
Aafreda dan Alex kembali dengan aman, Alex menatap Aafreda dengan raut wajah bingung. Entah kenapa sejak tadi Aafreda bersikap gelisah, Alex menyentuh pundak Aafreda dengan lembut hal itu membuat empunya terkejut.
"A..Alex! Kamu masih disini?"
"Kamu baik-baik saja? Kelihatannya kamu sedang memikirkan sesuatu"
Aafreda menggenggam kedua tangannya dengan tegang, dia ingin menuju benua tengah untuk menemukan sesuatu yang akan membuat dirinya bebas dari ketakutan ini. Aafreda pun menggenggam tangan Alex dan berbicara kepadanya.
"Alex...Apakah menurutmu akan ada seseorang yang selamat jika memasuki benua tengah?"
"Tentu saja tidak, benua itu sangat berbahaya bahkan bagi seorang Hero sekalipun"
"Benar sangat berbahaya, aku mengerti"
"Jangan katakan kepadaku bahwa kamu akan kesana Aafreda"
"Tidak...tidak aku hanya bertanya, aku hanya penasaran ada seorang pedagang yang mengatakan kepadaku tentang hal itu dipasar tadi"
"Jangan pernah berpikiran untuk kesan, intinya jangan pernah untuk memikirkan tentang benua itu"
__ADS_1
Aafreda menganggukkan kepalanya, Alex pun mendesah lega dan mengelus kepala Aafreda dengan lembut. Setelah kepergian Alex, Aafreda menjatuhkan dirinya di atas tempat tidur, hampir saja ia memberitahukan Alex bahwa dirinya akan pergi kesana. Aafreda menatap ke arah pintu, dia tidak ingin membuat Alex dalam bahaya maka dari itu dia memutuskan untuk pergi sendiri menuju benua tengah.
Aafreda menyiapkan semua kebutuhannya di dalam ransel yang telah ia buat sendiri. Untung saja di gubuk ini memiliki beberapa kain yang tidak terpakai, Aafreda menyembunyikan ransel miliknya ke bawah tempat tidur. Dia akan berangkat tengah malam nanti, dia tahu bahwa ini adalah resiko yang besar tapi dia tidak bisa berlama-lama di ras Ghoul, jika para dewan tahu dia berasal disini, ras Ghoul akan berada dalam bahaya karena dirinya.
Hari mulai memasuk tengah malam, Aafreda berjalan mengendap-endap di belakang gubuk. Dia melihat bahwa disekitarnya sangat sepi seperti tidak ada kehidupan, Aafreda pun menyentuh permukaan tanah. Dia merasakan tanaman rambat nya memberikan arah menuju jalan keluar dari ras Ghoul, Aafreda menatap lebih lama ke gubuknya dan kemudian ia pun dengan cepat pergi dari tempat itu.
Cukup banyak memakan waktu untuk keluar dari ras Ghoul, bisa dikatakan ras ini merupakan wilayah terluas kedua di faksi Dunkelheit. Aafreda pun berjalan menuju ke dalam hutan yang gelap dengan tanaman julurnya yang melindungi dia di dalam tanah.
Benua tengah....Sebuah benua yang sangat jarang dibicarakan oleh setiap mahkluk di faksi manapun. Benua itu seolah-olah dianggap sebagai sebuah ancaman besar, Aafreda pernah membaca legenda tentang benua tengah. Dikatakan bahwa dulu ada seorang Hero dari faksi Dunkelheit yang menuju kesana, tapi ajaibnya Hero itu kembali dalam keadaan hidup walaupun penuh dengan luka disekujur tubuhnya. Tidak hanya sampai disana, Hero itu selalu mengatakan hal yang sama terus menerus seolah-olah dia melihat sesuatu yang tidak boleh dilihat, dan beberapa hari berikutnya kematian lah yang menyambut dirinya. Namun Hero itu meninggalkan sebuah pesan penting bahwa tidak ada boleh satupun keturunan faksi Dunkelheit boleh menuju ke benua tengah atau mereka akan mati.
