
Mereka berempat bergetar ketakutan, sang tuan tiba-tiba melemparkan sesuatu kearah mereka. Sesuatu itu menggelinding ke kaki salah satu dari mereka, terlihat kepala Fedd yang sudah terpisah dari tubuhnya. Matanya membulat serta mulutnya masih terbuka lebar, keempatnya berteriak histeris dan berusaha untuk melarikan diri. Sayangnya, Sang tuan tak membiarkan mereka keluar hidup- hidup, suara teriakan mereka perlahan berubah menjadi rintihan kesakitan.
“Mengganggu” Ucap sang tuan kesal
...----------------...
Aafreda menatap Hermon yang sedang membuat senjata dari bilah kayu, ia tak mengerti alasan kenapa pria ini membuat senjata bukankah mereka bisa menggunakan sihir untuk melindungi diri.
“Apakah energi roh mu masih belum baik? Mungkin aku bisa membantu?” Tanya Aafreda
“Tidak perlu, aku tahu kamu pasti bingung kenapa aku membuat senjata. Ini adalah kemampuan lain dari manusia, kamu bukan manusia pasti tidak akan tahu”
__ADS_1
“Ohh baiklah”
Aafreda menadahkan tangannya di pipi kanan, ia ingin membuka tudungnya dan menunjukkan dirinya bahwa dirinya adalah ras manusia. Yah dia juga bertanya- tanya kenapa dirinya sekarang menjadi manusia bukannya bloodelf.
“Bagaimana pendapatmu tentang ras lain?” Tanya Aafreda penasaran
Hermon berhenti mengasah bilahnya, ia melirik Aafreda sebentar dan berkata “Ras mana yang kamu maksud? Terlalu banyak ras di dunia ini”
Aafreda ingin mendengar langsung perasaan mahkluk- mahkluk dari faksi Alliance yang selama ini merupakan musuh abadi faksi Dunkelheit tempat dimana dirinya tinggal. Apakah mereka memiliki kebencian yang mendalam kepada faksi nya dulu?
“Faksi Dunkelheit adalah faksi yang terdiri dari ras- ras tercampur darah titan. Mereka bisa dikatakan pecahan- pecahan dari tubuh titan itu sendiri dan titan adalah musuh para dewa, kami faksi Alliance maksud ku aku yang dulunya faksi Alliance merupakan hamba dewa… tentu saja kamu membenci musuh dewa”
__ADS_1
“Bukan faksi tapi kamu… Aku tahu para faksi pasti tak akan saling menyukai tapi aku menanyakan jawaban dirimu sendiri. Apakah jauh di dalam hatimu kamu membenci mereka?”
Hermon menatap langit biru yang membentang luas, ia berkata sendu “ Jika boleh dikatakan aku tak pernah membenci mereka, bagaimanapun mereka sama seperti kami yang sudah diracuni oleh omonga omongan nenek moyang bahwa kedua faksi saling bermusuhan. Tapi faksi Dunkelheit terlalu serakah jika ingin meminta pohon dunia milik faksi Alliance, bagaimanapun itu adalah udara kehidupan di tanah Alliance”
Aafreda menganggukkan kepalanya mengerti, ternyata permusuhan semua diawali dari perkataan- perkataan manusia tak bertannggung jawab. Akibat perbuatan nenek moyang mereka adalah dunia yang terlihat sekarang begitu menyesakkkan dan tak aman.
“Bagaimana denganmu Aafreda? Apakah kamu membenci para faksi itu? Aku juga tak tahu kamu dari ras mana jadi aku tanyakan saja keduanya… apakah kamu membenci dunkelheit dan alliance?”
Aafreda menundukkan kepalanya dan berkata “ Aku membenci keduanya”
Hermon sedikit terkejut, ia kira Aafreda akan memiliki hati yang polos dan pemaaf tapi saat dia melihat tatapan dingin wanita didepannya ia pun yakin kebencian Aafreda bukanlah sesuatu yang mungkin pernah ia alami. Pasti Aafreda sudah mengalami hal yang menyakitkan bersama kedua faksi itu
__ADS_1
“Kamu tidak perlu melanjutkannya, aku tahu semua orang pasti ada rasa benci tapi semakin kamu mengembangkannya rasa benci itu akan berubah menjadi penyakit mematikan untukmu. Jangan ada rasa dendam” Ungkap Hermon