Dark Soul

Dark Soul
Wanita Tua


__ADS_3

Melihat wajah yang familiar didepannya Aafreda merasa sangat bersyukur, orang itu tak lain adalah Alex, teman sekamarnya saat di akademi beberapa tahun lalu.


"Apakah kamu merasa lebih baik sekarang?" Tanya Alex khawatir


"Alex... terimakasih, aku benar-benar berterimakasih."


"Jangan seperti itu, kita adalah teman. Melihatmu terluka seperti ini membuatku merasa sedih. Aafreda..." Alex menggenggam tangan Aafreda yang dingin, dia menatap Aafreda yang matanya tak pernah terlihat sama sekali.


"Aafreda kamu...kamu sudah dinyatakan sebagai pengkhianat Faksi Dunkelheit. Kamu tahu...kamu adalah buronan sekarang"


"Jadi kamu ingin membawaku kepada para dewan?" Tanya Aafreda


Alex menggelengkan kepalanya, dia pun menyentuh pipi Aafreda dengan lembut, tangan Alex yang hangat membuat Aafreda menjadi lebih tenang.


"Tidak...Kamu sudah aku anggap sebagai saudaraku sendiri, bagaimanapun jika pria itu tidak ada di sampingmu sekarang, aku yang akan melindungi mu"


"Kakak...aku tidak tahu dia dimana? Tiba-tiba saja dia menghilangkan, aku tidak tau harus berbuat apa" Ungkap Aafreda khawatir


"Tenang saja, aku akan menemukan Achiel. Jadi kamu harus cepat memulihkan diri dan jangan pernah keluar dari tempat ini"


"Apakah aku berada di ras Ghoul?" Tanya Aafreda


"Benar, di ras ini kau akan aman. Bagaimanapun dewan tidak akan pernah berani menyentuh ras Ghoul yang masih memiliki Hero"


"Aku mengerti, terimakasih sekali lagi Alex."


Alex pun pergi berlalu, Aafreda menatap kosong di udara. Dia tidak tahu kenapa semuanya menjadi seperti ini, dimana letak kesalahannya. Kini Achiel tidak diketahui keberadaannya, dan dia sekarang sudah dijadikan sebagai buronan faksi.


^^^Aku tidak boleh mati, aku tidak boleh kalah dalam hal ini.^^^


Aafreda mengalami mimpi buruk malam itu, dia memimpikan sebuah perang besar yang tertuju pada dirinya. Semua faksi memburu Aafreda mencoba membunuhnya dirinya dengan berbagai macam kekuatan, disanalah dia melihat sosok Achiel yang berusaha untuk melindunginya. Aafreda melihat kematian Achiel di dalam mimpinya.


"Tidak!!" Teriak Aafreda terbangun dari tidurnya


"Tidak...tolong jangan dia, yah dewa kenapa harus aku. Memangnya kekuatan apa yang aku miliki sampai semua orang harus memburuku?" Ungkap Aafreda sedih

__ADS_1


Aku lebih baik menjadi orang biasa saja.


Beberapa hari kemudian Alex memutuskan untuk membawa Aafreda keluar, Aafreda takut jika nanti mereka akan ketahuan tapi Alex meyakinkan Aafreda bahwa semuanya akan aman jika berada didalam ras Ghoul. Aafreda juga tak lupa meminum ramuan penghilang aroma ras, bagaimanapun aroma ras BloodElf harus dihilangkan.


Aafreda menatap Padang rumput hijau didepannya, dia kini menggunakan tudung hitam untuk menutupi jati dirinya dan sebuah cadar hitam untuk menutupi seluruh wajahnya. Aafreda merasakan segarnya udara, namun hatinya masih merasa kacau karena Achiel belum kunjung mendatanginya. Apalagi belakangan ini Aafreda selalu bermimpi buruk tentang Achiel.


Aku harap kamu baik-baik saja Achiel, tidak masalah kamu tak ingin menolongku. Aku akan melakukan semua ini sendiri, aku tidak ingin orang lain terluka lagi karena aku. Cukup ibu dan kamu... Pikir Aafreda sedih


"Kutukan bisa sebuah hal yang baik dan hal yang buruk gadis muda" Ungkap seorang nenek yang tiba-tiba muncul di samping Aafreda


Aafreda melihat sekitarnya dengan menyelidik, dia tidak tahu kemana Alex sekarang. Dia merasa khawatir jika wanita tua ini adalah mata-mata karena gerakannya bahkan tak terdengar sama sekali.


