
Aafreda duduk di kereta kuda milik ras Origin, ia mendengar dari Diana bahwa Vincent akan berangkat menuju ras human untuk melakukan pertunangan. Anehnya kenapa dia diikutsertakan dalam hal ini, dia tak memiliki hubungan baik dengan Cenora maupun Vincent. bukankah dia adalah tahanan musuh sekarang?
Apa yang sebenarnya dipikirkan Vincent? Apakah dia benar-benar membawaku kemana saja, dia memang gila akan kekuatan dan kekuasaan.
Aafreda melihat bagian dalam kereta kuda yang sangat mewah ini, yang dia tahu perjalanan menuju ras human memakan waktu dua hari satu malam. Sebenarnya Vincent bisa saja sampai lebih cepat tapi Aafreda tahu bahwa Vincent menaiki kereta kuda sebagai penghormatan kepada calon istrinya.
Benar...Jika kamu berlari seperti vampir tidak akan terlihat gagah maka dari itu kamu menggunakan kereta kuda. Tapi...Kenapa aku harus duduk didepan mu sekarang!! Dasar pria kasar, lihat itu dia sangat sok sekali dengan wajahnya yang terlihat tampan uhuk tidak...lebih tampan Achiel!
"Menikmati wajah tampanku?"
Aafreda tersenyum masam sambil mengalihkan pandangannya ke jendela, dia benar-benar harus menjaga matanya dari pria ini. Tingkat narsis Vincent sangatlah tinggi.
"Aku anggap diam mu sebagai tanda iya"
"Tidak tuh, aku tidak menatap wajahmu. Aku hanya menatap dinding kereta di belakang kamu"
"Benarkah? Apakah dinding lebih menarik daripada wajahku?"
"Benar, kereta ini sangat menarik daripada wajah mu. Jadi jangan merasa percaya diri"
Aafreda melipat tangannya di depan dadanya dengan raut kesal, dia tidak ingin terjebak bersama Vincent di ruangan yang sempit ini. Tapi apa daya dia tak memiliki kekuatan untuk menolak kekuatan dan kekuasaan nya, Aafreda akan kuat jika kain matanya dibuka tapi dia tahu bahwa jika mata ini diperlihatkan kepada dunia, dia akan menjadi incaran siapapun.
Ahhh...Tidak ada yang bisa aku lakukan, kini aku hanya bisa melindungi diriku dengan kekuatan ku sendiri. Untung saja aku bisa melakukan karate di dunia dulu.
"Apa yang kamu pikirkan?" Tanya Vincent
Kenapa dia selalu bertanya sih, aku tidak ingin berbicara dengan mu pria kasar.
"Tidak menjawab? Apakah kamu pernah mendengar bahwa seseorang pernah tidak menjawab perkataan ku dan dia berakhir di dalam tanah yang dingin dan gelap." Ungkap Vincent dingin
"Aku hanya berpikir kenapa kamu membawaku di hari pernikahan mu dengan ratu human? Bukankah aku tahanan?"
"Entahlah, aku perlu berjaga-jaga agar kamu tidak kabur. Kamu memang tahanan tas origin sekarang tapi dalam kasus yang spesial"
"Spesial? Maksudnya kekuatan ku yang spesial?"
__ADS_1
"Gadis yang pintar"
Apa yang akan dilakukannya jika sudah mendapatkan kekuatan ku? Menguasai ketiga faksi ? Dia sama saja merusak keseimbangan dunia ini, faksi Neutrum tidak akan mau berada di bawah kekuasaan nya. Pasti faksi Neutrum akan melakukan perang dengan Vincent, sama saja dia menciptakan konflik baru lagi
"Apakah semua ini tidak cukup untukmu? Aku rasa kamu sudah mendapatkan segalanya, kekuatan, kekuasan dan wanita cantik?"
"Hahaha benar aku sudah mendapatkan setengahnya saja, jadi aku harus mendapatkan sepenuhnya. Aku tidak suka bekerja setengah-setengah nona"
Benar-benar serakah, di dalam novel karakter Vincent akan mati di tangan Achiel. Hanya saja aku tidak tahu karakter Vincent ini, di novel tidak terlalu banyak disebutkan tentang keluarga dan latar belakangnya. Tapi pria ini benar-benar terobsesi dengan kekuasaan, apakah aku bisa melawan Vincent?
