
"Achiel?!!"
"Aafreda...Kenapa mereka membawamu ke tempat ini?" Tanya Achiel heran
"Entahlah, Vincent akan melakukan pernikahan dengan Cenora. Jika itu terjadi dia akan menguasai seluruh faksi Alliance, dia pasti akan melaksanakan rencananya"
"Aku tahu, aku akan membawamu pergi dari tempat ini. Wanita...tidak ibu sudah aku tempatkan di tempat yang aman"
"Benarkah?? Syukurlah, terimakasih kakak"
"Sekarang ayo kita pergi"
"Tidak, jangan sekarang. Kita harus mengetahui apa yang direncanakan oleh Vincent kak" Ungkap Aafreda
"Tidak, aku tidak akan membiarkan kamu berada di sampingnya terlalu lama. Kamu tidak tahu siapa pria itu...Dia bisa membunuhmu kapan saja, aku tidak ingin terjadi sesuatu denganmu. Ayo sekarang kita pergi"
"Kak... Percayalah padaku, aku bisa menjaga diriku dengan baik. Kak...Kita butuh informasi dari dalam, dan kakak juga harus menguasai kekuatan Titan. Jika itu berhasil kita dapat mencegah perang yang akan terjadi selanjutnya"
Aafreda dan Achiel saling berpandangan, Achiel menyentuh wajah Aafreda dengan lembut. Ia pun mendekatkan wajahnya ke Aafreda, dahi mereka saling menyentuh satu sama lain. Aafreda memejamkan matanya karena ia merasa sangat malu dipandang oleh Achiel.
"Baiklah, aku akan tidur malam ini denganmu."
"Ta..tapi"
"Apakah kamu juga tidak menginginkan hal ini? Aku tidak ingin terlalu berpisah lama dengan mu, aku sudah melakukan yang kamu inginkan untuk menyelamatkan wani...tidak ibu"
Dia selalu mengatakan wanita itu, tapi dia terlihat sangat manis saat mengatakan ibu
Aafreda tertidur di sebelah Achiel, dia membalikkan punggungnya. dia sangat malu karena harus satu tempat tidur dengan seorang lelaki tampan, seumur-umur dia tak pernah tidur dengan lelaki manapun baru kali ini dia melakukannya, rasanya begitu mendebarkan.
"Aku mendapatkan informasi bahwa ratu Mariah akan melakukan pemberontakkan kepada faksi Dunkelheit, dia sedang melakukan sesuatu yang berbahaya. Aku harap dia tidak mengetahui bahwa kamu adalah anak yang diberkahi"
Aafreda yang mendengar hal itu cukup terkejut, apa alasan Ratu Maria melakukan pemberontakkan. Jika ratu jahat itu tahu bahwa dia adalah anak yang diberkahi dewa, Aafreda pasti akan mati cukup Vincent yang kasar itu mengetahui jati dirinya ini.
__ADS_1
"Kak...Jika nanti aku akan diburu oleh semua orang di dunia ini karena kekuatan ku, apa yang akan kamu lakukan?" Tanya Aafreda hati-hati
"Aku akan melindungi mu, mereka harus melewati mayatku terlebih dahulu"
Aafreda sangat terkejut mendengar jawaban Achiel, ia membalikkan tubuhnya dan menatap mata kelam pria itu. Aafreda tersenyum manis dan mengucapkan terimakasih kepadanya.
"Terimakasih kak"
"Tidak, itu sudah kewajiban ku. Kamu adalah prioritas ku"
Dia benar-benar sangat baik, aku tidak ingin mengikuti jalan cerita novel ini lagi. Aku akan mengikuti jalan cerita ku sendiri.
...----------------...
Keesokan paginya, Achiel telah menghilang dari atas tempat tidur, Aafreda menatap kekosongan disebelah nya dengan wajah sendu. Dia tidak tahu sampai kapan mereka akan berpisah seperti ini, Aafreda membulatkan tekadnya untuk mencari informasi lebih banyak lagi.
Kini Aafreda telah bersiap-siap untuk pertunangan Vincent dan Cenora, dia tahu bahwa mencari informasi dari Vincent akan berhasil nihil maka dia akan mendekati Cenora secara perlahan dan memanas-manasi wanita itu. Selama Wanita marah dia akan membeberkan semua nya.