"Aku hanya seorang nenek tua nak" Ungkap nenek itu yang mengetahui isi pikiran Aafreda


"Maaf? Apakah kamu bisa membaca pikiranku?"


"Hahaha tidak begitu, apakah anda tidak ingat saya?"


Aafreda mengerutkan keningnya mencoba mengingat sesuatu :


Wanita tua itu menyeringai, Aafreda merasa takut dengan seringai nya.


"Aku Denisha, tapi asal anda tau nona tidak baik berbohong kepada seseorang"


Apa?! Apakah dia tau aku sedang berbohong.


"Ah begitu...umm... aku tidak berbohong apapun "


"Nama anda bukan Clara, katakan siapa anda sebenarnya nona. Saya hanya ingin memastikan sesuatu"


"Aafreda"


Wanita itu mengangguk tanda mengerti, dia dengan gesit mengambil tangan kanan Aafreda. Aafreda terkejut bukan main, dia ingin mengambil tangannya kembali namun kekuatan wanita tua itu sangat kuat.


kenapa seorang nenek-nenek bisa sekuat ini!Apakah dunia ini hanya diisi oleh orang-orang kuat saja!

__ADS_1


"Kehidupan mu dipenuhi dengan ketidakberuntungan, kamu akan selalu mengalami takdir yang sama. Takdir itu tidak akan berubah walaupun kamu mencoba untuk mengubahnya."


"Hahaha apa maksud anda? Tolong lepaskan tangan saya"


"Dengarkan aku nona muda, aku tau anda terkejut dengan kedatangan ku. Tapi aku ingin menyampaikan satu hal, kamu tak akan bisa hidup lama jika tak mengembalikan sesuatu yang bukan milikmu. Relakan saja, maka kamu akan selamat*"


Akhirnya Aafreda tahu siapa wanita tua disampingnya, dia menatap wanita yang masih tersenyum itu. Dia pernah bertemu dengan wanita ini saat berada di ras Humanoid lebih tepatnya di faksi Neutrum.


"Anda? Bagaimana bisa berada disini?"


"Aku adalah seorang petualang, katakan saja begitu nak"


"Apakah anda mencoba mengingatkan saya kembali bahwa takdir saya tak akan berubah sama sekali?" Tanya Aafreda murung


"Kamu sudah tahu jawabannya" Jawab nenek tua itu


"Bagaimana bisa? Padahal saya sudah berusaha selama ini, kenapa...kenapa saya tidak bisa merubah takdir saya sama sekali?"


"Semua jawaban itu karena kamu adalah Aafreda, nak...takdir Aafreda tak akan berubah walaupun sosok lain seperti kamu mencoba untuk mengubahnya."


Aafreda terkejut bukan main, apakah wanita tua ini mengetahui siapa yang berada di dalam tubuh Aafreda? Aafreda tahu bahwa nenek ini mengetahui sesuatu, dia bahkan mengatakan hal-hal aneh kepada Aafreda sebelumnya.


"Bagaimana cara saya mengubahnya? anda mengatakan bahwa saya bisa mengubahnya jika saya mengembalikan sesuatu yang bukan milik saya. Apa itu? Tolong beritahu saya?"


"Mata...kembalikan mata mu"


"Mataku? Aku tidak mengerti apa yang anda sebutkan"


"Kamu juga sudah tahu bukan bahwa kekuatan itu bukanlah milikmu tapi milik putri Cenora. Bagaimana bisa kamu mengambilnya Aafreda?" Tanya nenek itu


"Aku tidak tahu, aku bahkan tidak tahu kenapa kekuatan ini ada bersamaku. tolong beritahu aku...anda pasti tahu tentang sesuatu kan...tolong..."


"Kalau kamu ingin tau tentang siapa kamu dan Cenora pergilah ke benua tengah , disana kamu akan menemukan jawabannya"


Aafreda ingin bertanya kembali namun wanita tua itu menghilang begitu cepat. Jika ingin mengetahui jawaban dan solusi atas semua ini, Aafreda mau tak mau harus pergi ke benua tengah. Benua tengah adalah benua tanpa nama tapi orang-orang menyebutnya sebagai benua tengah karena tempat itu tidak pernah dihuni sama sekali, benua tengah merupakan tempat dimana semua binatang roh berada baik roh tingkat legenda dan roh tingkat dasar. Tidak ada satupun dari ketiga faksi pernah mengunjungi benua tengah, benua itu adalah sebuah neraka bagi pengguna roh.

__ADS_1


Benua tengah? Aku harus kesana.


__ADS_2