
Aafreda menatap danau yang memiliki air keunguan didepannya, dia melirik Kakek Stu dengan tongkat yang ia putar-putar sejak tadi. Aafreda hanya menunggu Kakek Stu menyelesaikan tindakannya dengan bingung, apakah dia sedang melakukan ritual pemanggilan atau apa? Sepertinya Fly mengetahui kebingungan Aafreda dan berkata " Kakek Stu sedang memanggul dewa alam, dewa alam adalah dewa yang mengetahui segala sesuatu di dunia ini. Mungkin dengan itu kakek stu ingin tahu kenapa kamu bisa memiliki sesuatu yang tidak boleh kamu miliki?"
Dewa Alam? Apakah dewa tinggal di tempat ini? Sungguh tidak disangka bahwa dewa berada di tempat yang sulit disentuh.
Tiba-tiba tanah yang Aafreda pijak bergoncang kuat, Aafreda hampir saja kehilangan keseimbangan berkat goncangan tersebut. Di balik air sesuatu yang berkilauan keluar membuat Aafreda menyipitkan matanya karena cahaya Kilauan itu. Mata Aafreda merasa kesakitan dan bergetar hebat, Aafreda meraung keras dia memejamkan matanya agar mengurangi sakit nya namun semuanya sia-sia. Darah mulai keluar dari kedua mata Aafreda perlahan warna kehijauan dimatanya menghilang digantikan dengan warna hitam pekat.
"Salam kepada dewa alam, saya pengikut anda Stu memberikan sujud"
Fly juga mengikuti pergerakan Kakek Stu untuk bersujud kepada sang dewa berbeda dengan Aafreda yang masih bingung dengan apa yang terjadi. Dia menatap dewa alam yang tak memiliki rupa karena wajahnya diselimuti cahaya, kakek stu memperingatkan Aafreda untuk melakukan sujud " Cepat bersujud!"
Aafreda bergegas bersujud dan melirik diam-diam ke arah dewa alam, tiba-tiba saja tubuh Aafreda terbang menuju dewa alam tanpa Aafreda kendalikan. Dewa alam menyentuh wajahnya dan menjatuhkannya kedalam danau, Aafreda mencoba berenang ke atas namun semakin ia mencoba menyelamatkan diri semakin dirinya ditarik kedalam danau.
"Ya dewa, apakah anak itu...?"
__ADS_1
"Stu...Kamu adalah salah satu pengikut setiaku. Kamu tahu apa yang harus dilakukan bukan? Anak ini...Apakah kamu sudah tahu jawabannya?"
"Hamba sudah tau dewa tapi apakah ini benar? Bukankah seharusnya dari keturunan human dewa alam?" Tanya Stu masih belum percaya
"Kamu akan tahu jawabannya ketika anak ini keluar menuju permukaan lagi, itupun jika dia masih hidup. Aku titipkan anak ini kepadamu Stu"
"Baik dewa, salam kepada dewa alam"
"Apakah Aafreda akan baik-baik saja kakek?"
"Entahlah, hidupnya berada ditangannya sendiri. Kita hanya menunggu dan mengarahkan gadis itu, siapa sangka jika takdir sudah bergerak ke arah lain"
Satu tahun kemudian...
__ADS_1
Kakek Stu yang sedang duduk dipinggir danau segera berdiri, ia sudah menunggu lama kemunculan gadis satu tahun lalu itu. Setelah gadis itu masuk kedalam danau, kakek stu menjaga dan menunggu nya bersama fly. siapa sangka menunggu Aafreda memakan waktu cukup lama, apalagi dunia Naturra sudah tidak baik-baik saja. Apakah gadis ini benar-benar bisa mengembalikan keseimbangan dunia Naturra?
Sosok gadis dengan rambut hitam dan mata kehijauan keluar dari danau, gadis itu berjalan secara perlahan menuju kakek stu dan fly. Aafreda tersenyum kecil ke arah kakek stu, kakek stu sangat terkejut dengan perubahan Aafreda. Aafreda yang dulunya memiliki kulit kusam seperti ras bloodelf dan telinga elf, kedua hal aneh itu tidak ada di tubuh gadis didepannya. Kakek Stu hanya melihat seorang gadis human yang sangat cantik dan penuh dengan aura kasih dewa.
"Jadi...Apakah kamu sudah menguasai kekuatan itu?"
"Benar, sangat menyakitkan berada di tempat itu tapi aku senang telah kembali kesini. Sekarang kamu sudah mempercayai diriku bukan?"
"Aku kakek stu akan menjadi pembimbing mu mulai saat ini, perjalanan mu masih panjang Aafreda"
Aafreda menganggukkan kepalanya, dia menatap kedua tangannya dengan rumit. Dia tidak tahu sudah berapa lama dirinya ditempat itu, mengingat kembali apa yang ia lalui membuat Aafreda tersenyum manis.
Sekarang aku harus menyelesaikan semua ini, dewa alam apakah yang kamu katakan semua benar? Jika aku menyelamatkan dunia ini, kamu akan memberikan pilihan kepada ku?
__ADS_1