
"Mereka mendekat" Ungkap Alex
Alex segera mundur beberapa langkah dan mengeluarkan roh tanaman "flame of irian" merupakan roh tanaman merambat api yang memiliki kekuatan membakar apapun yang berada dalam jangkauan nya. Tanaman Alex terlihat membakar beberapa mahkluk aneh yang kini dapat dilihat oleh mereka bertiga.
"Mahkluk apa itu?" Tanya Alex kaget
"Anomos" Jawab Achiel
Anomos?!! Bagaimana bisa ujian kali ini harus berhadapan dengan mahluk mengerikan ini. Apakah akademi sedang gila? Pikir Alex
Aafreda berpikir dengan keras mahkluk apa yang kini mereka hadapi, dia menatap beberapa bayangan hitam didepannya. Tanaman milik Alex membakar mahkluk tersebut tapi tidak membuat mahkluk itu mati. Anomos adalah mahkluk spiritual dunia Naturra yang sangat ditakuti, Mahkluk ini jarang terlihat didepan mahkluk hidup manapun selama ribuan tahun. Anomos merupakan mahkluk peliharaan para Titan yang bertugas untuk melindungi Tuan mereka, mereka hanya mampu dikuasai dan diatur oleh Titan dan mereka memiliki kekuatan untuk menyerap roh para mahkluk hidup ataupun memberikan racun kematian kepada mereka.
Sialan jika berhadapan dengan Anomos tentu saja kami kalah, peliharaan Titan itu bagaimana bisa terlihat di tempat sedekat ini. Apakah pihak akademi mengetahui hal ini? Jika Anomos berada disini berarti ada Titan yang sedang mengatur gerakan mereka. Tapi para Titan tidak pernah disebutkan begitu rinci di dalam novel, mereka hanya muncul ketika akan memakan putri Cenora. Tidak mungkin mereka muncul di tempat biasa seperti ini, tidak mungkin ada Titan disini bukan? Pikir Aafreda
"Hei kalian berdua dalam hitungan ketiga harus lari, kita tak akan dapat membunuh mahkluk ini" Bisik Alex
Achiel juga berpikiran sama seperti Alex, lagipula belum ada solusi bagaimana cara mengalahkan apapun yang berkaitan dengan para Titan. Mereka adalah mahkluk yang sangat kuat dan misterius, mereka bahkan memiliki kekuatan yang hampir setara dengan para dewa dan tentunya mereka memiliki niat buruk yang lebih dalam daripada semua mahkluk yang ada di dunia ini.
"Satu...Dua..Tiga!" Teriak Alex
Mereka bertiga berlari dengan segenap kekuatan mereka, Achiel menarik Aafreda untuk berlari bersama sedangkan Alex memiliki kegesitan yang luar biasa,dia sudah berada jauh didepan mereka berdua. Aafreda tak memiliki kekuatan dalam kecepatan tapi dia berusaha untuk berlari, dia tak ingin menyusahkan Achiel sama sekali.
Aafreda merasakan sesuatu mengejar mereka, dia melirik ke belakang dan menatap beberapa Anomos sedang terbang mengejar mereka. Anomos itu merupakan mahkluk yang tak terlihat oleh mata siapapun, tapi entah kenapa Aafreda dapat melihatnya dengan jelas.
"Mereka sedang mengejar kita!"
__ADS_1
"Apa?! " Tanya Alex yang mendengar teriakkan Aafreda
Achiel menggertakkan giginya dan berhenti berlari, dia mengeluarkan kekuatan tanaman roh miliknya yaitu "White Clematis" merupakan tanaman yang memiliki kekuatan untuk membekukan semua disekitarnya.
Tanaman tersebut keluar dari tangan milik Achiel dan menjalar menuju Anomos yang sedang mendekati mereka, Aafreda merasakan hawa dingin memasuki tubuhnya. Achiel menarik tangan Aafreda kembali dan berlari menjauhi tempat mereka.
Alex mendekati sosok mereka berdua, dia pun meminta Achiel untuk membuat Aafreda pergi bersamanya. Jika mereka tetap berada di tempat ini, mereka akan jatuh ke dalam bahaya.
