
Aafreda berkultivasi untuk menerobos kekuatan nya, Aafreda duduk di hamparan bunga dengan memejamkan mata. Tiga bulan sudah terlewati, butiran keringat mulai mengalir di dahi Aafreda. Sang dewa Naturra selalu mengawasi Aafreda, kekuatan Aafreda sangatlah lemah pantas saja banyak mahkluk yang mengincar dirinya. Aafreda harus memperkuat batin nya dengan dunia dewa, jika tidak berhasil maka tak ada harapan bagi dunia Naturra dan pewaris nya pun tak akan pernah ada.
SRING
Cahaya keemasan memenuhi tubuh Aafreda, Aafreda menahan teriakannya agar kultivasinya tidak gagal. Kini keringat memenuhi wajah Aafreda, Aafreda harus berhasil jika dia ingin semua ini selesai.
Flashback
"Baiklah...Tapi apa yang kudapatkan dari semua ini?"
Dewa Naturra tersenyum kecil, ia pun mengeluarkan serpihan cahaya dari tangannya terlihat dunia Aafreda yang dulu. Aafreda hampir melupakan tempat ia lahir dan dewasa, saat melihat gambaran didepannya dia tanpa sadar menggapai gambaran itu namun gambaran tersebut menghilang bagaikan debu.
"Aku tahu keinginan mu nak, saat engkau berhasil menjadi pewaris ku dan menyelamatkan dunia ini. Aku akan memberikan pilihan kepdamu ...Tinggal atau Pergi"
"Jika aku pergi bukankah kamu tidak akan memiliki pewaris?"
"Benar, jika kamu pergi maka dunia ini akan hancur"
"Kamu tidak memberikan pilihan kepadaku, ini membuatku terbebani." Jawab Aafreda kesal
"Bukankah dunia ini tak ada hubungannya denganmu? Jika kamu ingin pergi silahkan, jika ingin tinggal aku juga sangat senang hati menerimamu"
"Apakah tidak ada jalan lain? Jika...Jika kamu bisa memilih pewaris maka aku juga bisa memilih bukan? Jika sudah mendapatkan pengganti ku bisakah aku pulang?"
"Mencari pewaris tak semudah itu, aku bahkan harus menunggu ratusan tahun untuk kedatanganmu. Tapi ...Jika kamu berhasil mendapatkan pewaris, aku akan membawamu kembali ke dunia mu"
Flashback End
Aafreda bersemangat untuk menyelesaikan misi nya menyelamatkan dunia Naturra dan mencari pewaris baru untuk dunia ini, ia tak ingin lagi bertahan di dunia ini tanpa siapapun. Tiba-tiba bayangan seorang pria terlihat, Aafreda mengepalkan tangannya saat mengingat wajah pria itu. Aafreda awalnya berharap sosok Achiel yang tersenyum hangat kepadanya namun pria itu menghilang entah kemana?
__ADS_1
Aafreda membuka matanya secara perlahan, ia mengusap wajahnya yang penuh peluh keringat dan berjalan mendekati danau kecil.Ia menatap pantulan dirinya, mata hijau dengan surai hitam yang mencapai lututnya. Hidung kecil yang manis serta bibir peach yang menggoda, dibandingkan dirinya yang lebih terkesan tegas sosok Cenora lebih lembut.
"Kamu sudah berhasil dengan kultivasimu tapi level kekuatan batin mu masih rendah. Kamu harus memperkuat itu" Ungkap Dewa Naturra
"Aku tahu, jalanku masih panjang"
"Lupakan semua hal yang menyakiti batin mu, ingatlah semua hal yang memperkuat batin mu nak"
Aafreda terdiam, apa yang bisa memperkuat batin nya? Tak ada satupun yang bisa membuat dia bertahan hidup? Dia sendirian sejak dulu sampai kapanpun dia akan sendirian dan sekarang dewa meminta banyak hal kepadanya bahkan dewa pun belum memberikan satu hal baik kepada Aafreda. Bukankah ini tidak adil?
Aafreda kembali melanjutkan latihannya, siang berganti malam, malam berganti siang, detik berganti jam, bulan berganti tahun, Aafreda tidak tahu sudah berapa lama dirinya terjebak di dunia asing ini? Berlatih dan terus berlatih untuk menjadi kuat tanpa siapapun dan apapun, ia duduk dipinggir danau dengan wajah datar. Sebentar lagi dewa Naturra akan membawa dirinya keluar dari tempat ini.
"Kamu sudah siap?" Tanya dewa Naturra
"Entahlah, aku harus siap bukan?"
