CINTAI AKU SELAMANYA

CINTAI AKU SELAMANYA
BAB 49


__ADS_3

Setelah kelas selesai Reina berjalan keluar seorang diri tanpa Sarah karena gadis itu mendapat tugas dari dosen, Reina melangkahkan kakinya menyusuri lorong kelas hingga sampai di pintu gerbang kampus. Kemudian melanjutkan lagi berjalan menuju kafe di bawah terik matahari yang menyengat Reina berjalan seorang diri, di tengah perjalanannya menuju kafe, ia merasa ada seseorang yang mengikutinya di belakang.


Reina menghentikkan langkahnya lalu menengok ke belakang mencari tahu apa benar ada orang yang mengikutinya atau hanya perasaanya saja. Setelah di rasa tidak ada yang mencurigakan, Reina kembali melanjutkan langkahnya.


Ketika hampir sampai di kafe, tiba-tiba ada dua laki-laki bertubuh kekar yang mencegatnya membuatnya


menghentikkan langkah, yang satu berada di depannya dan yang satu lagi di belakang.


“Apa anda mba Reina?” tanya laki-laki itu sopan, sebab ia mendapat amanat agar bisa membawa gadis cantik


itu tanpa paksaan.


“Iya benar, siapa kalian?” Reina balik bertanya, hatinya mulai resah ada perasaan takut dalam dirinya melihat dua laki-laki berbadan kekar menghadang langkahnya.


“Ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda, saya harap mba Reina mau ikut dengan kami” tutur laki-laki satunya sambil memandang lurus ke arah Reina.


“Siapa?” tanya Reina singkat, tubuhnya mulai gemetar, apa ia akan di culik, pikir gadis itu.


“Kami tidak bisa memberitahu, nanti mba Reina akan tahu sendiri jika sudah bertemu dengan beliau  secara langsung” masih berbicara dengan sopan.


“Kalau kalian tidak memberitahu siapa orangnya, aku tidak akan akan ikut dengan kalian” tegas Reina.


Dua laki-laki itu saling pandang satu sama lain, mereka teringat omongan orang yang menyuruhnya, kalau dia tidak


mau ikut, kalian boleh mengancamnya tapi tidak boleh menyakitinya.


“Sebenarnya kami tidak ingin memaksa anda, tapi kalau anda tidak mau ikut dengan kami, terpaksa kami berbuat


kasar” ancam laki-laki itu yang membuat tubuh Reina semakin gemetar.

__ADS_1


Reina celingak-celinguk mengamati keadaan sekitar, ada banyak orang sedang berlalu lalang, seandainya ia teriak


pasti akan ada orang yang menolongnya. Namun hal itu tak terjadi karena laki-laki yang berdiri di belakangnya seperti tahu apa yang akan di lakukan Reina.


“Jangan coba-coba teriak, jika tidak mau pisau ini mengogores kulit mulus mu” ancam laki-laki yang ada di


belakang Reina sembari menodongkan senjata tajam di belakang tubuh Reina.


Gadis itu diam tak berkutik saat sebilah pisau menempel di tubuhnya, ia pun mengurungkan niatnya berteriak untuk


mencari pertolongan.


“Ayo ikut kami” ucap laki-laki berbadan kekar lainnya. Akhirnya Reina pun menuruti perkataan dua laki-laki itu


dengan patuh. Gadis itu masuk ke dalam mobil berwarna putih yang terparkir tidak jauh dari mereka.


\~\~\~


\~\~\~


belakang, ia melihat Reina di bawa dua orang yang tak dikenal masuk ke dalam mobil. Secepat kilat Nadira mencoba mengejar mobil yang ditumpangi teman kerjanya itu, namun langakahnya tak sepadan dengan mobil yang melaju kencang itu.


Nadia berhenti sambil memegang lututnya yang kelelahan karena cukup jauh gadis itu berlari, napasnya pun


tersengal-sengal, melihat mobil yang di tumpangi Reina sudah menjauh, dengan berlari Nadia kembali ke kafe, gadis itu segera menemui Zen yang sedang duduk di belakang meja kerjanya.


Tanpa mengetuk pintu, Nadia langsung menerobos masuk ke dalam ruangan bosnya. Zen terkejut karena tiba-tiba


Nadia masuk ke ruangan dengan napas tersengal-sengal dan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


“Mas Zen” teriak Nadia.


“Ada apa Nad?” tanya Zen.


“Itu mas Reina” ucapnya dengan napas yang masih tersengal-sengal jarinya mengudara seakan sedang menunjuk sesuatu.


“Reina kenapa?” tanya Zen lagi, laki –laki itu kemudian beranjak dari duduknya dan melangkah perlahan mndekati


Nadia.


“Reina mas Reina”


“Iya Reina kenapa?” Zen mulai emosi karena Nadia masih belum memberitahu apa yang terjadi dengan kekasihnya


itu.


“Coba kamu tenang dulu, bicara pelan-pelan” sambung Zen yang masih penasaran dengan apa yang akan di katakan Nadia. Laki-laki itu kemudian mengambil sebotol minuman di atas meja dan memberikannya pada Nadia.


Nada menerima botol mimuman dari bosnya lalu menenggaknya dalam satu tegukan sampai habis, saat di rasa mulai tenang, Nadia akhirnya bisa memberitahu Zen apa yang terjadi dengan Reina.


“Aku lihat Reina di bawa dua orang laki-laki masuk ke dalam mobil” ucap Nadia.


Zen tersentak dengan pupil mata melebar tubuhnya gontai setelah mendengar hal itu namun ia tetap berusaha


tenang, “kamu tahu nomor polisi mobil yang membawa Reina?” tanya Zen.


Nadia menggeleng, ia tak bisa melihat dengan jelas karena jaraknya yang terlalu jauh, Zen kemudian menyuruh


Nadia kembali bekerja, ia kemudian memanggil Daniel dan memberi tahu tentang Reina, Daniel yang mendengarnya terkejut, ia bahkan menawarkan diri membantu bosnya untuk mencari tahu keberadaan Reina.

__ADS_1


Tinggalkan jejak kalian di bawah


Terima kasih...


__ADS_2