
Sebuah cangkir hangat diletakkan di hadapan Aafreda, Aafreda menatap cangkir dan kakek Stu secara bergantian. Ia tak mengharapkan jika kakek Stu akan berbaik hati kepadanya atau kakek Stu mempunyai maksud lain, apalagi dia sudah mendapatkan kekuatan pewaris dewa.
"Minumlah, ini akan menghangatkan tubuh mu"
Aafreda meminum secara perlahan, rasa manis menyentuh lidahnya yang sudah mati rasa akan segala hal. Selama di dunia lain, ia tidak makan dan hanya meminum air danau. Walaupun begitu dirinya tak kelaparan sama sekali, ia bersyukur masih bisa keluar dari tempat itu hidup-hidup.
"Apakah merasa lebih baik?" Tanya kakek Stu
Aafreda hanya membalas dengan senyum kecil, sudah lama baginya tidak berbicara dengan mahkluk yang memiliki perasaan tidak seperti dewa Naturra yang tak memiliki hati sama sekali.
"Aku tahu ini sangat berat untukmu dan... aku sangat khawatir karena kamu tidak keluar dari waktu yang telah ditentukan"
"Waktu yang telah ditentukan? Apa maksudnya?" Tanya Aafreda penasaran
__ADS_1
"Seharusnya kamu keluar tidak lebih dari dua tahun, tapi sudah lima tahun berlalu. Aku khawatir dan merasa bersalah jika sesuatu terjadi padamu, aku benar-benar minta maaf karena tidak mempercayai mu sebelumnya"
"Aku mengerti, kamu tidak perlu meminta maaf. Lagipula ini memang tugasku bukan? Apa yang bisa aku lakukan selain ini?"
Aafreda merasa sedih dengan semua yang ia alami, dirinya tak pernah meminta menjadi pewaris dewa. Dirinya juga tak menginginkan masuk ke dalam novel aneh ini, Aafreda yakin dia belum mati. Tubuhnya pasti terbaring di suatu tempat yang tak ia ketahui, dia harus cepat kembali ke dunia aslinya.
"Aku akan melaksanakan tugasku sebelum itu ceritakan apa yang terjadi dengan dunia Naturra"
Kakek Stu menceritakan semua hal sejak Aafreda pergi, Aafreda sudah mendengar sebagian cerita dari fly tapi ia tak menyangka semua nya menjadi kacau balau. Faksi seakan-akan terpecah belah menjadi kepingan-kepingan yang tak bisa dihitung kembali. Aafreda tidak tahu apakah dirinya bisa menstabilkan keseimbangan dunia ini? Dia sama sekali belum siap secara mental, tapi dunia ini membutuhkannya.
"Tidak bisa!!" Teriak kakek Stu
Aafreda terkejut karena teriakan kakek Stu, bukankah awalnya kakek Stu sangat menentang dirinya memiliki kekuatan ini? Kenapa sekarang dia menolak jika Cenora mengambil kekuatan yang memang seharusnya menjadi milik protagonis wanita.
__ADS_1
"Kenapa?"
"Cenora...Wanita itu tidak bisa menjadi pewaris Dewa Naturra. Wanita itu...Aku memiliki kekuatan yang bisa melihat dunia luar hingga bisa melihat apa yang dilakukan orang-orang tak aku kenal di luar hutan ini. Cenora sudah melangkah ke tempat yang gelap, apabila dia menjadi pewaris dewa. Dunia ini akan jatuh dalam kegelapan. Kamu harus mencari yang lain"
"Kegelapan? Apa maksudnya? Apakah dia bekerjasama dengan iblis?"
"Benar, bukan iblis biasa tapi Satan. Pemilik dunia neraka yang sangat kuat dari mahkluk apapun"
"Jangan bercanda Kakek Stu, tidak mungkin Cenora...Bagaimana bisa?"
"Dia sendiri yang terlalu serakah akan kekuatan dan berakhir jatuh kedalam kegelapan" Jawab Kakek Stu dengan wajah menunjukkan rasa jijik
"Apakah Cenora adalah Satan?"
__ADS_1
"Tidak, seseorang disekitarnya. Aku bisa merasakan ada orang lain yang mengawasi wanita itu tapi aku tidak tahu siapa. Setiap aku ingin mencari tahu penglihatan ku diblokir dan membuatku tidak bisa menggunakan kekuatan ku berminggu-minggu"
Siapa Satan? Tidak pernah disebutkan dalam novel hal seperti ini? Sepertinya cerita memang sudah berubah sejak awal, aku harus memperbaiki semua ini jika ingin kembali.