jadi pikirannya kemana-mana” sahut Reina seraya menepuk pundak teman kerjanya itu.
__ADS_1
Kapal pesiar berhenti di spot terbaik untuk memancing, para lelaki mulai melemparkan alat pancingnya ke laut setelah memasang umpan pada kail pancing dan menunggu dengan sabar kail pancingnya di sambar oleh ikan. Satu menit kemudian kail pancing milik Daniel bergerak seperti ada yang menariknya di bawah, dengan sigap ia menggulung tali pancing dan waw terlihat ikan besar menggelepar ingin meloloskan diri.
Raut wajah Sarah terlihat senang saat Daniel mendapatkan ikan pertamanya, ia meledek Reina dan Nadia sambil
menjulurkan lidahnya.
“Baru juga dapat satu, perjalanan kita masih panjang kita mah ngalah dulu ya Nad” tutur Reina barusaha agar tidak
terpengaruh ledekan Sarah.
Selanjutnya giliran kail pancing Zen yang di sambar ikan, laki-laki itu langsung menggulung tali pancingnya ke atas dan ikan berukuran besar dengan warna cantik terlihat tersangkut di kail pancingnya.
Begitu seterusnya beberapa jam mereka memancing terkumpul banyak ikan di wadah masing-masing. Mereka mulai menghitung satu per satu siapa yang mandapat ikan paling banyak. Dan hasilnya Zen lah yang mendapatkan ikan paling banyak. Wajah Sarah dan Nadia cemberut karena tidak jadi mendapat hadiah yang di janjikan Zen karena jumlah ikan milik Daniel dan Rian lebih sedikit dari Zen.
“Melihat usaha kalian untuk mendapatkan banyak ikan dari kegiatan memancing kita hari ini, aku sudah mutusin akan memberikan hadian pada kalian semua” tutur Zen yang langsung mendapat sorakan meriah dari pegawai kafenya.
Zen menatap Reina dengan penuh cinta membuat gadis cantik itu tersipu malu, kemudian ia meraih pinggul kecil
kekasihnya itu dan memeluknya di depan semua orang.
“Huuu....kalau mau mesra-mesraan jangan di sini dong berasa dunia milik berdua yang lain cuma numpang” seloroh Sarah yang di tanggapi sinis oleh Zen.
“Bilang aja kamu juga pengen di peluk sama Daniel” ujar Zen yang tak mau kalah.
Tinggalkan jejak kalian di bawah
jangan lupa like dan komennya ya...
terima kasih
__ADS_1