"Biarkan aku yang membawanya, aku lebih cepat berlari daripada kamu"
"Baiklah, tolong jaga dia baik-baik. Aku akan menghambat mahkluk-mahkluk ini"
Alex menganggukkan kepalanya dan segera berjongkok didepan Aafreda, Aafreda menaiki punggung Alex dan menatap Achiel dengan raut wajah khawatir. Tapi Aafreda yakin bahwa Achiel dapat mengalahkan mereka karena dia adalah pemeran utama dalam novel ini dan tak akan mati begitu mudah.
"Kakak berhati-hatilah"
Aku berdoa agar kamu selamat Achiel, kamu harus mengalahkan mereka dan kembali kepada kami.
Setelah kepergian mereka berdua, Achiel membalikkan tubuhnya dan menatap semua mahkluk didepannya dengan dingin, tiba-tiba matanya memancarkan sinar ungu yang sangat terang. Achiel mengeluarkan pedang dark soul miliknya dan menandai semua mahkluk yang berada dalam disekitarnya.
Hawa dari pedang Dark soul membuat para Anomos tak bergerak lagi, mereka tiba-tiba tunduk kepada Achiel dan bergerak mengumpul ke sekitar Achiel. Achiel tahu bahwa Anomos tak memiliki niat menyerangnya namun tunduk kepada kekuatan roh alat miliknya.
Sudah kuduga ada yang berbeda dengan pedang ini setelah wanita itu memberikannya kepadaku dengan cuma-cuma. Pedang ini bahkan memberikan hawa yang berbeda sejak aku menggunakannya, apakah pedang ini milik para Titan? Kenapa para Anomos menunduk kepada kekuatan pedang Dark Soul. Pikir Achiel
"Berhenti berlari Alex"
__ADS_1
"Kenapa? kita harus menjauh"
"Tidak, ada sesuatu yang aneh terjadi. Para Anomos bergerak ke tempat Achiel, pasti terjadi sesuatu"
Aafreda menatap para Anomos yang berterbangan mendekati posisi Achiel sebelumnya, Alex tak dapat melihat Mahkluk-mahkluk itu hanya bisa mengerutkan dahinya dengan bingung.
"Lihat mereka semua bertebangan ke tempat Achiel, aku yakin ada sesuatu terjadi. Ayo kita kembali"
"Tidak bisa, Achiel telah menyuruh kita untuk pergi. Aku yakin dia pasti sedang melakukan sesuatu untuk mengalahkan mahkluk-mahkluk itu, percayakan saja kepadanya"
Bagiamana bisa Aafreda melihat para Anomos yang hanya bisa dilihat oleh para Titan. Mereka tadi juga sebelumnya melihat para Anomos berkat kekuatan Flame of Irian namun itu hanya sekilas saja dan mereka kembali transparan. Pikir Alex
Aafreda menggigit jari-jari nya karena gugup, dia takut sesuatu terjadi dengan anak itu. Bagaimanapun anak itu adalah anak yang ditakdirkan untuk mengalahkan para Titan jika dia mati maka tak ada lagi yang dapat mengalahkan mahkluk-mahkluk ganas itu.
"Aafreda maafkan aku, ayo kita pergi ke tempat yang aman terlebih dahulu" Ungkap Alex
"Baiklah ayo kita pergi"
Aafreda menatap ke belakang dengan khawatir, dia harap Achiel baik-baik saja.
Para Anomos terbang dari segala arah menuju tempat Achiel mereka menunduk di hadapan Achiel. Achiel memandangi semua mahkluk yang kini dapat dilihatnya dengan jelas, tapi entah kenapa dia tak memiliki keinginan untuk membunuh mereka sama sekali.
Achiel menurunkan pedangnya, dia mengubah matanya bewarna biru muda dan dalam sekejap pedang Dark soul memberikan aura bewarna biru terang, tiba-tiba saja para Anomos sedikit demi sedikit berubah menjadi serpihan debu dan menghilang di hadapan Achiel.
Setelah semua para Anomos hilang, Achiel memasukkan pedang Dark soul kembali ke sarung pedang yang berada di pinggangnya. Mata nya kembali berubah menjadi warna hitam pekat, dia menatap sekitarnya dan melihat beberapa cahaya roh yang cukup banyak
__ADS_1
Sudah aku duga mereka sudah memakan roh para mahkluk-mahkluk di hutan ini, kini roh Mahkluk itu berada dalam tubuh Anomos. Pikir Achiel