
Sudah beberapa Minggu Aafreda dan yang lainnya tinggal di ras Humanoid, bagi Aafreda ras ini tidak memiliki banyak peraturan dan cukup nyaman untuk bersosialisasi dengan yang lainnya. Kini Aafreda berada di sebuah kedai makanan, dia sedang menyantap makan siangnya hari ini. Achiel sedang melakukan telepati dengan ras BloodElf mengenai portal pelindung faksi Alliance sedangkan Cenora berada di kamar penginapan mereka.
Aafreda yang sedang asik makan terkejut dengan kedatangan seseorang, dia menatap orang itu dengan aneh. Seorang wanita tua melihat Aafreda dengan tatapan memicing, wanita itu mencoba menyelidiki Aafreda dari bawah hingga atas. Aafreda merasa tak nyaman dengan hal tersebut.
"Maaf, aku tidak mengenal anda"
"Benar kita tidak mengenal, kalau begitu siapa namamu nona?" Tanya wanita tua itu
kelihatannya dia tidak jahat, tapi dia juga tidak baik. Aku berbohong saja
"Clara, kalau anda?"
Wanita tua itu menyeringai, Aafreda merasa takut dengan seringai nya.
"Aku Denisha, tapi asal anda tau nona tidak baik berbohong kepada seseorang"
Apa?! Apakah dia tau aku sedang berbohong.
"Ah begitu...umm... aku tidak berbohong apapun "
"Nama anda bukan Clara, katakan siapa anda sebenarnya nona. Saya hanya ingin memastikan sesuatu"
"Aafreda"
Wanita itu mengangguk tanda mengerti, dia dengan gesit mengambil tangan kanan Aafreda. Aafreda terkejut bukan main, dia ingin mengambil tangannya kembali namun kekuatan wanita tua itu sangat kuat.
kenapa seorang nenek-nenek bisa sekuat ini!Apakah dunia ini hanya diisi oleh orang-orang kuat saja!
"Kehidupan mu dipenuhi dengan ketidakberuntungan, kamu akan selalu mengalami takdir yang sama. Takdir itu tidak akan berubah walaupun kamu mencoba untuk mengubahnya."
"Hahaha apa maksud anda? Tolong lepaskan tangan saya"
"Dengarkan aku nona muda, aku tau anda terkejut dengan kedatangan ku. Tapi aku ingin menyampaikan satu hal, kamu tak akan bisa hidup lama jika tak mengembalikan sesuatu yang bukan milikmu. Relakan saja, maka kamu akan selamat"
Apakah wanita ini gila! Ada apa dengan orang-orang di dunia ini, suka sekali ikut campur dengan urusan orang lain.
__ADS_1
"Ahh baiklah aku mengerti, sekarang lepaskan tanganku"
Aafreda mengambil kembali tangannya saat wanita tua itu melepaskan tangan kanannya. Aafreda mengusap tangannya dengan lemah, dia pun segera berdiri dan pergi dari kedai makanan.
Aafreda berjalan dengan wajah kusut, ia sebenarnya tak ingin mempercayai semua perkataan wanita aneh itu. Tapi entah kenapa wanita itu seperti meramalkan takdir nya, takdirnya tidak akan berubah walaupun dia berusaha untuk mengubahnya. Apakah memang benar seperti itu? Yah Achiel tidak pernah berubah untuk memperhatikan Cenora sejak tiba disini.
Aafreda menggigit bibirnya dengan ketakutan, jika itu terjadi maka kematiannya akan terjadi. Dia tidak ingin mati untuk kedua kalinya, dia ingin hidup walaupun di dunia yang berbeda s sekarang. Aafreda berjalan tanpa arah, tanpa ia sadari seseorang telah mengikuti nya. Tiba-tiba Aafreda merasakan tubuhnya seperti disentrum, dia pun terkejut dan kehilangan kesadarannya.
Aafreda mencoba memfokuskan pendengarannya walaupun dia hampir kehilangan kesadaran. Dia mendengar suara seorang pria yang berkata tentang hal aneh.
"Kita harus membawanya, Tuan sangat menginginkan nya"
"Tapi kenapa kamu harus melakukan hal itu, bagaimana kalau dia mati!"
"Tidak akan, aku sudah mengurangi kekuatanku. Ayo cepat pergi"
Aafreda pun merasakan kegelapan menghampiri nya.
