CINTAI AKU SELAMANYA

CINTAI AKU SELAMANYA
BAB 34


__ADS_3

Hari berikutnya karena tak ada jadwal kuliah Reina dan Zen pergi ke kafe. Daniel dan Nadia juga sudah berada


di sana. Reina langsung masuk ke dalam untuk berganti seragam, setelah selesai berganti pakaian gadis itu berjalan menuju ruang depan menuju meja bar.


“Setelah liburan kemarin pikiran ku jadi segar” tutur Nadia pada sahabatnya itu.


“Semoga saja mas Zen bisa sering-sering ngajak kita liburan”sambung Nadia lagi yang di tanggapi dengan anggukan kepala Reina sambil tersenyum.


“Boleh asal keuntungan kafe tiap bulan meningkat” sahut Zen yang baru saja keluar dari ruang kerjanya.


Reina dan Nadia terkejut dan menoleh ke arah bosnya, senyum canggung terlihat di bibir kedua gadis cantik itu.


“Aku buang sampah dulu ya” Reina membawa plastik besar berwarna hitam ke belakang untuk membuangnya. Saat gadis itu tidak ada di meja bar. Dari arah pintu masuk, datang seorang gadis memakai dress pendek selutut masuk ke dalam kafe dengan gayanya yang angkuh. Ia berjalan berlenggak-lenggok menjadi pusat perhatian pengunjung kafe yang lain.


Gadis itu menghentikan langkahnya ketika sampai di depan meja bar, bukan untuk memesan minuman namun gadis berambut sebahu itu menanyakan Reina.


“Permisi, apa benar Reina bekerja di kafe ini?” tanya gadis itu yang ternyata adalah sepupu Reina yang bernama Vira.


“Iya benar” jawab Nadia, kemudian gadis itu balik bertanya “mba ini siapanya Reina ya?’ tanya Nadia.


“Aku sepupunya” jawabnya, Vira mengedarkan pandangan mengamati setiap sudut ruangan kafe.


“Bisa-bisanya dia kerja di kafe kecil begini” cibir Vira dengan memiringkan sebelah sudut bibirnya.


Nadia yang mendengarnya hanya geleng-geleng kepala, Kemudian Zen keluar dari ruang  kerjanya menghampiri Nadia yang sedang mengobrol dengan seorang perempuan. Vira yang melihat kedatangan Zen menatap laki-laki itu tanpa berkedip. Ia memuji ketampanan Zen yang berbeda dengan teman laki-laki nya yang lain. Sungguh sempurna makhluk ciptaan Tuhan yang satu ini, pikirnya.


“Ada apa Nad?” tanya Zen.

__ADS_1


“ini mas, mba ini nyari Reina dia bilang, dia sepupunya” jawab Nadia.


Tanpa malu-malu Vira yang sangat ingin berkenalan dengan Zen langsung megulurkan tangannya untuk memperkenalkan diri.


“Halo, kenalin aku Vira, sepupunya Reina” ucapnya, tanganya terulur ke arah Zen.


“Zen” sahutnya sambil membalas uluran tangan Reina.


Reina kemudian muncul setelah selesai membuang sampah, betapa terkejutnya gadis itu ketika melihat Vira ada


di depan dan sedang berbincang dengan Zen. Reina langsung menghampiri Vira dengan memperlihatkan wajah tidak senangnya.


“Ngapain kamu kesini?” tanya Reina to the point.


\~\~\~


Zen menatap Reina, terlihat jelas di wajah gadis itu jika kedatangan Vira tak di sambut baik olehnya. Kemudian


“Kangen, sudah lama nggak ketemu, aku kira kamu bakalan jadi gembel keliaran kesana kemari karena nggak punya uang dan tempat tinggal, ternyata kamu bisa hidup dengan baik, salut aku sama kamu” cibir Vira dengan senyum sinis.


“Aku bukan kamu yang bisanya ngandelin kekayaan orang tua, apalagi hasil kekayaan orang tua kamu dari ngerampok warisan saudara sendiri” balas Reina yang tak kalah sengit mencibir Vira hingga membuat gadis itu emosi dan hampir menampar wajah Reina.


"Kurang ajar kamu Rei" desisnya marah sambil mengudarakan tanganya ke arah wajah Reina.


Namun dengan sigap Reina mencekal tangan Vira lalu menghempaskannya membuat ia kasakitan.


Zen yang melihat membelalakan matanya lebar apalagi hal itu menjadi tontonan pelanggan kafe yang sedang

__ADS_1


berada di sana. Reina yang tersadar menjadi pusat perhatian lantas menarik tangan Vira dan membawanya keluar, ia tak enak pada Zen bila hal memalukan terjadi di kafenya.


“Jangan bikin ribut disini sebaiknya kamu pergi” Reina menyuruh Vira untuk pergi dari kafe karena membuat


keributan, hal itu akan mempengaruhi citra baik tempatnya bekerja.


“Sebenarnya aku males ketemu sama kamu, kalau bukan karena papah ku yang nyuruh, aku juga nggak bakalan nyari kamu”


“Ada perlu apa om Alex nyari aku?”


“Aku juga nggak tahu, papah nggak ngomong alasannya apa, tapi papah minta kamu untuk datang ke rumah ada hal yang mau dia bicarakan sama kamu”


Reina mengernyitkan keningnya karena merasa heran, ada perlu apa lagi om nya itu mencari dirinya, entah kenapa ia merasa ada firasat buruk yang akan terjadi bila ia datang ke rumah om nya itu.


Reina kembali masuk ke dalam setelah Vira meninggalkan kafe, ia berusaha untuk bersikap biasa saja setelah apa yang terjadi.


“Maaf mas Zen” ungkapnya yang merasa tak enak dengan bos sekaligus kekasihnya itu.


Zen meraih tangan Reina dan membawanya masuk ke dalam ruang kerjanya, Daniel yang melihat mereka berdua


merasa heran, apalagi wajah keduanya yang terlihat tidak baik-baik saja, ia lalu menanyakan pada Nadia apa yang terjadi. Nadia menceritakan semua yang dilihatnya pada Daniel.


Di dalam ruang kerjanya, Zen menyuruh Reina duduk dan mengambilkan segelas air minum untuk kekasihnya itu.


“Minum dulu Rei” laki-laki itu memberikan segelas air pada Reina yang tertunduk lesu.


Reina mendongakkan kepalanya dan menatap wajah kekaksihnya itu dengan mata yang berkaca-kaca menahan tangis.

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya


terima kasih


__ADS_2