
Aafreda meminta Diana untuk diam di tempatnya, Aafreda pun segera berdiri dan melangkah keluar dari tempat persembunyian. Tatapan dingin dari Vincent tak terlepaskan dari sosok Aafreda, Aafreda menegak ludahnya yang sedikit kesulitan.
Apakah dia akan menghisap darahku lagi ? Aku belum pulih sepenuhnya.
Mereka berdua saling berdiam diri, Aafreda menundukkan kepalanya dengan takut tekanan yang diberikan oleh Vincent sangatlah kuat, ia hanya sendiri disini tidak akan ada yang tahu bagaimana nasibnya di tangan pria vampir suci ini.
"Apa yang kau lakukan disini? Apa kau sudah mulai melanggar perintah ku?" Tegas Vincent
"Aku hanya mencari udara segar dan... tersesat"
"Tersesat? Dengan Diana?"
Wah Indra penciuman nya benar-benar tajam bahkan dia tahu siapa yang bersama ku sekarang.
Diana yang mendengar namanya disebutkan pun segera keluar dan memohon ampun kepada Vincent, ia berlutut dan meminta maaf kepadanya dengan penuh rasa bersalah.
"Maafkan saya tuan, saya pantas dihukum karena tindakan hamba ini. Tolong ampuni saya"
"Aku tidak pernah menyuruhmu untuk berlutut kepadaku Diana, seharusnya orang lain yang melakukannya bukan?" Ungkap Vincent sambil melirik dingin Aafreda
Maksudnya aku? Dia ingin aku berlutut sambil meminta maaf? Wah... Haruskah hidupku seperti ini! Hei, aku sudah menyelamatkan hidup para prajurit mu sialan, aishh dasar orang tidak tahu diri.
"Aku tidak bersalah, kamu tidak pernah melarang ku untuk pergi keluar dari kamar."
"Berani sekali kau menjawabku"
"Setiap orang punya hak untuk berbicara dan menyatakan pendapat nya, disini aku diperlakukan sebagai tersangka. Aku tidak akan berdiam diri untuk dikatai oleh orang seperti kamu"
Vincent tertawa sumbang, dia mendekati Aafreda dan berdiri dihadapannya dalam jarak beberapa centimeter. Aafreda menatap galak mata abu-abu itu, dia sangat kesal dengan pria ini karena memperlakukan dirinya secara semena-mena. Dia bukanlah makanan yang hanya dihidangkan untuknya tapi dia adalah manusia yang memiliki hati dan perasaan.
"Aku ingin melihat mata mu itu, aku penasaran bagaimana kamu melihatku sekarang"
"Sayangnya mata ku tidak mengabulkan apa yang kamu inginkan. Sampai kapanpun ini tidak akan lepas, kamu sudah mencobanya bukan?"
"Kalau kamu bukan anak yang diberkahi dewa, aku mungkin hanya menjadikanmu sebagai ternak ku. Jadi jaga sikapmu"
Vincent pun segera pergi melewati Aafreda, Aafreda menghela napasnya berat. Sebenarnya apa masalah pria itu dengannya? Dia tidak pernah menyinggung nya sama sekali tapi pria itu selalu menyinggung dirinya. Apakah ini karena dia berasal dari faksi Dunkelheit seperti kata Diana?
"Nona ayo kembali"
__ADS_1
"Baiklah kita kembali"
Keesokan harinya, Aafreda kembali datang ke barrack prajurit. Terlihat para prajurit sudah mulai membaik dan membenahi barrack mereka, para prajurit melihat kedatangan Aafreda dan menyambut nya dengan hangat. Nama Aafreda sudah tersebar di kalangan prajurit Origin, dia dikenal sebagai penyelamat kematian pasukan origin.
"Nona! Anda datang kembali" Teriak seorang pria yang datang tergesa-gesa ke arah Aafreda.
Ahh pria itu, dia adalah pria yang aku selamatkan saat pertama kali dan karena dia aku tahu semua penyebab kejadian ini.
"Hallo senang bertemu anda kembali, anda kelihatan sehat sekarang"
"Tentu saja ini semua berkat nona, saya sungguh-sungguh berterimakasih"
"Tidak, aku hanya melakukan tugasku sebagai roh tanaman penyembuh"
"Kami sangat bersyukur bahwa nona adalah pengguna roh tanaman kebanyakan ras Origin pengguna roh alat dan roh alam"
"Roh alam? Aku baru mendengar nya. Apakah roh seperti itu sudah ada sebelumnya?"
Kenapa aku baru tahu tentang adanya roh alam, apa bedanya dengan roh tanaman? Bukankah tanaman bagian dari alam?
"Roh alam adalah pengguna roh yang terdiri dari berbagai macam elemen alam seperti api, tanah, udara, air. Roh alam memang sangat langka dan biasanya hanya ditemukan di ras kami nona"
Tiba-tiba hening mulai menyelimuti barrack, hal itu disebabkan oleh kedatangan Vincent. Aafreda menatap Vincent dengan acuh tak acuh.
"Selamat datang Tuan" Teriak seluruh prajurit serentak
"Apakah kalian sudah membaik?"
"Tentu saja tuan kami sudah lebih baik" Ungkap pemimpin pasukan origin
"Bagus karena sebentar lagi kita akan pergi berperang, faksi Dunkelheit telah bergerak ke perbatasan kita. Kita akan pergi kesana dengan kecepatan vampir yang kita punya, ras Gnome sedang menahan mereka tapi itu tak akan bertahan lama. Persiapkan diri kalian"
Sepertinya dia tak menyadari keberadaan ku.
