Dark Soul

Dark Soul
Pelatihan Pewaris


__ADS_3

Aafreda yang tenggelam kedalam air danau mencoba berenang ke permukaan dengan sekuat tenaga, namun semakin ia berenang semakin dirinya ditarik kedalam kegelapan dan oksigen terakhirnya pun terisi oleh air danau.


Dingin, rasanya dingin sekali. Apakah aku sudah mati? Apakah aku kembali ke dunia ku? Jika begitu aku akan sangat bersyukur.


Aafreda membuka matanya secara perlahan, ia hanya bisa melihat langit bernuansa navy dengan Kilauan bintang yang bersinar. Aafreda yang terbaring segera mengambil posisi duduk dan melihat sekitarnya, ia bingung dengan tempat yang penuh aroma bunga dan bercahaya. Apakah dia di surga sekarang?


"Nak"


Aafreda menolehkan kepalanya ke kanan dan kiri, dari arah kiri ia melihat sosok dewa alam yang melayang. Aafreda pun bersujud "Salam dewa alam, saya Aafreda keturunan ras Bloodelf memberikan salam"


"Aafreda, nama yang cocok denganmu. Siapa sangka para dewa memberikan pesan yang salah kepada para pengikutnya."


"Maksud dewa?"


"Jangan panggil aku dewa, kamu adalah anakku yang diberkahi. Panggil aku Naturra"


"Nama anda...seperti nama dunia kami"


"Duduklah jangan bersujud kepadaku, ingat kamu adalah anak yang diberkahi."


Aafreda pun segera duduk dan menatap ke arah dewa alam. Lama kelamaan wajah dewa lama terlihat, Aafreda terkagum melihat wajah seorang wanita cantik dengan rambut panjang hingga mata kaki. Cahaya terus melingkari tubuh wanita didepannya.


"Anda sangat cantik"


"Haha...Aafreda kami para dewa tidak memiliki jenis kelamin. Jadi dikatakan cantik olehmu sedikit membuatku bingung"

__ADS_1


"Ahh...maafkan saya, saya tidak tahu mengenai hal itu"


"Tidak masalah"


Aafreda memilin bajunya ragu " Kenapa saya bisa berada disini? Apakah saya sudah mati?"


"Kamu masih hidup, hanya saja kini kamu berada di salah satu ruangan ku. Ruangan ini bernama Floral, tempat ini akan menjadi tempatmu melatih kekuatan dewamu"


"Ha? Aku? Dewa?"


"Benar, apakah kamu tidak bertanya-tanya kenapa orang-orang berpikir Cenora adalah anak yang diberkahi sesuai dengan ramalan?"


"Itu selalu berada di kepalaku. Tapi aku tidak menemukan jawabannya sama sekali, padahal aku lah yang memiliki mata ini sejak lahir dan aku tidak mencurinya sama sekali tapi semua orang tidak percaya akan hal itu"


"Kamu terlihat santai sekarang haha"


"Jangan terlalu formal denganku sebentar lagi kamu lah yang akan berada diposisi ku ini"


Aafreda sedikit tak mengerti dengan perkataan Dewa Naturra, dewa ini membuatnya sangat bingung dengan keadaan sekarang.


"Jadi... sebenarnya para pengikut ku lah yang salah memberikan ramalan dan para dewa juga salah memberikan kekuatan mereka"


"Jadi aku adalah kesalahan? Jadi kekuatan ini sebenarnya milik Cenora?"


"Tidak, kekuatan ini adalah milikmu sejak awal. Para dewa salah karena dia mengubahmu menjadi ras elf, sepertinya mereka memikirkan hal negatif saat mengirimkan kekuatan kepadamu. Para dewa yang tidak berpikiran baik akan mengubah mahkluk yang diciptakannya menjadi sesuatu yang tidak baik seperti mahluk ciptaan Titan. Para pengikut ku sudah menyebarkan ramalan bahwa faksi Alliance akan menang dengan anak human yang diberkahi manusia. Jadilah semua seperti ini, saat itu para dewa sedang dalam krisis jadi pikiran mereka juga berada di ujung batas. Maafkan mereka nak"

__ADS_1


Aafreda diam, jadi dia ini bukanlah ras Bloodelf tapi ras human hanya saja negatif para dewa membuat dia tercipta sebagai salah satu mahkluk yang licik yaitu Bloodelf. Pantas saja kakek Stu tidak percaya dengan dirinya, semuanya sudah salah sejak awal.


"Kenapa kalian memberikan kekuatan ini kepadaku? Aku hanyalah anak human biasa jika kalian tidak memberikan apapun kepada tubuhku. Aku tidak perlu merasakan kerasnya hidup di faksi Dunkelheit dengan mata tertutup setiap harinya"


"Kamu bukan anak biasa"


Aafreda terdiam dan menatap kaget kearah Naturra, jika dia bukan anak biasa lalu apakah dirinya anak luar biasa? Di dalam novel tidak pernah disebutkan sejarah keluarga Aafreda.


"Kamu adalah anak yang akan menjadi dewa Naturra selanjutnya, garis takdirmu sudah dibuat sebelum kamu lahir. Kami para dewa tidak bisa memiliki keturunan jadi yang bisa mewariskan nama dan kekuatan kami adalah anak yang terpilih. Sekarang kamu berada di dunia Naturra salah satu dari sekian banyak dunia yang dimiliki para dewa, maka aku sudah memilih kamu sebagai pewaris ku."


Aafreda termangu, ini adalah hal gila yang pernah didengarnya. Sudah cukup dirinya dikatakan sebagai anak yang diberkahi dewa ternyata dia adalah pewaris nama dewa Naturra?!! Siapa sangka jalan cerita nya menjadi seperti ini. Sungguh sulit ditebak dan sangat plot twist.


"Bagaimana dengan Cenora? Bukankah dia ada hubungannya dengan semua ini? Aku entah kenapa merasa dia memiliki ikatan denganku"


"Benar, dia adalah saudara kembarmu. Tapi aku tetap memilih mu sebagai pewaris ku, Cenora bisa menggunakan kekuatan Pray Of God itu karena kamu masih terlalu rentan dan kekuatanmu bisa diambil oleh siapa saja tapi setelah pelatihan ini kekuatanmu akan menjadi milikmu seutuhnya dan tidak ada yang bisa mengambil kekuatanmu baik dari mata ataupun jantung mu yang harus dicabut."


Aafreda meneguk ludahnya kasar, kata-kata dewa ini sedikit menakutkan. Selama ini Vincent mengincar dirinya untuk menggunakan mata nya, mungkin setelah pelatihan ini mata Aafreda tidak akan bisa diambil sama sekali karena kekuatan dewa sudah menyatu dengan tubuh dan jiwanya.


"Aku ingin berlatih, aku ingin menyelamatkan dunia ini"


"Sudah aku duga pilihan ku tidak salah"


"Memangnya apa yang spesial dariku?"


"Kamu mementingkan orang lain daripada dirimu" Ungkap Naturra sambil tersenyum manis

__ADS_1


"Saat nya melatih kamu menuju pewaris ku, pelatihan ini mungkin akan memakan waktu lama. Jika waktu disini berjalan cepat waktu di dunia mu akan berjalan lambat, tapi tetap saja jika kamu selesai 10 tahun disini maka diduniamu setara dengan setahun. Jadi manfaatkan waktu mu dengan baik nak"


"Baiklah"


__ADS_2