Dark Soul

Dark Soul
Penyakit Yang Tak Diketahui


__ADS_3

Keesokan paginya mereka mendapatkan pengumuman untuk berkumpul di gedung utama. Aafreda, Achiel dan Alex sudah berada di barisan mereka, hanya sedikit kata siswa yang hadir karena sebagian masih banyak yang terluka berkat serangan Anomos.


"Aku akan mengumumkan sesuatu yang penting untuk hari ini" Ucap sang kepala akademi


Aafreda menatap kepala akademi dengan bingung, apakah serangan Anomos benar-benar sangat menakutkan? Kenapa seperti nya hawa semua orang terasa tidak baik, ketakutan, gelisah dan kemarahan saling bersatu.


"Aku mengumumkan bahwa akademi akan ditunda hingga waktu yang tak ditentukan, kalian akan kembali ke ras kalian. Disini sudah tidak aman karena mahkluk yang kita takuti sedang mengawasi kita sekarang, aku harap kalian semua mengerti dengan keputusan ini"


Ditunda? Kembali ke ras? Di dalam novel aku tidak pernah mengetahui tentang masa lalu Aafreda dan Achiel, jadi memang kejadian seperti ini mungkin terjadi. Di dalam novel hanya langsung menceritakan tentang Dark Soul yang menculik seorang putri dan jatuh cinta. Pikir Aafreda


"Akhirnya aku pulang kerumah" Bisik Alex


"Apakah kamu benar-benar ingin pulang?" Tanya Aafreda bingung


"Disini menakutkan, lebih baik aku dirumah dimarahi oleh ayahku"


Aafreda menggelengkan kepalanya mendengar jawaban Alex, tapi dia berpikir memang lebih baik di rumah. Dia sekarang dapat menemui ibunya setelah sekian lama.


Achiel melirik Aafreda yang kini tersenyum, dia berpikir bahwa Aafreda sangat senang dengan berita ini. Dia pasti sangat merindukan wanita itu.


setelah pengumuman tersebut selesai mereka dipanggil bertiga oleh kepala akademi, tentu saja nona Bella sudah memberitahukan bahwa mereka bertiga mendapatkan cincin roh dalam keadaan yang berbahaya ini. Kepala akademi sangat terkejut dengan berita dari nona Bella.


"Apakah kalian bertiga benar-benar mendapatkan cincin roh?" Tanya kepala akademi


Aafreda menganggukkan kepalanya sebagai wakil, karena kedua pria ini tidak mau berbicara sama sekali. Kepala akademi menghela napas, dia merasa bahwa kemampuan ketiga anak ini perlu di awasi.


"Baiklah, aku anggap kalian lulus untuk ujian ini dan kalian bisa menyimpan cincin roh itu."


Ohh dia tidak menyuruh kami mengulang ujian? Aneh sekali. Pikir Aafreda


"Baiklah kalian bisa pergi, semoga kalian selamat sampai tujuan" Ungkap Kepala akademi


Dia sepertinya sedang kesulitan terlihat dari wajahnya. Sepertinya mahluk bernama Anomos itu sangat menakutkan untuk faksi Dunkelheit. Pikir Aafreda


Alex telah mengepak barang-barang nya, dia memberikan salam perpisahan kepada Aafreda mungkin ini akan memakan waktu begitu lama untuk bertemu kembali


"Hah...Aku akan pulang sekarang, kalian berdua jaga diri kalian baik-baik"

__ADS_1


"Baiklah, kamu juga harus menjaga dirimu baik-baik Alex"


"Ah iya jangan lupa untuk bertukar surat, aku ingin mengetahui keadaan kalian berdua. Yah kalau Achiel mau melakukan hal ini kkkkk"


"Jangan tertawa, tawamu tidak enak didengar. Aku akan bertukar surat denganmu pastikan untuk membalas surat ku yah"


"Hah...Jangan menjelekkan tawaku, kamu pasti akan merindukan tawa ini. Baiklah aku pergi dulu, kalian berhati-hati lah dijalan sekarang keadaan tidak begitu aman. Ohh Achiel kamu tidak ingin memberikan sepatah kata kepadaku?" Tanya Alex


"Pergilah"


"Ahh dingin sekali, baiklah sampai jumpa Aafreda"


Aafreda menatap kepergian Alex, Aafreda segera melangkah mendekati jendela kamarnya. dia melihat Alex yang telah dijemput oleh kereta kuda, kini Aafreda dapat merasakan kesenjangan sosial dari Alex.