Aafreda juga tak terlalu mengingat jelas tentang benua tengah dalam novel yang ia baca, kini ingatannya sudah mulai tercampur oleh ingatan Aafreda asli. Entahlah dia merasa tidak yakin bahwa dirinya adalah Aafreda dari masa modern atau Aafreda dari masa ini. Ingatannya mulai berubah-ubah terus menerus, Aafreda hampir tidak mengingat banyak tentang kehidupan nya di dunia dulu. Kebanyakan ingatan dari dunia ini yang ia punya.
Aafreda terus berjalan menuju ujung portal faksi Dunkelheit, dia melihat dari kejauhan portal biru itu tidak dijaga oleh siapapun. Aafreda sudah tahu hal ini, faksi Dunkelheit tidak pernah melakukan penjagaan dihadapan portalnya berbanding terbalik dengan faksi Alliance yang sangat ketat.
Aafreda merasakan tubuhnya seperti dicambuk, pengaruh portal dalam keadaan dirinya yang masih lemah sangatlah luar biasa. Aafreda pun terlempar dari dalam portal dan terseret di permukaan tanah, Aafreda dapat merasakan seluruh tubuhnya sangat sakit. Dia pun mencoba membuka matanya dan duduk, Aafreda melihat dengan jelas sekarang dimana dirinya berada.
Aafreda menatap kabut merah didepannya, dia dapat merasakan getaran yang menekan sekaligus familiar di kabut itu. Aafreda mencoba berdiri dan menyembuhkan dirinya dengan lilitan tanaman julurnya.
Aafreda berjalan mendekati kabut merah tersebut, dia tidak tahu dimana dirinya sekarang. Tapi dia berharap bahwa dirinya sudah berada di benua tengah, apalagi dengan kabut merah yang aneh didepannya ini. Tidak ada satupun di ketiga faksi yang memiliki pelindung seperti ini.
__ADS_1
Baiklah ayo kita mulai Aafreda, aku yakin bahwa aku tidak akan mati karena aku memiliki kekuatan aneh ini. Pikir Aafreda gugup
Aafreda pun mengarahkan tangannya untuk menyentuh kabut merah tersebut, tangannya terasa sangat dingin berbeda sekali dengan warna nya yang merah menyala. Aafreda pun menarik napas dan masuk kedalam lingkaran kabut merah.
Ras Ghoul
Alex membuka pintu tempat Aafreda tinggal, dia sudah memasakkan beberapa makanan untuk sarapan gadis muda itu.
"Aafreda aku membawa makanan kesukaan...mu? Aafreda?.... Aafreda!" Teriak Alex
Dimana dia? Ini masih sangat pagi jika dia berjalan keluar
Alex memikirkan sesuatu yang tidak ingin ia pikirkan sama sekali, tidak mungkin Aafreda pergi ke tempat itu. Alex pun melihat-lihat ke gubuk yang ditinggali Aafreda, dia menemukan sebuah kain yang cukup lusuh namun terlihat beberapa tulisan acak di permukaannya.
Untuk Alex
Dari sahabat baikmu Aafreda
Maafkan aku karena berpamitan seperti ini, tapi aku harus pergi secepat mungkin dari ras Ghoul. Perlindungan yang kamu berikan mungkin akan membawa ras mu dalam bahaya yang lebih besar, aku tidak ingin hal itu terjadi Alex. Aku benar-benar berterimakasih atas pertolongan mu Alex, kalau bukan karena kamu aku pasti akan mati dimakan mahkluk buas diluar sana. Suatu hari aku akan membalas kebaikanmu.
__ADS_1
Salam Aafreda.
"Gadis bodoh ini, apakah dia benar-benar akan pergi ke tempat itu? Bagaimanapun portal faksi tidak akan bisa membawamu ke tempat terlarang itu Aafreda. Aku takut kamu berada di tempat yang berbahaya" Ungkap Alex sedih