
Aafreda terbangun dari tidur lelapnya, ia merasa seluruh tubuhnya kesakitan. Kini bukan hanya fisik tapi dia juga harus menderita luka batin, bagaimana dia dapat menjalani hidup jika jalan cerita sudah berubah.
Aku harus bertahan oleh pria kasar itu, aku tidak boleh menyerahkan kekuatanku kepadanya. Untungnya Achiel memasang kain mataku, pria itu tidak akan mendapatkan apa yang ia mau. Dia sangat bodoh karena telah menyingkirkan Achiel.
Aafreda segera duduk di atas tempat tidurnya, ia membulatkan matanya saat menatap seseorang yang sangat ia kenal. Aafreda hampir menangis karena sosok tersebut.
"Kamu sudah bangun?"
"Achiel!!" Teriak Aafreda berlari dan memeluk Achiel dengan erat.
"Kamu tidak memanggilku kakak lagi?"
"A...aku kira kamu sudah mati. Apakah memanggil kakak lebih penting sekarang?!! Bagaimana kamu bisa mati begitu saja!! Aku...Aku hampir saja ingin membalaskan dendam ku kepada orang yang membunuhmu"
__ADS_1
"Aku tidak akan mati, ingat aku adalah keturunan Titan. Aku hanya ingin bermain-main sebentar saja, aku tidak akan meninggalkan mu"
"Benar, kamu tidak boleh meninggalkan ku hanya kamu yang aku kenal di dunia ini"
Achiel mengerutkan alisnya bingung dengan perkataan Aafreda tapi dia mengabaikan hal itu dan membahas sesuatu dengannya.
"Aafreda ingat perkataan ku ini, aku akan pergi ke faksi Dunkelheit untuk menyelidiki sesuatu. Aku juga harus membawa wanita yang kamu sukai itu ketempat yang lebih aman, ingat jangan mempercayai siapapun di tempat ini."
"Ka..Kamu akan pergi? Faksi Dunkelheit juga sangat berbahaya, tidak ada tempat yang aman untuk kita"
"Aku tahu, aku akan menjaga diriku dengan baik. Kakak harus membawa ibu ke tempat yang aman, aku akan menunggu kedatanganmu. Dapatkan semua informasi dari Dunkelheit dan aku akan mendapatkan informasi dari tempat ini"
"Baiklah, jaga dirimu. Aku tahu kamu adalah orang yang berani, jika terjadi sesuatu denganmu aku pasti akan datang "
__ADS_1
Achiel memeluk Aafreda dengan erat tak lupa ia memberikan ciuman di dahi Aafreda dengan lembut. Aafreda sedikit terkejut dengan tindakan Achiel, namun ia merasakan kehangatan di dalam hatinya kini dia merasa lebih tenang karena Achiel tidak mati.
"Aku tahu banyak yang ingin kamu tanyakan, tapi bukan saat ini aku bisa mengatakan nya. Maafkan aku" Ungkap Achiel
"Tidak...Selama kamu hidup itu sudah cukup bagiku. Sekarang pergilah, waktu kita sangat berharga"
"Aku akan kembali"
Dalam sekejap sosok Achiel menghilang dari pandangan Aafreda, Aafreda menarik napas panjang sambil memejamkan matanya. Ia pun membuka matanya sambil memancarkan aura yang begitu dingin
Aku harus bertahan hidup disini, Vincent tidak akan membunuhku. Dia membutuhkan ku sebagai alat perangnya. Wahh cerita kini sudah berubah dan sekarang sudah menjadi ceritaku, cerita seorang Aafreda yang sebenarnya.
Aafreda menatap cermin didepannya, ia tidak berbicara banyak saat para pelayan memberikan pakaian yang sangat mewah untuknya. Dia tidak tahu apa yang direncanakan Vincent saat ini, tapi dia pasti akan mencari celah untuk mengetahui keinginan pria kasar itu.
__ADS_1
"Sudah selesai nona"
Baiklah Aafreda sekarang adalah perjalanan memulai cerita barumu.