Dewa Naturra tersenyum kecil dan menyentuh bahu Aafreda. Aafreda merasakan tubuhnya jatuh kedalam pusaran air yang dalam semakin lama dirinya sulit bernapas, Aafreda melihat sinar matahari memasuki permukaan air. Tubuh Aafreda perlahan dibawa ke atas permukaaan dengan cahaya yang semakin menyilaukan matanya.
SRING
Aafreda menatap sekitarnya familiar, ia sedikit lupa dimana dirinya berada sekarang. Tiba-tiba sosok kecil terbang ke arahnya dan memeluk bahu nya penuh kerinduan, Aafreda kembali teringat dengan sosok Fly. Peri kecil baik hati yang mau menerimanya di hutan penuh misteri ini.
"Fly? Apakah ini kamu?"
"Huhu akhirnya setelah sekian lama kamu kembali muncul, aku benar-benar sangat rindu dengan kamu Aafreda"
"Terimakasih sudah merindukan ku, tapi... berapa lama aku..."
"Sudah lima tahun, lima tahun kamu tidak muncul setelah tenggelam di danau. Kakek Stu sangat panik karena kamu sangat lama dari yang ia duga, kami benar-benar khawatir dengan mu"
__ADS_1
"Kakek Stu khawatir denganku? Bukankah dia tak menyukaiku?" Tanya Aafreda
"Dia itu memiliki gengsi tinggi, dia sangat mengkhawatirkanmu. Bahkan dia pernah menginap di tempat ini berbulan-bulan, kamu harus percaya kepadaku"
"Haha baiklah aku percaya"
Aafreda berjalan di atas permukaan danau menuju pijakan tanah. Ia menghirup udara segar hutan, udara disini sangat berbeda dengan udara di dunia dewa Naturra yang penuh rasa sesak. Aafreda tersenyum kecil sambil melangkah memasuki hutan bersama Fly.
Didalam perjalanan, Fly banyak bercerita kepada nya. Aafreda sangat terkejut mendengar cerita Fly, ia tak menyangka Faksi Neutral terbagi menjadi dua dimana sebagian kaum faksi Neutral berada di sisi Alliance dan sebagian lagi disisi Dunkelheit. Dunia ini semakin tak terkendali, ia juga mendengar ada sosok pahlawan atau The Hero dari non Faksi yang mencoba menyeimbangkan dunia ini. Untuk pertama kalinya, Aafreda baru mengetahui ada non Faksi.
"Non Faksi? Aku baru mendengar ini?" Tanya Aafreda
"Benar, non Faksi ini baru didirikan 3 tahun lalu oleh seorang pria berkekuatan hebat. Ia mampu membuat pasukan Alliance mundur begitu juga sebaliknya, tapi sosoknya sangat misterius dan non Faksi ini sering berpindah tempat secara terus menerus. Katanya mereka sedang mencari seseorang"
"Seseorang? Siapa yang mereka cari saat dunia penuh perang ini?" Tanya Aafreda penasaran
"Entahlah, aku tidak tahu. Tapi kita akan aman dari perang ini, hutan ini tidak akan pernah disentuh oleh faksi manapun. Kita akan selamat" Ungkap Fly ceria
Aafreda tersenyum paksa, dimanapun mereka berada, mereka tak begitu mudah selamat. Ia harus menjalankan rencana nya secepat mungkin. Pertama dirinya harus menemui kakek Stu, bagaimanapun pria itu lebih tahu apa yang terjadi dan apa yang harus dilakukan nya.
...----------------...
Kakek Stu terbengong melihat sosok Aafreda didepannya, ia segera menghampiri gadis itu dan memeriksanya dari atas hingga bawah. Aafreda sedikit terkejut dengan tindakan kakek Stu, ia tidak menyangka tak bertemu bertahun- tahun membuat sosok kakek Stu yang keras itu berubah menjadi lembut.
"Apakah kamu benar-benar kakek Stu?"Tanya Aafreda memastikan
"ehem...Tentu saja ini aku. Bagaimana dengan pertemuan mu bersama sang Dewa?"
"Itu lancar dan sedikit melelahkan tapi aku sangat senang bisa kembali melihat kalian lagi" Ungkap Aafreda tersenyum hangat
__ADS_1
"Bagus bagus, ayo masuk. Hangatkan tubuhmu terlebih dahulu, bukankah banyak yang harus kita ceritakan?"
Aafreda mengikuti sosok Kakek Stu kembali kerumahnya, sebelum ia memasuki rumah kecil itu. Dirinya menatap langit kelam, sebentar lagi... sebentar lagi aku akan melakukan tugasku.