"Sudah selesai nona, anda akan berada di balik tirai. Anda tahu bahwa anda tidak boleh terlihat oleh yang lainnya, nona masih menjadi tahanan faksi"
Aafreda segera berdiri untuk pergi namun pintu kamarnya terbuka lebar dan memperlihatkan seorang pria kasar yang alias berwajah tampan dengan jas hitam dan rambut coklat kemerahan nya yang amat mempesona.
Dia seperti aktor yang sering aku tonton dalam drama Korea, tidak Aafreda kau tidak boleh terpesona olehnya. Achiel lebih tampan.
"Apakah aku tampan sampai kamu berliur seperti itu?" Tanya Vincent
Aafreda dengan cepat mengelap sudut mulutnya namun yang ia dapat hanyalah suara tawa Vincent yang mengejek dirinya. Pria ini benar-benar mengesalkan.
"Hahaha berarti aku benar-benar tampan hingga kamu tertipu oleh kata-kata ku"
Aafreda diam dan mengalihkan pandangannya ke arah lain, melihat pria ini lama-lama matanya makin memanas. Tiba-tiba sebuah tangan menarik dagunya, Aafreda memicingkan matanya melihat Vincent yang menyentuh dirinya tanpa izin.
"Lepaskan"
__ADS_1
"Saat orang bebicara lihat matanya beraninya wanita seperti kamu memandang rendah diriku" Ungkap Vincent dingin
Aafreda merasakan tubuhnya yang gemetar ketakutan, namun dia dapat menyembunyikan hal itu dengan baik. Aafreda tersenyum sinis sambil menatap mata Vincent dengan tajam
"Apa hak mu? Kamu bukanlah seseorang yang pantas untuk aku dengarkan"
Dagu Aafreda dilempar begitu saja ke arah samping, Aafreda dapat merasakan lehernya yang terkilir karena kekuatan Vincent. Pria ini benar-benar berlaku kasar kepadanya, tak ada tindakan lembut yang diberikan pria ini kepada Aafreda.
"Jaga mulutmu, Diana sapu tangan"
Aafreda melirik Diana yang memberikan sapu tangan kepada Vincent, Vincent membersihkan tangannya yang tadi telah menyentuh dagu Aafreda dan memberikan sapu tangan itu kembali kepada Diana. Dia meminta Diana untuk membuangnya.
Apa yang aku lakukan kepada pria ini? Bagaimana dia kasar seperti ini kepadaku, padahal aku telah menolong dirinya begitu banyak. Aku tidak mengharapkan imbalan hanya perlakuan nya yang tidak kasar lagi kepadaku.
"Bawa dia Diana, ingat jangan sampai dilihat oleh siapapun atau aku akan menghilangkan kepalamu"
"Baik Tuan"
Setelah kepergian Vincent, Aafreda merasakan kedua kakinya melemah. Aura pria itu bukanlah main-main begitu menekan dan tidak bersahabat, apakah pria ini memiliki balas dendam dengan Aafreda? Tapi Aafreda tak pernah ingat bertemu dengan orang seperti Vincent
...----------------...
Aafreda berdiri dibalik tirai tempat dimana Vincent dan Cenora melakukan pertunangan, dia menatap datar bayangan mereka yang berpelukan mesra. Sungguh pasangan paling jahat di dunia ini, kini semuanya akan hancur ditangan mereka. Dasar bermuka dua
Setelah pertunangan mereka selesai, Aafreda diantar oleh Diana kembali ke kamarnya. Aafreda berpikir apa gunanya dia melihat semua itu, dia hanya berdiri selama berjam-jam tanpa melakukan apapun dan setelah mereka selesai bertunangan ia disuruh kembali ke kamarnya. Memangnya dia binatang peliharaan yang harus mengikuti dan menuruti semua perintah majikannya.
Benar-benar pria yang menyebalkan.
Aafreda akan berbelok ke arah kamarnya namun dia tiba-tiba menabrak seseorang, Aafreda mengaduh kesakitan sementara orang itu terlihat biasa saja.
"Apakah anda baik-baik saja nona? Maafkan saya yang tidak berjalan dengan benar"
"Ahh tidak aku baik-baik saja"
__ADS_1
Aafreda mengadahkan kepalanya untuk melihat pria itu, siapa sangka bahwa dia bertemu dengan pemeran penting lain dalam novel ini. Aafreda sampai melupakan peran penting orang didepannya ini
"Apakah anda baik-baik saja?"