Dark Soul

Dark Soul
Tujuan


__ADS_3

Tubuh Dark soul dilempar ke dalam jurang oleh beberapa prajurit ras Origin, tubuhnya terguling di lereng tanpa henti dan menabrak batu besar. Darah segar tanpa henti keluar dari tubuh pria itu.


"Bukankah ini sedikit keterlaluan?" Tanya seorang prajurit merasa tidak tega dengan mayat Dark soul


"Itu pantas untuknya, dia adalah musuh kita. Dia sudah membunuh banyak orang, jangan merasa kasian dengan musuhmu. Ayo pergi"


Setelah kepergian para prajurit ras Origin, tiba-tiba pedang yang kini berada di pinggang Dark soul bergetar hebat. Achiel pun membuka matanya secara perlahan dengan penuh kebencian.


...----------------...


Disisi lain Aafreda menatap langit-langit ruangan yang familiar untuknya, ini adalah ruangan yang pernah ia tempati sebagai sandera penculikan. Dia tidak tahu apa yang sedang terjadi? Dimana Achiel sekarang? Dan kenapa pakaian nya berubah?


Suara pintu terbuka membuat Aafreda mengalihkan pandangannya, ia menyipitkan matanya tidak suka melihat kedatangan Vincent. Apa yang sebenarnya sudah dilakukan pria ini kepadanya?


"Apa yang kamu lakukan kepadaku? Dimana Achiel?" Teriak Aafreda


"Hah...Achiel telah dihukum mati dan kamu akan menjadi bagian dari orang-orang ku"


"Apa maksudmu? Aku tidak akan menjadi bagian dari ras mu. Aku tanya dimana Achiel?!!"


"Kamu tidak percaya kepadaku, dia sudah mati didepan para faksi Alliance. Tidak ada lagi yang namanya Dark soul, dan kamu tidak akan bisa pergi kemanapun selama kamu mendapatkan kutukan dariku"


"Tidak...Dia tidak akan mati, dia tidak akan mudah mati begitu saja karena dia adalah pemeran utama dalam cerita ini!"

__ADS_1


Vincent menyeringai dan melangkah mendekati Aafreda, ia menarik dagunya dan mendekatkan bibirnya ke telinga Aafreda.


"Sayang sekali kini pemeran utama cerita ku adalah aku sendiri bukan orang lain"


Vincent melempar wajah Aafreda dengan kasar, ia pun mengambil sapu tangannya dan membersihkan jari-jarinya yang telah menyentuh dagu Aafreda. Aafreda meneteskan air matanya, tidak mungkin Achiel akan mati begitu saja. Dia sudah berjanji untuk melindungi dirinya.


Aku takut...di dunia ini hanya dia yang aku kenal dan melindungi ku. Sekarang dia sudah tidak ada, apa yang harus aku lakukan.


"Diana beri dia makan, dia harus makan yang banyak"


"Baik Tuan"


Vincent pun pergi meninggalkan Aafreda yang masih terisak, Aafreda menatap kepergian Vincent dengan penuh kebencian.


Diana diam, dia mengabaikan Aafreda dan membawa nampan makanan kepadanya namun Aafreda melempar nampan itu dan berteriak kepada Diana.


"Aku tahu...Aku bukanlah Tuan mu tapi pria itu adalah tuan mu yang sebenarnya. Kamu hanya mengikuti perintahnya untuk melakukan semua ini kepadaku, katakan apa yang kamu masukkan ke dalam makananku!!"


"Saya memasukkan obat yang dapat memberhentikan jantung seseorang, nona akan mengalami kematian sementara namun Tuan menyelamatkan Nona"


"Menyelamatkan? Dia ingin membunuhku dengan memberikan obat itu!! Kalian semua adalah orang jahat, apa yang kalian inginkan dariku? Apakah mataku? Apakah kekuatanku? Atau karena aku anak yang diberkahi dewa? Jika mau aku akan memberikan semuanya kepada kalian asal kalian membawa kembali Achiel kehadapan ku!!!"


Diana diam dia pun undur diri meninggalkan Aafreda yang masih berteriak tanpa henti.

__ADS_1


"Diana...Apakah dia baik-baik saja?" Tanya Vincent di luar kamar Aafreda


"Tuan... Maafkan saya sepertinya nona mengalami depresi dan shock atas yang terjadi."


"Aku mengerti, panggilkan tabib paling baik untuknya. Jangan biarkan dia melukai dirinya atau kabur dari tempat ini, kamu ingat itu Diana"


"Baik Tuan"


Vincent pun pergi menjauh, dia menuju ruangan kerjanya terlihat Sebastian telah menunggu Vincent dengan beberapa dokumen yang ia inginkan.


"Bagaiman apakah ada balasan dari kerajaan human?" Tanya Vincent


"Sudah Yang Mulia, mereka akan menjemputnya tuan putri. Tapi apakah tuan yakin dengan ini? Bagaimana dengan nona Aafreda? Apakah tuan akan membawanya juga?"


"Aku akan membawanya bersamaku bagaimanapun wanita itu adalah kunci menuju tujuan ku. Ras human tidak akan peduli soal itu"


"Baik saya mengerti Tuan"


...----------------...


Achiel membasuh wajahnya dan membersihkan luka nya yang terbuka lebar, ia tidak akan mengira bahwa pria itu benar-benar akan membuang mayatnya ke dalam jurang. Achiel awalnya hanya ingin menyelidiki apa yang diinginkan Vincent, ia pun mengikuti jalan cerita pria itu dengan mati. Kini dia tahu bahwa tujuan Vincent adalah Aafreda.


Sudah kuduga pria itu menginginkan kekuatan anak yang diberkahi dewa, aku sangat marah sekarang. Apakah dia akan mengambil mata Aafreda? Tidak...Aku akan membawa Aafreda walaupun itu sudah menjadi mayat.

__ADS_1


Achiel berdiri, luka ditubuhnya sudah menutup dengan cepat. Ia pun melakukan teleportasi ke suatu tempat.


__ADS_2