Dark Soul

Dark Soul
Rencana Lain Ratu BloodElf


__ADS_3

Aafreda terkejut dengan teriakan Nona Bella, dia tidak tahu bagaimana menjelaskan semua yang telah terjadi kepada mereka namun mereka mendapatkan cincin roh berkat Achiel.


"Umm... itu semua karena Achiel, dia banyak membantu kami dan melindungi kami" Ungkap Aafreda


Ahh Achiel, anak yang akan digunakan sebagai perang selanjutnya. Kalau itu adalah anak ini, aku memang memercayai nya tapi kedua anak yang lainnya. Aafreda dan Alex sepertinya mereka hanya beruntung. Pikir Bella


"Hah...Baiklah aku mengerti, kalian dapat kembali ke asrama. Ujian kali ini akan diumumkan besok. Aku akan melaporkan semua yang terjadi kepada kepala akademi"


Aafreda dan yang lain mengangguk, mereka menatap kepergian nona Bella dengan lega. Aafreda mengira bahwa mereka akan terkena kemarahan nona Bella yang terkenal ganas itu.


"Aku merasakan kaki yang bergetar" Ungkap Alex


"Aish lebay sekali"


"Apa itu lebay?" Tanya Alex bingung


Ahhh aku lupa bahwa mereka tidak menggunakan kata-kata seperti itu. Aku hampir saja melupakan jika aku kini hidup di dunia fantasi. Pikir Aafreda


"Lebay itu seperti berlebihan, nona Bella tidak akan membunuh kita. Ayo kembali ke asrama, aku ingin istirahat" Ungkap Aafreda


"Kamu saja pucat ketakutan tadi" Gumam Alex kesal


Aafreda dan Alex meninggalkan lokasi ujian sementara itu Achiel menatap seseorang yang sedang menggunakan pakaian tertutup dan tudung wajah, Achiel mendekati orang tersebut.


"Ikuti aku" Ungkap orang itu


Achiel menaikkan salah satu alisnya dengan bingung, dia pun memutuskan untuk mengikuti orang bertudung itu. Setelah mereka jauh dari lokasi ujian, orang itu membuka tudungnya dan memperlihatkan wajah aslinya.


"Kamu...?"


"Sepertinya sudah lama kita tidak bertemu Achiel sayang, ini aku bibimu...Lena" Ungkap Kena tersenyum lebar

__ADS_1


"Yah jadi apa maksud kedatangan dari seorang BloodElf ke tempat seperti ini?"


"Kamu memang sangat teliti dan pintar dari sebanyak orang disana kamu dapat langsung menemukan diriku, seperti yang dikatakan oleh Ratu Mariah kamu memang cocok untuk mendapatkan istilah itu. Kamu harus mendapatkan nya Achiel demi ras kita"


"Langsung saja, tidak usah berbasa basi denganku"


Lena menyeringai, anak ini benar-benar seperti yang diramalkan. Tidak sia-sia Ratu membesarkan anak ini untuk membawa kemenangan bagi ras mereka. Lena juga sudah muak direndahkan oleh ras lain padahal mereka berada dalam satu faksi.


"Ratu memberikan sebuah misi kepadamu, sebenarnya misi ini akan diberikan tahun depan saat kamu berhasil memasuki tingkat menengah roh tapi Ratu memiliki rencana lain dibelakangnya. Ratu telah berkontribusi untuk perang yang akan datang bahwa ras kita akan melakukan pengintaian dan penculikan terhadap anak dari ras human yang memiliki berkah dewa, anak itu harus diserahkan kepada dewan untuk dibunuh tapi....Ratu memiliki rencana lain...


"Kita akan menggantikan anak yang akan dibunuh oleh para dewan dengan anak lain dan anak yang kamu culik akan langsung diberikan kepada para titan, daripada memberikan kepada faksi bukankah lebih baik kita memberikan langsung kepada mereka yang selalu ditakuti di dunia ini. Anak yang mendapatkan berkah dari dewa itu, kamu harus menculik nya tahun depan. Kamu akan mendapatkan misi ini nanti. Jadi kamu harus ingat pesanku berikan anak itu langsung kepada para Titan, dengan begitu kita akan diberikan kekuatan dari mereka." Ungkap Lena


"Bagaimana aku mengetahui lokasi Titan itu? Bukankah mereka sudah punah"


"Hahaha kalau mereka sudah punah tidak mungkin mahkluk peliharaan mereka berada disini. Anomos.... Mahkluk itu menandakan bahwa ada Titan yang mengawasi mereka, setelah mendengar kabar Anomos yang hampir membunuh para siswa akademi, para dewan telah datang dan menyelidik secara langsung. Tentu saja Ratu berpikir bahwa apa yang telah direncanakan nya akhirnya akan terwujud." Jawab Lena


"Lokasi para Titan hanya kamu yang mengetahui nya, dengan pedang di pinggang mu itu." Tambah Lena


Achiel menggenggam pedang yang berada di pinggangnya, dia menghela napas dan menatap mata Lena dengan dingin.


