
Aula Kota Kerajaan Ras BloodElf
Aula kota kerajaan sudah diselimuti kerumunan elf yang menunggu penobatan anak yang akan dijadikan The Hero selanjutnya. Mereka menyambut hal ini dengan penuh kebahagiaan, dengan begitu derajat ras BloodElf akan sama dengan ras lainnya.
Aafreda menatap ke atas podium dengan lemah, dia tidak tahu apakah dirinya harus bahagia dengan hal ini. Sekarang perjalanan hidupnya akan dimulai, perjalanan yang sangat mengerikan terlihat jelas didepannya.
"Uhuk uhuk"
"Ibu apakah kamu baik-baik saja?" Tanya Aafreda khawatir
"Tenanglah ibu baik"
Sekarang ibu sudah sakit, seperti yang dikatakan dalam novel penyakit nya tak diketahui sama sekali dan hanya bisa disembuhkan dengan tanaman pemberian Ratu BloodElf. Mau tidak mau Aafreda harus tetap ikut untuk menculik putri Aafreda
Suara ricuh para elf semakin meningkat setelah Ratu BloodElf menaiki podium nya. Dia akan memberikan pidatonya kepada ras nya.
"Ras BloodElf yang aku cintai, sekarang kita sudah mencapai keinginan yang kita idam-idamkan selama ini. Kesamaan ras sudah berada ditangan kita, kita tidak akan direndahkan lagi oleh ras lain. Kita akan dipandang sama oleh mereka jadi kalian semua tidak perlu menundukkan kepala kalian lagi kepada ras di Dunkelheit. Kini, kita akan menyambut The Hero dari ras BloodElf yaitu Dark soul!!" Teriak Ratu Mariah
Achiel melangkah mendekati sang Ratu, dia menggunakan topeng diwajahnya agar wajahnya tak diketahui oleh ras nya sendiri, ini merupakan permintaan Achiel karena dia tidak ingin mereka menjilat kepadanya nanti. Achiel tidak mendengarkan sorakan teriakan para elf itu matanya tertuju pada seorang gadis kecil dibarisan paling belakang.
"Dark Soul"
"Dark Soul"
"Dark Soul"
Para elf bersorak menyebutkan nama Achiel, tapi baginya semua ini dilakukan demi Aafreda. Dia akan mendapatkan tanaman itu untuk wanita yang dipanggil "ibu". Dia tak ingin membuat gadis kecil itu bersedih.
Aafreda disisi lain hanya diam, dia telah berada di dunia lamunannya sendiri. Entah kenapa hati nya belum siap menerima kenyataan bahwa kini semua akan berjalan sesuai alur di dalam novel.
Aafreda kamu sudah berusaha untuk mencari perhatian Achiel selama ini, aku harus yakin kepada diriku bahwa aku bisa bertahan hidup.
__ADS_1
Setelah penobatan selesai, Aafreda dan ibunya kembali ke rumah. Didepan rumah mereka, terlihat Lena sedang menunggu. Dia menampilkan wajah ceria dan mendekati Aafreda dan Sirel.
"Akhirnya kalian datang"
"Bibi Lena?" Tanya Aafreda
"Hei gadis manis, sudah lama tidak bertemu. Kamu sudah sangat besar sekarang yah"
Aafreda tidak begitu menyukai Lena, didalam Novel diceritakan bahwa Lena mengkhianati ibunya untuk mendapatkan kedudukan tinggi di ras BloodElf. Lena sudah tergiur dengan tawaran Ratu menyebabkan ia membiarkan Sirel mati ditangan sang Ratu.
Dia pasti kesini ingin berbicara dengan ibu tentang misi dari Ratu. Pikir Aafreda
"Aku ingin berbicara denganmu Sirel, Ratu memberikan surat kepadaku"
Sirel bergetar ketakutan, apakah Ratu akan memulai rencananya. Dia tidak ingin melepaskan Achiel tapi dia tak dapat membantah perintah sang Ratu
"Baiklah ayo kita bicarakan didalam, Aafreda kamu bisa bermain di luar sebentar kan?"
Sirel dan Lena masuk kedalam rumah, Aafreda pun duduk di atas rumput sambil memainkan tali pakaiannya. Tiba-tiba ia mendengar suara teriakan dari dalam rumah, dia ingin memastikan bahwa ibunya baik-baik saja tapi Lena keluar dari dalam rumah dengan aura yang tidak menyenangkan.
