
Setelah beristirahat beberapa jam mereka melanjutkan perjalanan kembali ke ras terdekat, Aafreda membuat sebuah tongkat kayu dari roh tanaman miliknya setidaknya dia mampu membuat hal seperti ini. Aafreda sulit bergerak di gurun pasir yang luas ini karena kakinya selalu tenggelam, dia melihat sosok Achiel yang berjalan dengan santai tanpa beban sekalipun begitupula dengan Cenora yang juga tak terpengaruh oleh medan yang sulit ini.
Sebuah perbedaan kekuatan antara pemeran pembantu dan utama, lihatlah aku sudah seperti kaktus di gurun pasir. Kenapa mereka tidak kelihatan lelah sama sekali, bulih keringat pun tidak terlihat. Tubuhku sudah basah, dan mulai mengeluarkan wangi yang luar biasa. Oh sungguh luar biasa ciptaan penulis novel ini, membuat sebuah faksi di gurun pasir.
Aafreda terus mengomel penulis di dalam hatinya, dia ingin cepat melakukan semua ini. Mengantarkan Cenora kemudian mengambil tanaman dan selesai, tapi kenapa ras BloodElf lama sekali untuk merusak portalnya. Kerja mereka sangat lamban dari dulu pantas saja dibilang ras paling lemah di faksi Dunkelheit.
Selama beberapa jam akhirnya mereka menemukan sebuah ras, dikejauhan Aafreda menatap bangunan yang telah menjulang tinggi. Aafreda pun tersenyum bahagia, dia pun mempercepat langkahnya menuju ras tersebut.
Memasuki gerbang Aafreda melihat sebuah manusia yang tidak terlihat seperti manusia, mereka tidak begitu banyak berekspresi ketika Aafreda dan yang lainnya masuk. Tidak ada pemeriksaan sama sekali, Aafreda heran dengan ras ini. Apakah mereka ras manusia? Bukankah itu adalah hal yang gawat?
"Kak, mereka manusia?" Bisik Aafreda
"Tidak, mereka humanoid. Manusia dengan teknologi canggih, mereka tidak sama dengan human yang ada di faksi Alliance. Mereka tidak memiliki hati" Jawab Achiel
Jawaban Achiel juga didengar oleh Cenora, dia juga mengira bahwa tempat ini adalah bagian dari ras nya tapi ternyata bukan. Untuk pertama kalinya bagi Cenora melihat hal baru seperti ini.
Tiba-tiba sebuah kereta mendekati mereka, Cenora yang masih termenung tidak sadar akan hal itu. Achiel dengan cepat menarik lengannya dan tubuh Cenora menabrak dada bidang Achiel. Cenora memerah karena malu dengan pelukan ini.
Aafreda menatap kejadian itu dengan wajah terkejut, dia melihat sosok Achiel yang sigap sekali melindungi Cenora. Aafreda menolehkan pandangannya ke arah lain, dia tidak ingin melihat hal seperti ini didepan matanya.
Mengerikan, kenapa aku harus berada di tengah-tengah mereka. Achiel dia selalu sigap ketika Cenora dalam bahaya, entah kenapa sangat menyebalkan.
Achiel dengan cepat mendorong tubuh Cenora. Dia melirik ke arah Aafreda yang sibuk menatap para humanoid. Sementara itu Cenora masih menetralkan debaran di dadanya, dia menatap Achiel dengan pandangan berbinar.
"Terimakasih karena menyelamatkan ku" Ungkap Cenora
"Hmm"
Achiel menarik tangan Aafreda membuat Aafreda terkejut karena tindakannya.
__ADS_1
"Apa yang kamu lihat?" Tanya Achiel lembut
Apa-apaan sih dia, apakah dia playboy kelas kakap. Hei lihat disana wanita mu, aku ini hanya pemeran pembantu. Pikir Aafreda kesal
"Yah hanya melihat makanan" Ungkap Aafreda asal
Achiel mengerti, dia pun menggenggam tangan Aafreda dan menuju stand makanan dan meninggalkan sosok Cenora sendirian dengan wajah sedih.
Aafreda yang ditarik paksa hanya menghela napas lelah, dia tak ingin memiliki perasaan lebih kepada sosok Achiel. Dia masih berusaha untuk membuat dirinya seperti baik-baik saja tapi dalam kenyataannya hati nya tidak baik.
Diamlah hati, aku ini tidak suka dengan pria ini. Aku hanya pemeran pembantu.