Lena menyeringai lebar, dia menatap Achiel dengan wajah penuh semangat.


"Apapun yang kamu inginkan, oh iya aku hampir lupa... Ibumu kini dalam keadaan yang tidak baik dan yang bisa menyelamatkan ibu mu adalah Ratu." Ungkap Lena


"Hah....Aku sudah menduga kalian merencanakan ini sejak lama dengan meracuni wanita itu maka aku akan meminta penawarnya kepada kalian bukan? Aku tidak akan meminta hal bodoh seperti itu"


"Benarkah? Tapi bagaimana dengan adikmu, dia sangat menyayangi ibunya. Jika dia tahu bahwa Sirel dalam keadaan parah dia pasti akan melakukan apapun walaupun nyawa nya...." Ucapan Lena terpotong oleh sebuah pedang yang hampir menebas kepalanya.


Lena meneguk ludahnya dengan kasar, anak didepannya ini memandangi dirinya dengan dingin. Entah kenapa Lena merasakan kakinya mulai lemah, dia pun terjatuh ke tanah karena kehilangan keseimbangan.


"Jangan membawa adikku dalam hal ini, jika....Jika kalian menyentuh dia ataupun menyakiti perasaannya. Aku Achiel, tidak akan membiarkan kalian hidup walaupun itu adalah Ratu ras ku. Aku akan membunuh kalian dengan tanganku ini."

__ADS_1


Sialan anak ini benar-benar sangat kuat, tekanannya membuatku sangat takut. Pikir Lena


"Tapi pikirkan perkataan ku dengan cermat, kamu juga tahu bahwa adikmu itu sangat menyayangi ibumu. Jadi kamu hanya perlu meminta penawar racun kepada ratu"


"Kalian sangat licik karena sudah merencanakan hal ini, baiklah aku hanya akan meminta penawar racun itu. Tapi...Laporkan ini pada ratumu bahwa Aafreda akan ikut bersama ku saat penculikan anak yang diberkahi dewa itu"


"Kamu tahu itu..."


Pedang Achiel menggores leher putih milik Lena, Lena memucat dia pun menatap anak yang kini penuh dengan aura dingin itu.


"Kamu tahu kan itu sangat tidak mungkin?"


"Aku akan membawa nya kemanapun, jika aku meninggalkannya siapa yang tahu apa yang akan kalian lakukan kepada wanitaku. Jadi aku akan membawanya bersamaku"


Wanitaku? Jangan katakan kepadaku bahwa anak ini...Sudah aku duga sejak kecil dia sangat posesif dan terobsesi dengan adiknya. Ternyata telah bersemi perasaan ingin memiliki yah. Pikir Lena


"Baik aku akan memohon kepada ratu tentang hal ini, jadi jauhkan pedang terkutuk ini dariku"


Achiel menarik pedangnya kembali, Lena segera berdiri dan menghilang dari hadapan Achiel. Achiel menatap kepergian wanita elf itu dengan dingin.


...****************...


"Aku kira dia tadi mengikuti kita" Ungkap Aafreda


"Entahlah mungkin dia ingin melakukan sesuatu atau apapun itu. Ahh aku sangat lelah sekali"


Aafreda menggelengkan kepalanya melihat Alex yang langsung tertidur pulas, dia mengkhawatirkan keadaan Achiel sekarang. Dia mengira anak itu telah mengikuti mereka kembali ke asrama, sebenarnya kemana Achiel pergi.


Suara decitan pintu terbuka, Achiel memasuki kamarnya dengan cepat Aafreda turun dari tempat tidurnya dan menghampiri Achiel. Tiba-tiba Achiel memeluk dirinya dengan erat.


"Kak?" Tanya Aafreda bingung

__ADS_1


"Tetap seperti ini dulu"


Apakah terjadi sesuatu dengannya? Dia tidak seperti ini biasanya. Pikir Aafreda


__ADS_2