
Hermon sedikit terkejut, ia kira Aafreda akan memiliki hati yang polos dan pemaaf tapi saat dia melihat tatapan dingin wanita didepannya ia pun yakin kebencian Aafreda bukanlah sesuatu yang mungkin pernah ia alami. Pasti Aafreda sudah mengalami hal yang menyakitkan bersama kedua faksi itu
“Kamu tidak perlu melanjutkannya, aku tahu semua orang pasti ada rasa benci tapi semakin kamu mengembangkannya rasa benci itu akan berubah menjadi penyakit mematikan untukmu. Jangan ada rasa dendam” Ungkap Hermon
...----------------...
Aafreda merasa perkataan Hermon sedikit lucu, bagaimana manusia tidak memiliki rasa dendam apapun. Semua orang pasti memiliki sedikit rasa itu, ia tak yakin apakah Hermon akan seperti jika tahu penyebab dia bisa sampai seperti ini.
Aafreda tahu apa yang sebenarnya dialami Hermon bagaimanapun dia sudah mewariskan kekuatan dewa Naturra dan pastinya dia mendapatkan berbagai penglihatan disekitarnya. Hermon telah dikhianati oleh teman seperjuangannya tapi dia masih belum menyadari bahwa dia ditipu. Benar-benar manusia dengan hati yang polos, dia merasa Hermon akan marah jika tahu alasan dia seperti ini.
“Benar rasa dendam itu bukanlah sifat yang baik, aku harap kamu juga tak memiliki rasa itu” Ungkap Aafreda dengan senyum kecil
Hermon menatap senyuman Aafreda dengan wajah memerah bagaimanapun ini pertama kali untuknya melihat wajah secantik itu. Dia pernah mendengar bahwa putri bangsa human adalah wanita tercantik di ras mereka, apakah Aafreda sebanding dengan kecantikan putri human yang terkenal di dunia naturra? Dia sendiri bahkan belum pernah melihat putri terkenal itu
__ADS_1
“Apa yang akan kamu lakukan sekarang?“ Tanya aafreda
Aafreda berniat untuk pergi keluar dari tempat ini tapi dia tak bisa meninggalkan Hermon di tempat berbahaya seperti lapisan pertama benua tengah, dia harus membawa Hermon dan mengambil banyak informasi tentang teman-temannya. Dia tahu bahwa Hermon termasuk salah satu pasukan yang sedang berjalan menuju benua tengah
“Entahlah tubuhku masih lemah, aku tidak bisa pergi dari tempat ini. Apakah kamu berniat keluar?” Tany Hermon
“Hmm begitulah, aku harus keluar dari sini ada yang harus aku lakukan”
“Tenanglah, jika kamu yakin dengan kekuatan mu maka kamu bisa keluar. Aku akan membantumu keluar dari sini, percayalah padaku”
Hermon menatap mata Aafreda yang jernih, bola mata bewarna kehijauan itu sangatlah indah dan murni. Dia merasa terhanyut didalam keindahan Aafreda, Hermon menggelengkan kepalanya dan mencoba berpikir yang lain. Hampir saja dia hilang kendali, bagaimana dia bisa berpikir yang tidak-tidak tentang wanita baik ini.
“ada apa? Kenapa wajahmu memerah? Apakah lukanya terbuka lagi?”
__ADS_1
Aafreda mendekati Hermon tapi Hermon dengan cepat menghindar dan berkata “Aku baik-baik saja, jangan khawatirkan apapun hanya sedikit panas”
“Baiklah, jika ada yang sakit katakan kepadaku. Jangan malu, pria juga bisa sakit hahaha”
“Oh hmm terimakasih telah memperdulikan aku” Jawab Hermon malu-malu
Sepertinya dia malu? Atau hanya perasaanku saja
Aafreda dan Hermon bertahan selama beberapa hari di gua, akhirnya mereka memutuskan untuk pergi keluar dari tempat ini setelah banyak rayuan Aafreda untuk Hermon. Aafreda merasa pria ini terlalu merepotkan, apakah dia tinggalkan saja?
“Ayo pergi”
“Ahh ohh ayo” Jawab Aafreda
__ADS_1