Lena menatap Aafreda dengan kesal, dia pun memperingati Sirel tentang sesuatu.
"Bukan aku yang meminta hal ini, tapi dia. Kamu sudah berjanji untuk mengabdi kepada Ratu kalau kamu melanggar perintahnya berarti keluarga kecil mu ini akan mendapatkan hukuman mati. Ingat itu baik-baik"
Setelah kepergian Lena, Aafreda dengan cepat memasuki rumahnya. Ia merasakan bayangan hitam ibunya sedang terduduk lemah di atas lantai, Aafreda membantu ibunya berdiri namun ibunya memeluk dia dengan erat.
"Malang nya, malang sekali nasibmu anakkku. Kenapa kamu harus pergi juga?! Kamu masih begitu kecil, aku tidak sanggup melepaskan mu" Rintih ibunya
Aafreda merasa sedih mendengar hal itu, di kehidupannya yang lalu ia tinggal di panti asuhan tanpa rasa kasih sayang sama sekali. Setelah beranjak dewasa tidak ada satupun orang yang dapat memberikan rasa kehangatan kepada dia, kini di kehidupan nya yang kedua dia mendapatkan rasa kasih sayang itu dari ibu angkatnya. Aafreda sangat merasa hangat dengan perlakuan ini, dia memeluk ibunya dengan erat dan menepuk punggungnya untuk menenangkan sang ibu.
Aku tahu bahwa Lena telah memberikan misi bahwa aku harus ikut dengan Achiel. Bagaimanapun aku harus melakukan hal ini untuk menyelamatkan wanita penyelamat ku.
__ADS_1
"Ibu...Jangan menangis"
"Maafkan ibu karena ibu kamu mengalami hal ini"
"Tidak ibu jangan menangis"
"Aafreda berjanji lah kepada ibu kamu harus selamat, kamu harus selamat dan kembali. Ratu...Ratu telah memberikan perintah kepadamu dan Achiel untuk menculik anak yang diberkahi dewa, kalian berdua akan memasuki sarang musuh. Ibu sangat takut....takut jika kalian tidak akan kembali lagi" Isak Sirel
"Ibu...Aku akan baik-baik saja, aku sudah cukup kuat untuk melindungi diriku. Lagipula kakak juga sangat kuat sekarang, dia adalah The Hero ibu"
"Kamu benar, kalian berdua sudah cukup kuat tapi yang kalian datangi adalah sarang musuh Aafreda."
"Aku mengerti ibu, aku akan menjaga diriku dengan baik. Jadi ibu tidak perlu khawatir, aku dan kakak akan kembali dengan selamat"
Mereka berdua berpelukan cukup lama tanpa mereka sadari Achiel telah mendengar semua itu di balik pintu rumahnya.
Keesokan paginya, Aafreda telah mempersiapkan semua kebutuhannya selama perjalanan ini. Penculikan sang putri memakan waktu sampai delapan tahun, pertahanan faksi Alliance sangatlah luar biasa membuat Aafreda dan Achiel memang kesulitan untuk keluar dari faksi tersebut. Untungnya Aafreda memiliki ingatan yang baik, dia dapat mengingat semua alur cerita novel tersebut.
Aafreda keluar dari rumahnya dan mengetahui bahwa Achiel sudah menunggu nya. Ibunya dan Lena sudah berada disana, Aafreda mendekati Achiel, mereka pun berhadapan dengan ibunya.
"Kembalilah dengan selamat, kalian harus kembali"
"Ibu, kami akan akan kembali. Percaya lah" Ungkap Aafreda
Ibunya tiba-tiba memeluk Aafreda, Aafreda masih begitu kecil untuk menjalankan misi ini tapi dia tidak bisa membantah karena ini merupakan perintah Ratu. Sirel melepaskan pelukannya dan menatap Achiel, dia tersenyum dan meminta Achiel untuk melindungi Aafreda
"Lindungi adikmu Achiel, kalian berdua harus kembali "
"Aku mengerti"
Aafreda dan Achiel telah berjalan menjauh, Aafreda menatap ke belakang dan melambaikan tangannya kepada sang ibu. Kini dia akan memulai kisah hidupnya, dan dia akan merubah semua hal itu.
__ADS_1