"Ahh...Bagi yang tidak berkepentingan disini silahkan pergi" Sarkas Vincent
Astaga kenapa sih orang itu sangat membenci ku! Hei prajurit mu saja tidak mempersoalkan aku yang ada disini!!
"Nona?"
__ADS_1
"Aku mengerti, ayo kita pergi Diana"
Melihat kepergian Aafreda sang komandan pasukan mendekati Vincent untuk membicarakan hal yang terjadi kepada mereka, namun Vincent mencegahnya dengan mengangkat tangannya agar sang komandan tak berbicara.
"Jangan urusi yang lain, dia adalah sandera dari faksi musuh kita. Kita akan memanfaatkannya jangan termakan dengan kebaikan ataupun apa yang ia berikan kepadamu. Apakah kamu mengerti Leon?"
"Hamba...Hamba mengerti Tuan"
Aafreda kembali ke kamarnya dengan raut wajah kesal, ia pun duduk di pinggir tempat tidur sambil menopang dagunya. Dia memikirkan perkataan Vincent bahwa mereka akan kembali ke Medan perang, bukankah ini adalah kesempatan agar dia bisa tahu apa yang terjadi disana?
Aku harus menyusup dan menyamarkan bau darahku. Tanaman apa yang bisa aku gunakan untuk hal seperti ini yah? Tanaman penghilang aroma? Mungkin aku bisa menggunakan nya.Tapi aku harus mengurus rubah kecil di depanku ini.
"Diana bisakah kamu membawakan aku manisan?"
"Baik nona"
Setelah kepergian Diana, Aafreda memulai rencananya. Ia menyiapkan segala keperluan untuk berpergian, ia juga membuat pewarna rambut dari tanaman yang ia ciptakan dan mengubah warna rambutnya menjadi hitam tak lupa ia menggunakan tudung hingga menutupi seluruh wajahnya.
Diana memasuki kamar Aafreda, tiba-tiba dia mencium aroma yang sangat wangi dan dalam sekejap Diana telah kehilangan kesadaran. Aafreda menangkap tubuhnya dan makanan yang ia bawa dengan bantuan roh tanaman julurnya, ia pun membaringkan tubuh pelayan tersebut di atas tempat tidur. Aafreda menggunakan tanaman tidur dan menyebarkan aromanya di udara, tentu saja dia akan terkena karena dia sudah meminum penawar.
Maafkan aku Diana, aku tahu kamu tidak jahat tapi aku harus melakukan tugasku. Aku harus menyelamatkan jalan cerita novel ini.
"Baiklah ayo kita pergi Aafreda"
Pasukan Origin mulai keluar dari gerbang kerajaan dengan Vincent yang memimpin jalan, Aafreda mengikuti mereka dalam diam. Untungnya pasukan origin menggunakan tudung merah sebagai tanda pengenal mereka. Dalam sekejap pasukan origin berlari secepat kilat seperti vampir yang sering dilihat Aafreda dalam film twilight.
Aafreda juga memiliki kecepatan di atas rata-rata walaupun sedikit lebih lamban. Sepertinya penyamaran yang ia lakukan berhasil bahkan Vincent tidak mengenali bau darahnya sama sekali.
Kenapa aku tidak melakukan ini dari dulu? Mungkin sekarang aku sudah keluar dari kerajaan nya itu.
Dalam beberapa jam mereka sampai di perbatasan faksi Dunkelheit dan Alliance, Aafreda melihat dari atas tebing api yang menggelora di tengah hutan serta suara teriakan orang-orang yang saling bertarung. Aafreda sangat terkejut dengan apa yang ia lihat, dari kejauhan ia melihat sosok raksasa yang menghentakkan kakinya membuat buku terguncang hebat. Aafreda membulatkan matanya dengan tak percaya.
Ini gila! Mereka benar-benar menggunakan Titan untuk menghancurkan faksi Alliance? Bukankah jalan ceritanya Titan akan dimusnahkan oleh Achiel dan Cenora, kenapa mereka berdua tidak melakukan hal itu? Apa yang sebenarnya kedua peran utama itu pikirkan? Mereka akan merusak keseimbangan dunia ini. Para Titan itu sangat serakah...Achiel apakah kamu dalang dalam pergerakan Titan ini? Bagaimanapun kamu adalah pemimpin nya sekarang.
Aafreda segera mengalihkan pandangan nya kepada Vincent yang kini sedang berteriak memberi semangat kepada para pasukannya. Aneh nya Aafreda merasakan bahwa dia tergerak dengan kata-kata pria kasar itu.
"Pertahankan tanah kelahiran kita walaupun nyawa ini menjadi taruhannya. Anak cucu kita harus mengetahui tanah tempat leluhur mereka lahir, jangan biarkan para musuh menguasai tempat ini. Jangan gentar akan kekuatan mereka, percaya lah dengan kekuatanmu maka kamu akan tahu bagaimana rasanya berjuang demi keluarga mu"
Percayalah dengan kekuatanku? Vincent mengatakan bahwa hanya aku yang dapat menghentikan semua ini dengan mata ku. Tapi kain ini tak bisa terlepas sama sekali, hanya Achiel yang dapat melepasnya.
__ADS_1
Dalam sekejap semua pasukan origin memulai pertempuran nya dengan Aafreda yang ikut di antara mereka.