CINTAI AKU SELAMANYA

CINTAI AKU SELAMANYA
BAB 40


__ADS_3

Pulang kerja Zen tidak mengantarkan Reina ke kontrakannya, laki-laki itu malah membawa kekasihnya ke


apartemen miliknya. Reina pernah memintanya untuk mencarikan kontrakan baru karena gadis itu sudah tidak kerasan tinggal di sana, punya tetangga yang selalu julid padanya.


Reina mengedarkan pandangan keluar jendela ketika mobil Zen melaju menyusuri jalanan malam yang sepi, hanya


sesekali ada mobil melintas dan menyalip mobil yang di kemudikan Zen namun laki-laki itu tetap dengan kecepatan sedang mengemudikan mobilnya.


“Mas ini jalan ke apartemen kamu?” dengan wajah heran Reina menanyakan hal itu pada Zen.


“Bukannya kamu pengen pindah kontrakan, aku mau ajak kamu lihat kontrakan kamu yang baru” timpalnya dengan


tersenyum smirik, maksud kontrakan yang baru Reina dalah apartemennya sendiri.


Reina manggut-manggut mendengar penjelasan Zen, gadis polos itu tidak menyadari bahwa kekasihnya itu akan


memberikan kejutan. Saat hampir sampai ke apartemen Zen, Reina kembali menanyakan kontrakannya yang baru, karena dari sini firasatnya sudah mulai tidak enak, Reina berkali-kali menoleh ke arah Zen, namun laki-laki itu tidak memperdulikan, ia tetap fokus mengemudikan mobilnya.  Hingga akhirnya mobil Zen masuk ke area apartemen menuju basement mencari parkiran kosong, setelah memarkirkan mobilnya Zen dan Reina turun dari mobil lalu menaiki lift.


Di dalam lift Reina terus melirik ke arah Zen, laki-laki itu menyadarinya hanya saja ia  bersikap tetap tenang agar kekasihnya tidak curiga.


“Mas, jangan bilang kontrakan baru aku itu apartemen kamu” Reina yang sudah tidak bisa lagi membendung rasa


penasarannya akhirnya gadis itu pun menanyakan pada Zen. Zen hanya menoleh ke arah Reina dan tersenyum.


Ting...

__ADS_1


Pintu lift terbuka, mereka sampai di lantai 20 dimana apatemen Zen berada, Reina berjalan mengikuti Zen dan masuk ke  apartemen kekasihnya itu setelah Zen membuka pintunya. Reina langsung mendudukkan tubuhnya di sofa, ketika ia melihat jam di tangannya gadis itu baru menyadari jika waktu sudah menunjukkan pukul 23.00 malam, seharusnya mereka bisa sampai di apartemen setengah jam yang lalu jika saja Zen tidak mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang.


Zen keluar kamar setelah mengganti baju, dan melihat Reina sedang duduk sambil menyelonjorkan kakinya di sofa.


“Ayo kita ambil barang-barang kamu di kontrakan” Ajak Zen seraya memakai jaket yang baru saja di ambilnya dari dalam kamar.


“Sekarang!”


“Iya sekarang, lebih cepat kan lebih baik,kamu juga udah nggak betah kan tinggal disana”


“Tapi ini udah malem mas”


“Aku harus balikin kunci ke ibu kontrakan, lihat sekarang jam berapa? Ibu kontrakan pasti udah tidur” kata Reina


sambil menunjuk ke arah jam dinding.


Reina menghela napas panjang, ia tak menyangka kekasihnya sudah mempersiapkan segalanya, Reina yang masih saja duduk membuat Zen gemas, ia menghampiri Reina dan menarik tangannnya agar gadis itu berdiri.


“Ayo” tutur Zen.


Zen berjalan keluar sambil menggandeng tangan Reina, menuruni lift menuju basement untuk mengambil mobil.


“Barang-barang kamu nggak banyak kan?” tanya Zen ketika ia akan menyalakan mesin mobilnya.


“Nggak” jawab gadis itu sambil menggelengkan kepala.

__ADS_1


“Mas cariin aku tempat yang lain aja, masa aku tinggal bareng sama kamu” keluh Reina, ia merasa tak enak bila


harus tinggal bareng dengan kekasihnya apalagi hubungan mereka cuma sebatas kekasih bukan suami istri.


“Orang-orang nggak akan peduli kalau kamu tinggal bareng sama aku, kamu juga nggak perlu bayar uang sewa,


kamu tahu kenapa aku nyuruh kamu tinggal bareng sama aku, biar aku bisa jagaian kamu” tutur laki-laki itu.


\~\~\~


\~\~\~


Mobil meluncur cepat menuju kontrakan Reina, ketika sudah sampai untungnya kontrakan dalam keadaan sepi, setidaknya Reina tidak harus berurusan dengan para tetangganya yang selalu julid jika melihatnya apalagi sekarang ia pulang ke kontrakan bersama laki-laki, kalau mereka melihat entah apa yang akan mereka katakan tentang dirinya.


Reina membuka pintu kontrakannya, ia langsung mengambil koper yang ia simpan di dalam lemari, lalu membereskan pakaiannya dan di masukkan ke dalam koper tersebut, tidak banyak barang yang ada di kontrakan Reina sehigga tidak butuh waktu lama baginya untuk mengepak barang yang akan di bawanya ke apartemen Zen, apalagi laki-laki itu juga membantunya.


“Udah beres semua kan?” tanya Zen ketika selesai mengepak.


“Udah mas” sahut Reina.


“Ya udah yuk, kita jalan” Zen membawa dua gardus sekaligus dengan tangannya, karena isinya pun tidak terlalu berat, dan bisa menghemat waktu biar tidak bolak balik. Sedangkan Reina membawa dua koper yang isinya baju dan barang-barang lain.


Mereka berjalan keluar kontrakan menuju mobil, Zen membuka bagasi mobilnya dan memasukkan semua barang milik Reina di dalam sana.


“Oke udah beres” ucapnya sambil menutup bagasinya, ia kemudian berjalan menuju pintu mobil dan masuk ke dalam, lalu mendudukkan tubuhnya di belakang kemudi. Di dalam mobil Reina sudah duduk manis di samping Zen.

__ADS_1


Zen menatap Reina dengan seulas senyum tipis sambil mengusap lembut rambut panjang kekasihnya itu, ia merasa senang karena akhirnya gadis yang di cintainya itu akan tinggal di apartemennya.


Selamat membaca...


__ADS_2