
Aafreda kembali melangkah ke asrama, terlihat banyak para siswa yang sedang melatih kekuatan roh mereka. Aafreda sejenak memikirkan tentang kekuatan nya, gurunya mengatakan bahwa setahun lagi akan diadakan ujian cincin roh. Dia harus memiliki kekuatan dan berlatih sendiri tanpa kehadiran gurunya saat ini, gurunya sepertinya sedang dalam keadaan yang mendesak. Mungkin mereka sedang merencanakan perang selanjutnya? Jika itu terjadi, Aafreda harus memperkuat dirinya sendiri demi melindungi dia dan ibunya.
Setahun Kemudian
"Apa yang sedang kamu lakukan?" Tanya Aafreda bingung
Dihadapannya sosok Alex sedang berbicara dengan sebuah rumput, Alex mengajaknya pergi ke arah hutan untuk berlatih kekuatan mereka karena sebentar lagi ujian cincin roh akan diadakan. Tapi disini dia hanya melihat Alex sedang mencoba berbicara dengan rumput didepannya, apakah anak ini bodoh atau terlalu polos?
"Aku penggguna roh tanaman jadi aku ingin mengajak rumput- rumput ini bekerja sama dengan Tuan Alex yang keren ini"
"Aku baru mengetahui bahwa rumput bisa diajak untuk berbicara"
"Rumput adalah tanaman juga bukan?"
"Apakah kamu tidak pernah mendengar kan penjelasan nona Bella selama di kelas. Rumput bukan bagian dari roh tanaman, mereka hanyalah tanaman biasa"
"Benarkah? Apakah nona Bella pernah mengatakan hal itu di kelas?"
Hah...Setahun ini aku hanya mengurusi anak bodoh saja yah, aku kira karena dia adalah keturunan darah bangsawan dari ras Ghoul, dia akan lebih pintar dan kuat ternyata sama saja denganku.
Alex pun berdiri dari duduknya, dia menggerakkan tubuhnya dan menatap matahari yang bersinar terang dia atas langit.
"Hari ini matahari sedang bersinar terang Aafreda, tidak ada awan hanya ada langit biru yang sangat terang"
"Apakah sebiru itu?"
"Yah benar-benar biru yang sangat indah"
"Aku ingin melihatnya"
Alex terdiam cukup lama, dia pun melirik Aafreda dan tertawa canggung. Alex pun mendekati Aafreda dan berjongkok didepannya sambil menatap matanya yang masih tertutup dengan kain lusuh.
"Kamu pasti suatu saat akan bisa melihat nya, aku juga ingin kamu melihat wajah ku yang tampan ini kkkk"
"Hentikan tawamu itu, mengesalkan"
Aafreda segera berdiri, dia berjalan keluar dari hutan dengan langkah pelan. Dia kini sedang memikirkan sesuatu hal, umurnya sudah menginjak 8 tahun dan umur Achiel juga bertambah menjadi 15 tahun. Berarti tahun depan Achiel akan mendapatkan gelar The Hero of Dunkelheit, dan tahun depannya lagi dia akan bertemu dengan sang pemeran utama. Saat itulah dunia Aafreda menjadi terombang-ambing, di umurnya yang ke sepuluh dia akan mengikuti Achiel untuk menjalankan perintah atasannya menculik sang putri dan membawanya ke para Titan, penculikan itu tentu saja berlangsung lama selama 8 tahun, hingga membuat kedua pemeran utama itu dapat menimbulkan benih-benih cinta mereka sangat lama dan begitu dalam. 8 tahun penculikan bukanlah hal yang sebentar, jika Aafreda berada di posisi putri Cenora dia mungkin juga akan jatuh hati dengan pesona Achiel.
"Kamu ada disini? Dari tadi aku mencarimu"
Dan sekarang dia sudah memanggil aku- kamu denganku, aku adalah adiknya tapi dia memperlakukan seperti seorang wanita. Aku tidak tahu harus senang atau tidak dengan perilaku nya ini. Intinya aku harus bergantung kepadanya dan tidak membuat masalah sampai dia menemui wanita itu.
"Kakak!! Apakah kamu sudah selesai dengan latihan mu?"
Aafreda mendekati Achiel dan memeluk lehernya dengan manja, Alex yang baru keluar dari hutan menatap pemandangan itu dengan wajah mengkerut. Aafreda hanya mengeluarkan suara yang imut itu dengan kakaknya saja, jika berbicara dengannya dia selalu berkata kasar dan dingin.