Wah apakah ini kekuatan para darah bangsawan, bahkan dia dijemput oleh kereta kuda sedangkan aku harus berjalan kaki ke akademi dulu. ternyata strata disini sangat berbeda jauh yah. Pikir Aafreda


"Ayo ambil ranselmu, kita pergi sekarang" Ungkap Achiel


Aafreda membawa ranselnya, namun Achiel mengambil ransel milik nya dan membawanya. Anak ini tadi menyuruh nya untuk membawanya sendiri sekarang dia yang mengambil nya.


"Ayo pergi" Teriak Achiel dari kejauhan


Aafreda pun mengejar Achiel, tingkah laku mereka berdua dilihat oleh dua orang pria dari kejauhan.


"Ohh itu anak yang dikatakan, yah dia sepertinya cukup kuat" Ungkap Polo


Roh master menatap kepergian Aafreda, dia entah kenapa merasa gelisah jika Aafreda terlalu dekat dengan anak itu. Roh master dapat merasakan bahwa anak itu memberikan energi tidak baik kepada muridnya.


"Yah itu dia" Jawab roh master


...****************...


Setelah beberapa hari mereka berjalan menuju ras BloodElf, Aafreda dengan semangat berlari menuju rumah miliknya. dia membuka pintu rumah itu dengan penuh keceriaan namun keceriaan nya meluntur setelah melihat kondisi wanita penyelamat nya.


Kenapa bisa seperti ini? Apa yang terjadi dengan ibu? Pantas saja ibu tidak pernah mengirimkan surat lagi. Pikir Aafreda


"Kalian pulang, ibu sudah mendengar kabar itu. Apakah kalian baik-baik saja?"

__ADS_1


"Huhu ibu.... Seharusnya kami yang bertanya. apakah ibu baik-baik saja, kenapa bisa begini?" Tanya Aafreda sedih


"Tidak apa-apa, ibu baik-baik saja. ini hanya penyakit biasa, tapi melihat kalian berdua dapat kembali dengan selamat artinya kalian dalam keadaan baik dan sehat. Syukurlah"


Achiel melenggang pergi dan memasuki kamarnya, suara pintu menutup dengan keras membuat kedua wanita itu terkejut. Aafreda tak mengerti kenapa anak itu seperti sekarang.


Dia sudah aneh sejak kembali dari ujian, apa yang sebenarnya terjadi? Pikir Aafreda


"Aafreda kamu sudah besar sekali, kemarin ibu masih merasakan bahwa kamu begitu kecil dan mungil"


"Ibu aku sudah berumur 8 tahun, aku sudah pasti akan tumbuh besar"


Tapi pertumbuhan nya terlalu signifikan, tubuh ini seharusnya baru dimiliki untuk anak yang berumur 14 tahun. Kenapa dia bisa tumbuh sebesar ini? Pikir Sirel


"Apakah ibu baik-baik saja?" Tanya Aafreda khawatir melihat ibunya melamun


"Ah iya ibu baik, ayo kita makan bersama"


Aafreda menganggukkan kepalanya, dia pun membantu ibunya untuk mempersiapkan makan malam bersama mereka.


Hari berlalu begitu cepat, kini sudah setahun Aafreda tidak kembali ke akademi. Anehnya akademi akan ditutup sementara selama waktu yang ditentukan, peristiwa penyerangan Anomos membuat beberapa ras meningkatkan pertahanan mereka.


Anomos...Titan sebenarnya mereka mahkluk yang seperti apa? Apakah begitu sangat menakutkan, aku Ingin tahu sekuat apa Titan itu hingga ditakuti satu dunia.


"Aafreda kamu sudah bersiap-siap?" Tanya ibunya


Aafreda segera menutup buku hariannya, dia pun merapikan pakaiannya didepan cermin. Hari ini adalah hari dimulainya penentuan nasib sang karakter pendukung. Hari ini adalah hari dimana Achiel akan dijadikan sebagai the Hero dan akan melaksanakan misi penculikan putri Cenora.


Tenang Aafreda, kamu harus percaya diri melakukan semua ini. Kamu harus meyakinkan Achiel dan tetap mengikuti alurnya, biarkan dia bersama putri Cenora. Pikir Aafreda


Aafreda keluar dari kamarnya, ia telah berpakaian rapi. Aafreda menatap tubuh ibunya dengan sedih, sudah setahun tapi penyakit wanita penyelamat nya tidak sembuh sama sekali. Aafreda bahkan menghabiskan banyak uang untuk mencari dokter yang dapat menyembuhkan ibunya namun semaunya sia-sia. Penyakit ibunya sama sekali tidak diketahui dan tak dapat disembuhkan.


Sirel terkena penyakit, pasti ini berkaitan dengan sesuatu. Aku harus mencari tahu apa penyakit yang dideritanya. Pikir Aafreda


"Ayo pergi pasti kakakmu sudah menunggu di aula kota, kita harus merayakan nya."


"Yah ibu"

__ADS_1


__ADS_2