Dark Soul

Dark Soul
Gurun Pasir


__ADS_3

Keesokan paginya, Aafreda terbangun sambil merenggangkan seluruh tubuhnya. Dia menatap berada dimana dirinya sekarang, dia melihat sosok tuan putri Cenora yang berada di tempat tidur, dan kini dirinya berada di sofa yang sudah tua. Sepertinya Achiel memindahkan dirinya saat dia tertidur di luar kemarin malam.


Aafreda pun segera berdiri dan keluar dari ruangan itu, dia merasa tidak nyaman berada satu ruangan dengan putri Cenora. Dia keluar dari rumah tua itu dan melihat Achiel sedang membakar beberapa ikan, Aafreda berpikir Achiel sangat perhatian sekali dengan putri Cenora, bahkan Achiel selalu menyiapkan makanan untuknya.


Aafreda menghampiri Achiel dan duduk disebelahnya, Achiel melirik Aafreda dan tersenyum lembut kepadanya. Tiba-tiba Achiel memberikan sesuatu kepada Aafreda, Aafreda menatap kain lusuh yang diberikan Achiel kepadanya.


"Apa ini?" Tanya Aafreda


"Bukalah"


Aafreda mengambil kain itu dan membukanya terlihat sebuah jubah berwarna putih yang begitu mewah, Aafreda membuka mulutnya dengan lebar. Bagaimana bisa Achiel menemukan jubah yang elegan seperti ini?


"Darimana kamu mendapatkan nya?" Tanya Aafreda takjub


"Aku mengambilnya dari barang-barang bandit gunung itu" Jawab Achiel


"Ini bagus, terimakasih"


Achiel kembali melanjutkan pekerjaannya, Aafreda menaikkan alisnya dengan bingung entah kenapa dia melihat Achiel seperti gelagapan karena dirinya yang berterimakasih. Aneh sekali?


Aafreda mengganti jubahnya dengan jubah barunya, menggunakan jubah berwarna putih lebih baik daripada berwana merah di tempat panas seperti ini. Tapi Aafreda sedikit bingung, kemana mereka selanjutnya sekarang? Dia tidak begitu mengingat jalan cerita dari novel ini.


Seharusnya Achiel membawa kami ke ras NightElf dan memberi sinyal bahwa kami telah berhasil, aku tidak tahu bagaimana caranya dia memberi sinyal. Entah kenapa aku mulai melupakan bagian cerita dalam novel, intinya Achiel tidak pernah membawa kami ke faksi Neutrum. Ini aneh, Alue cerita sepertinya mulai melenceng jauh. Pikir Aafreda


"Apakah kamu menyukai nya?" Tanya Achiel


"Ahh...Apa? Oh...Aku suka"


"apakah ada yang mengganggu mu?" Tanya Achiel khawatir

__ADS_1


Aafreda menggeleng lemah, namun dia menatap Achiel karena penasaran.


"Kemana kita setelah ini? Kakak tahu bukan kita tidak bersahabat dengan faksi Neutrum"


"Aku tahu, tapi mereka bukanlah musuh. Hanya tempat ini yang tidak akan dimasuki oleh faksi Alliance. Aku sudah memberikan sinyal kepada ras kita, aku harap mereka dapat melemahkan portal faksi Alliance sehingga kita bisa teleportasi ke faksi Dunkelheit" Jawab Achiel


Ahh jadi seperti itu, dia cepat tanggap sekali. Benar-benar sifat seorang pemeran utama sekali. Pikir Aafreda


Achiel memberikan ikan kepada Aafreda, Aafreda mengambil ikan itu dengan senang hati dan memakannya. Aafreda menatap ikan itu dengan cermat, dia melihat sudah tidak ada duri di ikan tersebut. Melihat wajah Aafreda yang kebingungan, Achiel pun tersenyum lembut kepadanya.


"Aku sudah membuang durinya, makanlah"


Aafreda tersipu malu dengan sikap Achiel, dia pun memakan ikannya dengan wajah menunduk. Tiba-tiba putri Cenora keluar dan mendekati Achiel dengan terang-terangan.


