Dark Soul

Dark Soul
Ingatan Aafreda Yang Menghilang


__ADS_3

Aafreda terus berjalan menyusuri hutan benua tengah, ia dapat melihat berbagai macam roh monster disekitarnya hanya saja roh-roh itu tak berani mendekati Aafreda. Lingkaran cincin Aafreda bisa dikatakan sudah hampir menyatu dengan Dewi Naturra, hanya saja ini berpengaruh dengan roh monster tingkat rendah dan menengah untuk tingkat atas ia harus menghadapi mereka sendiri.


Perjalanan yang ia tempuh baginya sudah memakan waktu berjam-jam, tapi matahari masih bersinar sangat terang memberikan kehangatan tersendiri untuk Aafreda. Seharusnya sudah memasuki waktu senja tapi matahari sangat terang membuat Aafreda menjadi ragu, apakah waktu di benua tengah berbeda dengan diluar benua ini. Yah, benua ini sangat istimewa dan merupakan tempat tinggal Dewi Naturra yang tak pernah tersentuh oleh mahkluk manapun kecuali pengikut setianya seperti Kakek Stu dan Fly.


Memikirkan kakek Stu membuat Aafreda sedikit rindu, walaupun awalnya ia tak menyukai sikap bias kepada dirinya tetap saja kebaikan pria tua itu membuat ia tersentuh. Kelucuan dan perhatian Fly juga membuat ia tersenyum lembut, tak ada seorangpun yang pernah memperlakukan nya dengan baik...Mungkin ada dua orang lagi tapi Aafreda tak bisa mengingat siapa mereka.


Siapa yang harus aku ingat? Entah kenapa aku melupakan sesuatu yang penting. Itu aneh...


Aafreda berhenti dan memutuskan untuk beristirahat dibawah pohon rindang, ia memegang kepalanya yang sedikit sakit. Entah kenapa bayang-bayang hitam di pikirannya menghantui ia. Siapa orang-orang itu? Apakah dia pernah hidup bersama mereka? Aafreda mencoba untuk melihat wajah-wajah yang memasuki pikirannya tapi wajah itu tidak terlihat jelas dan terus ditutupi dalam bayang-bayang.


"Mungkin saja ini efek dari latihanku, apakah ini benar-benar ingatanku atau ingatan penerus sebelumnya? Hah... Benar-benar menyebalkan menjadi orang penting"

__ADS_1


Aafreda menundukkan kepalanya, saat itulah ia melihat surai panjangnya yang bewarna kehitaman. Aafreda mengerutkan keningnya, entah kenapa ia baru sadar jika surainya bewarna hitam. Ia menyentuh rambutnya perlahan dan merasa asing dengan warna ini, ia merasa warna rambut nya bukan seperti ini.


Aafreda memutuskan tidak memikirkan masalah rambutnya, ia melihat sekeliling dengan Jelas. Jelas? Aafreda tiba-tiba menyentuh kedua matanya ragu, rasanya ada sesuatu yang hilang didepan matanya tapi ia tak tahu apa itu. Ia merasa asing dengan dirinya saat semakin menjauh dari tempat ini.


"Aku sepertinya berhalusinasi, ada apa denganku hari ini?"


...----------------...


"Tuanku, apakah disini tempatnya?" Tanya Neon


"Bukan, aku tidak bisa merasakan energi apapun di tempat ini. Hanya sebuah Padang pasir biasa" Jawab sang Tuan

__ADS_1


"Tuan, haruskah kita berhenti untuk beristirahat. Saya rasa pasukan kita cukup lelah untuk melakukan perjalanan"


"Jika lelah mati saja, menurutmu yang bisa mengikutiku hanya orang-orang lemah? Tutup mulutmu dan terus berjalan"


Neon hanya bisa mengangguk pasrah, ia pun meminta pasukan mereka untuk berjalan kembali sampai Sang Tuan menemukan apa yang ia inginkan. Neon benar-benar pasrah dengan keadaan nya sekarang, tuannya masih saja mencari seseorang yang bahkan mereka semua tidak tahu ciri-cirinya sama sekali.


*Note


Karakter Aafreda sekarang


Oleh WLOP*

__ADS_1



__ADS_2