Alex menatap kedua insan yang berpelukan dengan mesra itu, dia tahu bahwa Achiel memiliki mata yang tidak biasa kepada adiknya sendiri. Tapi dia merasa tidak aneh dengan hal itu, karena dia merasa lebih aneh dengan tubuh kembang Aafreda. Alex tahu Aafreda kini menginjak umur 8 tahun tapi tubuhnya seperti anak-anak berumur 14 tahun, begitu subur dan sudah membentuk lekuk tubuh gadis remaja. Apakah Aafreda yang tidak tahu berapa umur pasti dirinya atau ada sesuatu yang aneh dengan tubuh itu.
__ADS_1
"Kenapa kamu menatap Aafreda seperti itu?"
"Ha apa? Aku tidak menatapnya kok"
Alex segera mengalihkan pandangannya ke arah lain, dari kejauhan dia melihat sosok wanita yang menatap Aafreda dan Achiel dengan tatapan membara. Ah Alex ingat siapa wanita itu dia adalah orang yang mengejarnya- ngejar Achiel sejak tahun lalu, sayang sekali wanita itu tidak akan pernah dilirik oleh manusia es ini.
"Ayo kita ke asrama, aku membeli beberapa kue kesukaan mu dikota"
"Benarkah?!! Kakak memang yang terbaik"
Kikik mining ying tirbiik. Menggelikan sekali dia seperti itu. Pikir Alex
Aafreda melangkah bersama dengan Achiel tak lupa dia menatap ke belakang dan memberikan tanda kematian kepada Alex. Tentu saja Aafreda tahu apa yang dipikirkan oleh anak itu, anak itu selalu mengejek dirinya jika bersikap manja kepada Achiel.
Aku seperti ini karena ingin hidup bocah, awas saja anak itu.
Faksi Utama Dunkelheit, Altar Dunkelheit, Pulau Selatan Undead.
"Apakah sudah ada informasi terbaru tentang anak berkah dewa itu?"
"Belum ada, kami sudah melacaknya dengan mata-mata dari bangsa Ghoul. Tapi para human mampu menyembunyikan kerajaan mereka dari kita"
"Mereka tak akan melakukan hal itu sendiri, pasti teknologi dari bangsa Dwarf lah yang telah membuat mereka dapat bersembunyi dengan baik"
"Kenapa kita tidak serang saja bangsa kecil itu, dalam sekali pukul manusia kecil itu akan mati dengan kekuatan kita"
"Tidak bisa begitu" Ungkap Roh Master
"Benarkah? Perasaan aku baru melihatmu tadi di pintu masuk"
"Menyebalkan sekali yah roh master kita"
Ruangan itu dihiasi dengan pilar-pilar tinggi merupakan Altar berkumpul nya tempat para dewan tertinggi untuk melakukan rapat besar. Kini mereka sedang mendapatkan sebuah ramalan yang akan membuat faksi ini menjadi hancur lebur karena seorang gadis yang diberkahi dewa.
"Sudah jangan bertengkar dengan hal seperti itu, sekarang kita harus memikirkan solusi bagaimana menemukan wanita yang mendapatkan berkah dewa itu"
Seorang wanita cantik mengangkat tangannya, dia tersenyum manis menatap semua dewan tertinggi di ruangan itu.
"Ras ku mengajukan diri dalam pencarian ini" Ungkap Ratu BloodElf, Mariah Le Jour, Ratu ke 5 kerajaan BloodElf
"Mariah Le Jour, ras mu bahkan tidak mampu melawan ras human sama sekali." Ungkap dewan yang sebelumnya mengenal roh master, Polo The Bastian, Bangsawan Undead.
"Tuan Polo, aku kira kamu belum mendengar kabar terbaru tentang akademi faksi kita"
"Ada apa dengan akademi itu, aku hanya tau disana hanyalah tempat pengasuhan anak-anak haha"
"Hah benar-benar lucu sekali anda Tuan Polo, tapi aku akan memberitahukan padamu sesuatu yang menakjubkan. Izinkan saya berbicara Tuan Leonard"
__ADS_1
"Silahkan" Leonardo De Kiehl, bangsawan Undead, Pemimpin Para Dewan Faksi Dunkelheit.