Hmm...Apa perasaanku saja yah putri Cenora kelihatannya tertarik dengan Achiel, matanya penuh dengan binar- binar cahaya saat menatap Achiel. Pikir Aafreda


"Astaga aku juga sangat lapar sekali" Ungkap putri Cenora ramah


Achiel tidak memperdulikan Putri Cenora sama sekali, dia pun duduk disamping Aafreda dan memakan ikannya. Aafreda menatap Cenora yang memerah, sepertinya wanita itu sangat malu karena tindakan Achiel. Aafreda pun membantu putri Cenora dengan memberikan ikan yang masih ada.


"Ini putri ikan anda"


"Terimakasih"


Cenora mengambil ikan itu dengan dingin, Aafreda hanya menaikkan alisnya dengan bingung sedangkan Achiel menatap Aafreda dengan lembut. Dia pun menarik Aafreda Kembali dan memintanya untuk makan.


Setelah sarapan pagi, Aafreda membereskan barang-barang nya. Achiel mengatakan bahwa mereka akan menuju faksi Neutrum, faksi itu merupakan faksi yang menerima siapapun yang telah dibuang oleh ras mereka. Jadi menurut Achiel, mereka akan diterima dan aman disana selama menunggu ras BloodElf melemahkan portal buatan faksi Alliance.


Mereka akan memulai perjalanan dengan berjalan kaki di atas gurun pasir, Achiel membantu Aafreda untuk berjalan di gurun pasir yang panas dan sulit untuk ditempuh. Aafreda merasa tidak enak dengan Cenora, padahal dia sudah mengatakan kepada Achiel bahwa dirinya bisa melakukan hal ini sendiri, tapi Achiel sangat keras kepala dan tidak memperdulikan nya.

__ADS_1


Seharusnya bukan seperti ini, seharusnya Achiel memperhatikan putri Cenora kenapa dia malah memperhatikan ku?


Aafreda hanya bisa pasrah, dia melirik putri Cenora yang berada di sampingnya. Cenora kini memakai jubah merah nya, Aafreda berpikir pasti sangat panas dan gerah memakai jubah itu di bawah terik matahari. Tapi kelihatannya Achiel tidak memperdulikan Putri Cenora sama sekali.


Entah kenapa aku merasa ada sesuatu yang salah yah. Pikir Aafreda


Mereka sudah berjalan selama berjam-jam, rasa lelah mulai menghantui Aafreda. Dia melihat sekelilingnya dengan lemah, hanya ada gurun pasir yang luas di hadapannya. Aafreda tak kuat untuk berjalan lagi, tiba-tiba putri Cenora kehilangan kesadarannya.


"Putri Cenora?!!" Teriak Aafreda


Aafreda segera memeriksa keadaan sang putri, terlihat bibirnya yang memucat dan kering serta bulih keringat yang berada di sekitar wajahnya. Aafreda tahu bahwa putri terkena dehidrasi.


"Kakak sepertinya kita harus beristirahat"


"Lemah sekali wanita dewa ini" Ungkap Achiel tidak suka


"Kakak?!!"


Aku juga ingin istirahat bodoh, siapa yang mau berjalan berjam-jam di gurun pasir tanpa minum. Hanya kamu yang melakukan hal ini! Pikir Aafreda kesal


"Tiba-tiba Achiel mengeluarkan kekuatan roh tanamannya dan membuat pepohonan rindang di tengah gurun. Aafreda takjub karena hal itu, kenapa dia tidak tahu bahwa roh tanaman bisa menumbuhkan pohon?


"Apakah aku bisa melakukannya juga?" Tanya Aafreda semangat


"roh tanaman mu adalah tipe penyembuh bukan? Kamu hanya bisa menumbuhkan tanaman obat" Jawab Achiel


Kenapa kekuatan ku sangat tidak berguna sih, aku juga ingin menumbuhkan pohon rindang ditengah gurun pasir yang panas ini.


Aafreda menarik tubuh Cenora ke bawah pohon, Achiel tidak membantunya sama sekali dan malah duduk santai didekat pohon yang telah ia tumbuhkan. Setelah membaringkan Cenora, Aafreda meneteskan sedikit air ke mulutnya agar wanita itu sadar.

__ADS_1


Kelihatannya dia akan lama tersadar, wanita ini lebih lemah dari yang aku bayangkan. Pikir Aafreda


Aafreda pun meneguk minuman yang ada dibotolnya, dia menatap kedepan dengan takut. Kenapa dirinya menjadi terjebak di gurun pasir seperti ini? Dan terlihat gurun ini tak terdapat apapun, siapa sih yang mau membangun ras di tempat panas seperti ini!


__ADS_2