CINTAI AKU SELAMANYA

CINTAI AKU SELAMANYA
BAB 36


__ADS_3

Pukul 24.00 malam Daniel baru sampai di rumahnya, ternyata di jalan terjadi insiden kecil, mobil yang di


kendarainya mengalami pecah ban, alhasil ia harus mengganti bannya terlebih dulu sebelum melanjutkan perjalanan pulang ke rumah. Dan lebih parahnya lagi tidak ada alat untuk mengganti ban di bagasinya seperti dongkrak dan kunci. Untung saja tidak jauh dari tempatnya berhenti ada bengkel yang masih buka, Daniel meminta bantuan pada montir untuk mengganti bannya.


“Terima kasih ya mas” ucap Daniel, ketika montir itu selesai mengganti bannya, tak lupa ia memberikan uang jasa kepada montir itu.


Daniel kemudian masuk ke dalam mobil dan menjalankannya menyusuri jalanan malam yang sepi membuatnya melajukan mobil dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai di rumah.


Setelah sampai di rumah ia langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang, lalu teringat dengan ponselnya yang mati. Kemudian ia mengambil charger di dalam nakas untuk mengisi daya ke ponselnya.


Ketika Daniel menyalakan ponselnya banyak sekali notifikasi pesan dan panggilan masuk dari Sarah, ia berpikir untuk menghubungi kekasihnya namun setelah melihat jam, Daniel urungkan niatnya dan mulai memejamkan matanya.


Keesokan paginya Daniel yang sudah bangun dan berpakaian rapih bersiap berangkat ke kafe namun sebelum itu


ia mampir ke rumah Sarah sekalian mengantar kekasihnya ke kampus.


Tiga puluh menit kemudian Daniel sampai di rumah Sarah. Ia turun dari mobil lalu berjalan menuju pintu dan menekan bel.


Ting...Tong...Ting...Tong...


Bik Odeh yang berada di dapur mendengar suara bel berbunyi, ia bergegas ke depan untuk membuka pintu.


“selamat pagi bik” sapa Daniel sopan tak lupa sembari menyunggingkan senyum.


“Eh mas yang kemarin, pasti mau ketemu mba Sarah” ujar bik Odeh yang membuat Daniel tersenyum malu.


“Iya bik” jawab laki-laki itu singkat.

__ADS_1


“Sebentar ya mas saya panggilin mba sarahnya dulu, silahkan masuk mas”


“Saya nunggu di depan aja bik”


Bik Odeh kemudian masuk ke dalam hendak memanggil anak majikannya yang masih berada di kamar, saat menaiki tangga bik Odeh berpapasan dengan Sinta.


“Siapa yang datang bik?” tanya Sinta.


“Itu nyonya temannya mba Sarah yang semalem datang” bik Odeh lalu meninggalkan majikannya yang masih berdiri di tangga kemudian berjalan menuju kamar Sarah, ketika akan mengetuk pintu tiba-tiba gadis itu membukanya dari dalam membuat mereka berdua sama-sama terkejut.


“Bik Odeh” seru Sarah.


“Mba di depan ada yang nyariin, itu laki-laki yang semalam datang” tutur bik Odeh yang membuat Sarah langsung


berjalan menuruni tangga menuju ke depan.


“Kata bik Odeh semalam kamu kesini?” tanya sarah yang di respon dengan anggukkan oleh Daniel.


“Iya, tapi kamu nya nggak ada, aku mau ngabarin kamu ternyata ponsel aku kehabisan batrei”


“Pantesan aja aku telepon kamu nggak bisa”


Dari dalam Sinta yang penasaran dengan teman anak perempuannya itu keluar, membuat Daniel menjadi canggung karena ini kali pertama ia bertemu dengan orang tua Sarah.


“Sar temannya kok nggak di ajak masuk” ujar Sinta.


Daniel tersenyum dan memperkenalkan diri seraya mengulurkan tangan “pagi tante, perkenalkan nama saya Daniel” ucapnya.

__ADS_1


Sinta membalas uluran tangan Daniel, lalu menyuruh Sarah untuk mengajaknya masuk ke dalam sekalian sarapan.


Dengan sopan Daniel menolak karena tidak enak, namun Sinta tetap menyuruh Sarah membawa Daniel ke dalam. Akhirnya laki-laki itu pun masuk ke dalam bersama Sarah dan Sinta. Di meja makan terlihat papahnya Sarah sudah duduk di sana sembari menyantap sarapan yang di buat oleh bik Odeh.


\~\~\~


\~\~\~


Sementara di waktu yang sama namun berbeda tempat, Reina dan Zen berada di dalam mobil menuju kediaman Alex,adik kandung ayahnya Reina. Sepanjang perjalanan Reina terlihat gelisah dan tidak tenang, itu bisa di lihat dari wajahnya dan kakinya yang selalu bergerak. Di persimpangan jalan mobil berhenti karena lampu merah, laki-laki itu menoleh ke arah Reina lalu menggenggam tangan kekasihnya agar membuatnya merasa tenang. Reina tersenyum dan menyenderkan kepalanya ke bahu Zen.


Bunyi klakson dari mobil di belakang mengagetkan mereka, ternyata lampu sudah berubah hijau, Zen


kemudian menjalankan mobilnya. Hanya butuh 30 menit bagi mereka untuk sampai di kediaman Alex. Reina turun dari mobil dan memandang rumah mewah di depannya yang bergaya eropa modern, rumah yang dulu pernah di tempatinya bersama ayahnya.


“Ayo kita masuk” ajak Zen.


“Aku akan masuk sendiri, mas tunggu di sini aja ya” pinta Reina yang tak mau kekasihnya terlibat masalah dengan keluarganya.


“Tapi...”


Laki-laki itu tak melanjutkan perkataannya ketika Reina menatap nanar matanya dengan penuh keyakinan, akhirnya


Zen pun mengalah ia menunggu di mobil, namun sebelum Reina masuk laki-laki itu berpesan jika terjadi sesuatu ia harus segera menghubunginya. Reina mengganguk, ia mengerti tentang kekhawatiran kekasihnya itu.


jangan lupa like dan komennya ya...


terima kasih

__ADS_1


selamat membaca


__ADS_2