Dark Soul

Dark Soul
Cerita Awal


__ADS_3

Aafreda menatap ke depan dengan pandangan kosong, sudah seminggu dirinya ditempat ini tapi dia tak mendapatkan apapun. Yah setidaknya kini dia bisa melihat dengan jelas tapi kakek Stu tetap saja tidak menyukai dirinya yang jelas bukan pemilik mata asli ini.


"Apakah kerjaanmu hanya melamun? Lebih baik kamu pergi dari tempat ini membuatku muak saja"


"Kakek Stu bisakah kamu menceritakan tentang mata ini? Tolong ceritakan padaku"


"Tidak! kamu harus mengembalikan mata itu kepada pemilik aslinya"

__ADS_1


Aafreda meremas pakaiannya, dia bukannya tidak mau hanya saja cenora bukanlah gadis yang baik. Dia pasti akan berbuat semena-mena dengan kekuatan mata ini.


"aku akan mengembalikannya setelah kamu ceritakan kepadaku"


Kakek Stu pun berpikir sebentar dengan helaan napas lemah ia berjalan mendekati Aafreda dan duduk didepannya. Kakek Stu mengibaskan tangan kecilnya dari tangan itu keluarlah serbuk emas yang melukiskan sebuah bangunan yang pernah Aafreda lihat di dalam buku Yunani di dunia nya dulu.


"Tidak hanya para dewa, para Titan juga menciptakan mahkluk lainnya yang kini kamu kenal dengan faksi dunkelheit. Awalnya semua hidup dengan tentram hingga salah satu dari faksi dunkelheit menemukan pohon kehidupan milik faksi alliance. Bagi mereka pohon itu bisa memberikan kekuatan panjang bagi kristal merah yang mengandung energi kegelapan, kamu tahu bukan benua faksi dunkelheit tidak bisa hidup tanpa kristal merah yang mengalirkan kegelapan dibawah tanah benua mereka. hanya pohon Naturra lah yang bisa memberikan keabadian untuk kristal merah. Sejak saat itulah perang dimulai dan dia hari itu juga para dewa dan Titan tak menampakkan wujud mereka lagi" Tambah Kakek Stu

__ADS_1


"Tidak sampai disitu saja, perang antar dua faksi ini terus berlanjut hingga ratusan tahun. Para dewa merasa kasihan dengan ciptaan mereka yang terus menerus dibunuh tanpa henti, berkat doa dan rasa setia mereka kepada para dewa. mereka diberikan berkat kekuatan mata dari dewa agung kepada seorang bayi manusia, itulah yang dikatakan di ramalan tapi mata itu diambil olehmu! Bagaimana kamu melakukannya pencuri? Kamu lah yang pada akhirnya akan membuat dunia Naturra di ambang kehancuran"


"Aku? Tapi mata ini memang sudah ada sejak aku lahir, aku bahkan tidak pernah mengambil apapun dari cenora. kami berdua baru bertemu saat berumur 16 tahun, bagaimana menurutmu?" Ungkap Aafreda dingin


Kakek Stu terkejut, tidak mungkin para dewa melakukan kesalahan. Kakek Stu pun menatap Aafreda tajam dan berkata "Baiklah kita buktikan, ikuti aku sekarang"


Aafreda berjalan keluar dari rumah pohon milik kakek Stu, Fly yang sedang bermain dengan teman-temannya terbang hinggap ke bahu Aafreda dan tersenyum manis. Aafreda membalas senyuman Fly dengan senang.

__ADS_1


Fly jarang akrab dengan siapapun di hutan ini, anak ini tidak mungkin memberikan fly ramuan penggoda bukan? Pikir kakek Stu


__ADS_2