
Dunia Mimpi Aafreda
Aafreda menatap sekelilingnya dengan penuh kesedihan, dunia yang ia tempati kini berada dalam perang yang begitu hebat. Aafreda melihat salah satu ras faksi Dunkelheit dan Alliance saling bertarung satu sama lain, dikejauhan dia menatap Alex teman akademinya yang ikut berperang namun Aafreda harus menjerit disaat Alex dihujam bilah pedang yang familiar baginya, orang yang menusuk Alex tidak lain adalah Achiel.
Achiel berjalan mendekati Aafreda yang semakin melangkah mundur, tatapan mata itu Aafreda sangat mengenalnya. Pria ini melihat dirinya seperti musuh, Aafreda mundur ketakutan dan terjatuh. dia ingin berlari namun kakinya tak dapat digerakkan sama sekali, kini Achiel telah berada didepannya dengan mengayunkan pedangnya. Aafreda menutup matanya sambil menerima nasib buruknya. Di saat itulah dia melihat sosok Cenora dikejauhan yang tersenyum penuh kemenangan, Cenora mengucapkan sebuah kalimat yang aneh bagi Aafreda.
"Dia sudah menjadi milikku, dan kamu akan mati ditangan nya"
Pandangan Aafreda pun menggelap.
Dunia Mimpi Aafreda End
"Akhh hah hah...Mimpi...a..apa itu" Ungkap Aafreda ketakutan
Ini tidak mungkin, bagaimana jika Achiel akan mencintai Cenora dan membunuhku. Jika itu terjadi percuma saja usaha ku selama ini, bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan?
Keesokan paginya, mata panda Aafreda terlihat membesar. Pelayan pribadinya sangat terkejut dengan wajah Aafreda yang kusut, dia mengasihani wanita cantik ini yang harus berada di kurungan tuannya.
"Selamat pagi nona, ayo nona harus bersiap-siap sekarang. Tuan meminta nona untuk makan bersama nya"
"Bisakah aku tidak pergi? Aku sangat lelah"
"Apakah anda sakit nona?"
"Tidak, hanya kurang tidur saja. Aku tidak bisa bergerak banyak karena terlalu lemah sekarang, sampaikan permintaan maafku kepada tuan mu"
"Umm baiklah kalau begitu saya permisi"
__ADS_1
Setelah kepergian pelayan itu, Aafreda merebahkan kembali tubuhnya. Mimpi yang baru saja ia alami pasti adalah sebuah tanda bahwa akan ada sesuatu terjadi nanti. Aafreda merasa bahwa cerita novel ini sudah berubah begitu banyak. Munculnya karakter baru, anak yang diberkahi dewa bukanlah Cenora melainkan Aafreda. Sebenarnya apa yang terjadi? Padahal dia tak membuat banyak perubahan dalam alurnya, dia hanya ingin menjadi adik yang baik dan akan dilindungi oleh sang kakak selamanya.
Entah kenapa firasatku buruk tentang putri Cenora, dia terlihat tidak begitu baik. Aku harus hati-hati dengannya.
Aafreda kembali tidur tanpa mengetahui bahwa kedepannya dunia yang ia hadapi akan membuat kesakitan pada hatinya.
Sudah beberapa bulan berlalu, Aafreda sudah terbiasa berada di ras Origin sekarang. Dia sudah berkali-kali melakukan pelarian dari ras ini hanya saja selalu tertangkap dengan cepat oleh Vincent, Vincent memiliki kecepatan yang sangat luar biasa. Dia mengatakan sejauh apapun Aafreda pergi, bau darahnya akan tercium oleh Vincent. Aafreda hanya bisa pasrah dengan keadaan nya sekarang, namun belakangan ini Vincent jarang menghisap darahnya. Aafreda bersyukur karena hal itu, karena lehernya sangat sakit bukan main saat gigi tajam itu menusuk kulitnya.
"Diana menurut mu berapa peluang ku bisa kabur dari sini?"
Diana sang pelayan pribadi Aafreda menatap Aafreda dengan raut wajah tak percaya, raut wajah itu Aafreda sangat paham. Diana pasti mengatakan apakah anda tidak tahu jawabannya? Diana juga merupakan pelayan yang menyebalkan sama seperti tuan nya Vincent
"Nona...Anda tidak akan berhasil. Tuan Vincent sangatlah kuat, walaupun tuan lembut diluar dia sangat kuat dan keras didalamnya."
