Dark Soul

Dark Soul
Cincin Roh


__ADS_3

Aafreda masuk kedalam kelas selanjutnya bersama Alex, kali ini dirinya harus berpisah dengan Achiel karena mereka memiliki kelas yang berbeda. Untungnya kali ini Aafreda dan Alex tak terlambat memasuki kelas.


"Selamat pagi kelas" Ungkap sang guru


"Selamat pagi Nyonya Bella"


Guru yang mengajar kali ini adalah Nyonya Bella merupakan salah satu guru yang mengajar di akademi spirit light. Nyonya Bella mengajar tentang alat sihir yang dapat digunakan oleh pengguna roh tanaman, walaupun roh tanaman tak memiliki kemampuan dalam roh senjata tidak memungkinkan bagi mereka untuk tak dapat menguasai alat roh.


"Hari ini kita akan mempelajari salah satu alat roh yang paling berguna dan penting bagi setiap para pengguna roh yaitu cincin roh"


"Ada yang tahu tentang cincin roh?" Tanya Nyonya Bella


Alex mengangkat tangannya tinggi-tinggi, Aafreda tak menyangka bahwa Alex akan mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut. Aafreda menggunakan tangannya untuk menompang dagu miliknya, dia ingin menikmati jawaban Alex yang akan dilontarkan.


Mari kita lihat jawaban dari darah murni Bangsa Ghoul ini.

__ADS_1


"Baik silahkan jawab Tuan Alejandro"


"Ibuku pernah mengatakan bahwa cincin digunakan sebagai sebuah alat untuk menikah"


Jawaban dari Alex membuat satu kelas tertawa, Aafreda menggelengkan kepalanya mendengar jawaban tak berlogika dari Alex. Ternyata Alex tak seperti yang ia bayangkan sama sekali.


Hah...Aku kira dia memiliki kepintaran di atas rata-rata, ternyata sama saja seperti aku.


"Hahaha jawaban yang sangat mengagumkan sekali Tuan, tapi bukan itu jawabannya. Baiklah aku akan menjelaskan"


Semua murid berseru "oh" sedangkan Aafreda hanya menatap guru Bella dengan pandangan datar. Aafreda tak tertarik untuk menemukan cincin roh sama sekali, karena di dalam novel sudah dikatakan bahwa Aafreda tak dapat menguasai cincin roh atau lebih tepatnya tak ada cincin roh yang cocok untuk dirinya.


Kelas Nyonya Bella telah selesai, semua murid kembali ke asrama mereka. Alex dan Aafreda berjalan di koridor sekolah dengan pelan, tiba-tiba sekelompok ras Undead menghalangi jalan mereka berdua.


"Hallo ras sampah" Ungkap Lucius

__ADS_1


Lucius bersama dengan gadis antagonis dalam novel, Aafreda menyimpulkan bahwa mereka satu kelompok sekarang. Aafreda masih tak menyangka bahwa anak ini sama sekali tak tahu malu, ingin sekali ia memukul anak tersebut.


"Jaga bicaramu Lucius"


Alex bersikap tegas kepada Lucius, walaupun ia terlihat bodoh didepan Aafreda tapi dihadapan orang lain dia bersikap sangat berbeda, Aafreda cukup terpukau dengan Alex yang tegas seperti ini.


"Jaga bicaramu Lucius" Ejek Lucius


Teman-teman Lucius tertawa karena hal itu, Aafreda tak terima dia mencoba untuk melawan mereka tapi Lucius menghadang Aafreda dan menggelengkan kepalanya dengan pelan.


"Kenapa? Kalian takut denganku? Ah benar, tentu saja kalian takut karena aku adalah ras tertinggi disini."


"Bukan kamu yang tertinggi tapi Atlas" Jawab Aafreda


"Hah...Tapi Atlas berasal dari ras ku, bukan ras elf yang selalu lemah seperti kamu. Sekarang mereka melahirkan anak buta mungkin saja tahun depan akan ada anak yang tidak bisa berbicara haha"

__ADS_1


__ADS_2