"Aku tahu bahwa ras ku merupakan ras yang paling tidak berguna dalam peperangan ini, tapi sekarang kami akan membanggakan apa yang kami dapatkan. Apa kalian pernah mendengar pedang dark soul?"
"Pedang Dark Soul adalah pedang kematian, dan pedang itu hanyalah rumor belaka" Jawab Leonard
"Benar, dark soul adalah pedang kematian yang bisa membawa kematian kepada satu ras tidak satu faksi dalam sekejap mata. Tapi pedang itu bukanlah sebuah rumor belaka, ras ku memiliki pedang itu sejak lama"
"Apa?!! Bagaimana bisa?!"
"Itu tidak mungkin ras mereka mampu menaklukkan pedang itu!"
"Aku tahu kalian semua tidak akan percaya, tapi kalian akan percaya ketika kalian mendengar kabar seorang anak di akademi yang berhasil mendapatkan peringkat pertama dalam roh alat dalam nilai sempurna tidak ini melebihi dari kata sempurna. Anak itu berasal dari ras ku dan dibesarkan oleh salah satu bawahan setia ku. Kini anak itu semakin kuat dan kuat, kekuatannya bahkan bisa membuat perang ini semakin membawa kemenangan kepada kita. Jadi aku ingin merencanakan sesuatu kepada Tuan Leonard"
"Hmm... Penjelasanmu tadi memang benar adanya, aku memang mendengar kabar tentang seorang anak yang dapat menguasai roh alat dengan sempurna. Tapi apa rencanamu dengan hal itu?"
"Aku merencanakan sebuah penculikan dalam satu tahun lagi setelah anak itu menaikkan peringkatnya di kelas menengah roh tahun depan. Jika berada di kelas itu kita dapat memberikan misi kepadanya, untuk melakukan penculikan terhadap sang gadis yang diberkahi dewa. Aku yakin dia tidak akan terlacak oleh faksi Alliance, dia memang memiliki kemampuan diatas rata-rata untuk menghilangkan bau ras BloodElf nya dan masuk kedalam ras NightElf."
"Ide yang sangat bagus, kita bisa mencoba ide ini"
"Tapi maaf aku tidak melakukan hal ini secara gratis tuanku"
"Apa maksudnya itu Nona Mariah, bukankah kamu menawarkan dirimu tadi!" Teriak Polo tidak senang
"Maaf tuan Polo, tapi dia adalah pengguna alat yang langka. Kalau kalian mempunyai Atlas sang terkuat maka kami juga mempunyai anak ini sang penakluk. Belum ada istilah itu di The Hero bukan?"
"Baiklah, apa yang kamu inginkan?" Tanya Leonard
"Tuan jangan mau menerima permintaan wanita ras rendah itu!" Teriak Polo
"Hentikan, kita semua disini satu kelompok dan satu tujuan. Lagipula kita sudah mengerahkan segala cara untuk mencari keberadaan wanita itu, tidak ada salahnya kita mencoba hal lain. Jadi apa yang kamu inginkan Mariah?" Ungkap Leonard
Mariah menyeringai, dia menatap dan mengangkat dagunya dengan tinggi dengan permintaanya ini ras nya tidak akan direndahkan lagi.
"Jadikan anak itu sebagai The Hero"
"Apa?!!" Teriak Polo tak terima
"Mariah kamu sudah kelewatan" Ungkap dewan yang lain
Para dewan saling beradu mulut dan tidak mengizinkan permintaan Mariah sama sekali, kecuali roh master yang diam dan sedang duduk sambil menutup matanya. Dia sebenarnya juga setuju dengan Mariah, tidak ada salahnya menggunakan kekuatan anak itu lagipula para Hero tidak ada yang mampu menembus pertahanan faksi Alliance selama ini.
Leonard mengetuk jari-jarinya, dia menatap sosok Mariah yang percaya diri. Pedang Dark Soul adalah pedang yang merupakan warisan dari para Titan, kekuatan itu sangatlah menakjubkan. Walaupun hanya sebuah rumor belaka, pemilik pedang itu bisa dikatakan sebagai pemimpinnya para Titan terdahulu.
"Baik, aku akan mengabulkannya. Tapi jika rencana ini tak berhasil, nyawamu dan ras mu menjadi taruhannya Mariah"
"Saya mengerti Tuan ku"
__ADS_1
"Tunggu siapa nama anak itu?" Tanya Leonard
"Achiel"