Benar, aku tak akan bisa keluar dari tempat ini. Tapi kenapa tak ada seorangpun yang mencariku? Dimana Achiel? Kenapa? Kenapa tidak ada satupun? Apakah Achiel benar-benar melupakanku karena sudah bersama Cenora? Pikir Aafreda
"Nona apakah anda baik-baik saja?"
"Nona..Jangan bersedih, saya yakin keluarga anda sedang berusaha mencari Nona hanya saja mereka cukup sulit untuk meruntuhkan pertahanan Tuan Vincent. Nona jangan menangis"
"Apakah kerjamu hanya bisa menangis?!" Teriak seseorang yang Aafreda sangat kenal suaranya
Aafreda menatap Vincent dengan raut kemarahan, pria ini tak pernah bersikap lembut kepadanya. Dia selalu memperlakukan Aafreda sebagai alat tempur, dia ingin membuka kain mata ini namun tak ada satupun berhasil.
"Katakan kepadaku bagaimana cara membuka kain mata lusuh mu itu?!"
"Aku tidak tahu, kalau aku tahu aku sudah membukanya sejak lama!" Teriak Aafreda kembali
__ADS_1
Vincent mendecih tak suka, ia pun segera berdiri dan melangkah keluar dari kamar Aafreda tanpa bicara apapun. Aafreda sudah terbiasa dengan tingkah lakunya yang absurd itu, dia akan masuk ke kamarnya dan memarahinya kemudian keluar setelah mendapatkan jawabannya.
"Nona jangan sedih dengan tingkah Tuan, sepertinya tuan sedang kesulitan sekarang"
"Kesulitan? Pria itu bisa kesulitan?"
"Nona sekarang faksi Dunkelheit melakukan penyerangan yang terjadi beberapa hari lalu, banyak dari faksi Alliance yang gugur dan mati karena hal itu. Nona saya juga mendengar....Ahh tidak. Nona tidak boleh tahu"
"Katakan kepadaku Diana!" Geram Aafreda
"Katanya ada rumor bahwa para Titan juga ikut bergabung, penyerangan itu sangatlah menakutkan. Beberapa prajurit tuan Vincent telah mati dan dijadikan mayat hidup, tuan Vincent baru kembali dari perang itu. Saya dengar dia mendapatkan luka yang cukup parah sekali, saya tak pernah melihat tuan terluka selama perang ini"
"Mereka juga mengatakan bahwa tak ada harapan hidup bagi faksi Alliance ini, faksi Dunkelheit semakin kuat dan kuat. Katanya mereka mendapatkan anak yang diberkahi dewa, dengan anak itu mereka mengendalikan para Titan" Tambah Diana
Anak yang diberkahi dewa? Maksudnya adalah Cenora? Jadi dia kini berada di pihak Dunkelheit dan mengendalikan para Titan? Apa yang sebenarnya terjadi? Dia tak boleh menghancurkan faksi Alliance! Kenapa Achiel tidak melakukan sesuatu dengan hal itu? Apakah dia sudah mencintai Cenora dan menuruti semua keinginannya? Tapi seharusnya jalan ceritanya bukan seperti ini, Cenora dan Achiel bersama dan memutuskan untuk meredakan perang dan menggunakan kekuatan Cenora agar kedua faksi itu tidak berperang lagi selamanya, namun sekarang kenapa Cenora menyerang faksi nya sendiri? Ini aneh?
"Diana aku akan pergi ke ruangan Vincent"
"Nona..anda akan kena marah oleh tuan."
"Dia bisa memasuki kamar ku sesukanya, kenapa aku tidak?"
"Karena ini adalah kerajaan tuan, Nona kan hanya sandera" Jawab Diana santai
"Huh...Pelayan dan tuannya sama saja!"
Aafreda segera berlari meninggalkan Diana yang bingung dengan perkataan Aafreda.
__ADS_1
Aafreda mengetuk pintu ruangan Vincent, bagaimanapun dia harus sopan kepada tuan rumah. Namun tak ada jawaban dari sang tuan, Aafreda mendorong pintu ruangan itu ternyata tak terkunci sama sekali. Dia pun masuk dengan langkah pelan. Betapa terkejutnya Aafreda melihat Vincent yang telah tak sadarkan diri dengan darah yang berceceran di lantai ruangannya.
"Vincent!"