Perjalanan dua hari selama di kereta sangatlah melelahkan, Aafreda merasakan tulang punggung nya terasa remuk dan nyeri. Dia hanya bisa tidur dalam duduk, dan ketika kereta berhenti dia tidak bisa tidur di permukaan tanah karena pasukan Origin hanya berhenti sebentar.
Darimana kekuatan mereka ini? Aku tidak bisa beristirahat sama sekali dan benar-benar lelah.
"Bertahan lah sebentar lagi kita akan sampai" Ungkap Vincent
"Hmm"
Kenapa aku harus tersiksa sih!!!
Jika aku tahu dari awal bahwa itu aku, aku dan Achiel tidak akan pernah melakukan penculikan ini, sialan
"Turunlah"
Aafreda menatap tangan terulur milik Vincent, dia melirik ke arah pelayan dan pengawal ras origin. Jika ia menolak pasti pria ini akan marah dan memperlakukan nya lebih kasar tapi jika ia menerima, dia tak ingin menyentuh tangan itu. Sebuah dilema besar dalam hidupnya.
Aafreda pun mengambil tangan Vincent, dia tidak bisa menolak tangan tersebut. Dia harus memainkan perannya dengan baik, jika pria ini berlaku baik dengannya mungkin dia bisa mendapatkan sedikit informasi.
Bersikap sabarlah Aafreda, kamu harus mendekatinya secara perlahan
"Selamat datang di kerajaan human Tuan Vincent"
"Terimakasih atas sambutannya"
"Kalau begitu silahkan ikuti saya"
__ADS_1
Umm bagaimana caranya meminta dia melepaskan tanganku, hei jangan tarik aku!!
Aafreda terpaksa membiarkan tangannya digenggam oleh Vincent, sesampainya didepan pintu istana ia melihat seorang wanita dengan gaunnya yang begitu indah dan rambutnya yang mempesona. Aafreda menduga bahwa itu adalah Cenora.
Entah kenapa aku merasa bahwa Surai Cenora sangat mirip denganku, hanya saja dia terlihat lebih lembut.
"Selamat datang Vincent, aku sudah menunggu kedatangan mu sejak lama"
"Kita hanya tidak bertemu beberapa bulan Yang Mulia Ratu"
"Benar, lalu kenapa kamu membawa wanita ini? Bukankah aku sudah memberikan persyaratan?" Geram Cenora
"Dia adalah tahanan ku, jadi dia harus mengikuti kemanapun aku pergi. Aku tidak akan membiarkan seseorang mengambil nya"
"Hmm bicaramu seolah-olah mengatakan bahwa dia wanitamu, ingat Vincent aku akan menjadi istrimu nanti"
Tatapan Vincent dan Cenora saling beradu, Vincent hanya tersenyum tipis. Cenora terlihat mengepalkan tangannya dengan kuat.
Aku sangat lelah sekali, bisakah pertengkaran kalian dilanjutkan nanti saja? Apakah mereka tidak malu dilihat dan didengar oleh semua orang disini?
"Ratu sepertinya tahanan ku sangat lelah, perjalanan kami sangat panjang bukankah Anda harus memberikan kami tempat istirahat?" Tanya Vincent
"Ahh benar maafkan aku, orang lemah dan cacat memang harus diperhatikan bukan?" Sinis Cenora sambil menatap Aafreda
Lemah? Cacat? Si ular ini!!! Aku tidak cacat bodoh, kalau aku membuka kain mata ini aku bisa meratakan wajah cantik mu itu!!
"Jangan begitu Ratu, kata-kata anda sangat kasar sekali. Seharusnya anda memiliki Budi pekerti dalam perkataan, tidak baik didengar oleh orang-orang anda"
"Tunjukkan jalannya kepada mereka pelayan, aku akan pergi"
Cenora membalikkan tubuhnya dan melangkah pergi, para pelayan ras human dengan cepat menunjukkan jalan untuk dirinya. Dia dan Vincent ditempatkan di kamar yang tak cukup jauh, hanya beberapa meter dari kamar pria kasar itu. Setelah Aafreda memasuki kamarnya, dia menghela napas lelah namun lelahnya menghilang setelah seseorang memeluk dirinya dari belakang.
"Aku sudah menempatkan wanita itu ditempat yang aman"
"Achiel??!!"
__ADS_1