...----------------...
"Dimana Aafreda?"
"Dia pergi sebentar"
"Kemana?"
"Entahlah, dia selalu pergi meninggalkan aku sendirian." Jawab Cenora pura-pura sedih
Achiel tidak memperdulikan kesedihan Cenora, dia mencoba mengeluarkan kekuatan roh tanamannya melacak keberadaan Aafreda tapi dia tak menemuka Aafreda di wilayah ras Humanoid.
Achiel panik, dia segera berlari keluar dari kamar. Achiel pun melacak keberadaan Aafreda dengan aksesoris tanaman yang pernah ia berikan untuk Aafreda dan Aafreda selalu menggunakannya di lehernya menjadi sebuah kalung.
Benar saja, kalung keberadaan Aafreda tidak terdeteksi di wilayah faksi Neutrum. Achiel meremas rambutnya dengan penuh marah, apakah Aafreda diculik? Aafreda tak pernah berbuat sesuatu ceroboh seperti ini.
Dark soul kita tidak punya waktu, ras kita tidak akan mampu mempertahankan portal ini terbuka terus. Kamu harus cepat membawa wanita itu keluar sekarang!!! Ungkap seseorang yang berbicara dikepala Achiel
__ADS_1
Achiel tidak akan pergi tanpa Aafreda, namun misi ini juga merupakan hal yang penting. Jika dia tak membawa wanita itu maka faksi Dunkelheit akan musnah dalam perang selanjutnya, tapi jika dia membawanya sekarang maka dia harus meninggalkan Aafreda yang kini keberadaan nya tak diketahui.
"Aku tidak bisa, Aafreda belum ditemukan. Aku harus mencari nya. Berikan aku waktu " Ungkap Achiel kepada orang telepatinya
Achiel terus berlari mencari keberadaan Aafreda, namun nihil. Dia semakin panik dan tak tahu harus berbuat apa sekarang
"Dark soul ini perintah, sekarang bawa wanita itu. Jika kamu tidak membawanya sekarang maka ras kita akan dibunuh oleh para dewan, biarkan Aafreda nanti kita bisa mencarinya!" Teriak telepati orang tersebut
Achiel pun melakukan teleportasi menuju kamar Aafreda, Cenora sangat terkejut dengan kedatangan Achiel. Tiba-tiba Achiel menarik tangannya dan bertelepotasi kembali ke suatu tempat, Cenora menatap orang-orang aneh disekitarnya.
"Dia sudah datang, tutup portalnya" Teriak seseorang
Portal pelindung faksi Alliance pun tertutup dengan cepat, Achiel menatap pelindung itu dengan wajah penuh kemarahan. Dia pun mendekati pria yang sudah melakukan telepati dengannya, pria itu merasa takut dengan hawa yang dibawa oleh Achiel.
"Aku sudah membawa wanita ini, maka aku harus kembali. Buka portal itu!" Kesal Achiel
"Tidak bisa, kami sudah kehabisan energi roh. Jika kami membukanya lagi maka kami akan mati, kamu harus menunggu sampai energi kami pilih kembali"
Achiel menarik kerah pakaian orang tersebut, dia menatapnya dengan penuh kemarahan. Achiel menggertakkan giginya, dia ingin sekali membunuh orang sekarang.
"Kalian yang membuat semua ini menjadi lambat, aku harus meninggalkan wanita ku di dalam sana karena wanita persembahan ini! Kalian harus memulihkan kekuatan kalian sekarang atau aku bunuh kalian semua"
Pria itu menelan ludahnya dengan kasar, ia menganggukkan kepalanya dengan cepat agar Achiel melepaskan dirinya. Cenora tidak mengerti tentang apa yang terjadi, tapi dia waspada dengan orang-orang bertelinga panjang didepannya.
"Dark soul apa ini? Siapa mereka?"
"Urus dia" Bisik Achiel
Achiel pun menghilang dari hadapan mereka semua meninggalkan Cenora yang ketakutan dengan semua orang yang tak dikenalnya. Cenora tiba-tiba merasakan tubuhnya mulai melemah dia kehilangan keseimbangan dan jatuh di permukaan tanah.
"Bawa dia cepat, ratu sangat menginginkan nya sekarang"
Cenora pun kehilangan kesadarannya...
Di tempat lain Aafreda membuka matanya...
__ADS_1