"Kamu ingin makan apa?" Tanya Achiel
"Apapun" Jawab Aafreda cuek
Achiel menganggukkan kepalanya, dan memesan beberapa buah segar. Dia pun memberikan kepada Aafreda. Aafreda menatap buah tersebut dengan wajah bosan
Aafreda mengambil buah itu dengan malas, melihat wajah Aafreda yang mendung membuat Achiel sedikit khawatir dengannya.
"Ada apa? Kamu tidak suka? Buah-buahan bagus untuk orang-orang di gurun pasir" Ungkap Achiel
Sejak kapan pria ini banyak sekali berbicara, aku tidak butuh dia menjelaskan apapun kepadaku. Dia semakin cerewet saja.
"Yah terimakasih, aku suka" Ungkap Aafreda sambil tersenyum kecil
Aafreda kini menyadari kehadiran Cenora yang telah berada di sampingnya, Aafreda menatap Cenora seperti melihat hantu. Apakah wanita ini berjalan tidak bersuara yah? Tiba-tiba saja muncul dan tersenyum manis
"Aku juga suka buah" Ungkap Cenora senang
__ADS_1
Achiel menggubris Cenora, dan menggenggam tangan Aafreda untuk mencari makanan dan penginapan mereka. Cenora kembali cemberut, dia menatap punggung Aafreda dengan wajah kesal. Kenapa lelaki itu sangat perhatian kepada Aafreda, dia tahu bahwa mereka adalah saudara tapi kelihatannya tidak hanya tali persaudaraan yang ada pada diri mereka berdua. Cenora dapat melihat mata Dark soul yang menatap Aafreda dengan tatapan lain, tapi dia tidak tahu apa arti tatapan itu.
Aafreda kini berada di sebuah penginapan, setelah berdebat lama dengan Achiel dan Cenora masalah kamar akhirnya mereka memutuskan untuk membeli dua kamar. Satu kamar untuk Achiel dan satunya lagi untuk dia dan Aafreda, Achiel menolak gagasan itu pada awalnya. dia meminta agar Aafreda sekamar dengannya, karena mereka adalah saudara. Cenora tidak setuju dengan hal itu, begitupula dengan Aafreda. dia tidak mau satu ruangan dengan pria yang selalu mengubah isi hatinya.
"Kamu sangat dekat dengan kakakmu yah? Hubungan kalian sangat dalam?"
Aafreda tidak tahu apakah itu sebuah pertanyaan atau pernyataan untuknya, tapi mata dari Cenora seperti menyiratkan rasa cemburu yang dalam. Aafreda mengerti bahwa Cenora mulai jatuh hati dengan Achiel, tapi kenapa begitu cepat Cenora jatuh cinta kepadanya
Dalam novel, Cenora digambarkan sebagai wanita yang pendiam dan dingin. Tapi dia kenapa kelihatan seperti wanita yang manja dan cerewet sekarang? Aku tidak mengerti dengan perubahan dua karakter ini.
"Aku sudah hidup bersama kakak sejak kecil, jadi kami memang lumayan dekat"
"Ohh begitu, bolehkah aku menanyakan sesuatu? Tapi aku takut ini menyinggung perasaan mu?" Tanya Cenora
"Yah tentu "
"Kenapa kalian tidak mirip sebagai saudara? Aku mencoba untuk menelusuri wajah kakakmu, dia memiliki rambut hitam dan mata nya yang hitam legam sedangkan kamu...umm rambut mu sama sepertiku dan matamu... yah struktur wajah kalian tidak sama"
Kapan dia melihat wajah kami, setahu ku aku dan Achiel sudah menutupinya dengan tudung ini.
Cenora hanya tersenyum manis, tentu saja kedua saudara itu tidak tahu jika Cenora sudah melihat wajah mereka ketika mereka berdua tertidur di gurun pasir. Di saat itulah Cenora terpukau dengan wajah yang dimiliki oleh Achiel.
"Yah...Aku dan kakak bukan saudara kandung, kami hanya diangkat oleh seorang wanita dan akhirnya menjadi saudara"
Cenora menyipitkan matanya tidak suka, ternyata mereka berdua tidak sedarah pantas saja tatapan Dark soul seperti tatapan pria yang selalu mengagumi dirinya. Kini dia tahu arti tatapan pria itu, itu adalah tatapan cinta dan wanita buta ini tidak tahu bahwa kakaknya menyukai nya.
"Ternyata begitu yah, maaf aku menanyakan hal yang aneh"
"Ahh tidak apa-apa"
__ADS_1
Aafreda pun memutuskan untuk pergi keluar dari ruangan itu, dia merasakan kulitnya akan terbakar jika Cenora menatapnya terus menerus.
Apa-apaan wanita itu, dia seperti ingin membunuhku saja.