Dark Soul

Dark Soul
Wujud Cincin Roh


__ADS_3

"Lucius apa yang kamu lakukan sekarang?! Kita sedang dalam ujian" Teriak Aafreda tidak senang


"Memang benar kita dalam ujian, di ujian ini diperbolehkan saling membunuh bukan? Aku akan menyingkirkan kalian semua, tapi untuk kamu tentu saja spesial Aafreda"


Si sialan ini mencari masalah denganku. Bocah ini tidak bisa dibiarkan begini, dia semakin besar kepala saja.


"Hentikan Lucius, kalau kamu melukainya aku tidak akan tinggal diam" Ungkap Alex


"Jangan ikut campur Ghoul, aku tidak ada urusan denganku. Tapi kalau kamu menghalangi tentu saja itu bukan kesalahanku kan?" Ungkap Lucius dengan seringainya


Achiel sedari tadi hanya diam dan mengamati orang-orang yang menyergap mereka dengan dingin. Achiel tentu saja kenal dengan Lucius dan beberapa di antaranya karena mereka berlatih bersama selama beberapa bulan ini, dia tak menduga bahwa Lucius masih memiliki dendam kepada Aafreda karena sikapnya ketika memasuki akademi setahun lalu. Achiel tentu saja tak akan membiarkan lelaki itu menyentuh Aafreda sedikit pun.


"Achiel kamu juga kalau tidak ingin dikeluarkan dalam latihan dengan kami lebih baik menyingkir. Aku hanya berurusan dengan adik kecilmu ini"


"Idiot" Gumam Achiel


Tentu saja pendengaran milik Lucius tajam dia tahu apa yang dikatakan oleh Achiel, Lucius mennggeram penuh kemarahan dan menatap mereka dengan ganas.


"Bicara lagi akan kurobek mulut mu itu"


Lucius menyerang Aafreda dengan kecepatan yang luar biasa, Aafreda sangat terkejut dengan hal itu dia tak menyangka bahwa Lucius akan menyerangnya dengan fisik.


BOOM


Aafreda membuka matanya secara perlahan, ia menatap seseorang yang telah menggendong tubuh kecilnya. Terlihat Achiel menggendong Aafreda ala bridal style, dia melompat mundur bersamaan dengan Alex.


"Hah jangan menghindar dan hadapi aku tikus-tikus sialan!" Teriak Lucius


"Sialan anak itu, aku tidak ingin berurusan dengannya karena ayahku. Tapi aku akan melanggar nya karena dia menyebalkan!" Ungkap Alex geram


"Alex! Jangan lakukan hal itu, kamu akan dalam masalah jika ayahmu tahu bukan?" Tanya Aafreda khawatir


"Siapa yang peduli dengan ayahku, aku tidak takut dengannya. Aku akan menghajar anak itu "


"Tunggu" Ungkap Achiel

__ADS_1


Achile menurunkan Aafreda, dia menatap mata Aafreda dengan serius. Aafreda yang ditatap seperti itu merasa gelisah.


"Aafreda kamu tahu kan ada sesuatu yang aneh dihutan ini?" Tanya Achiel


"Kakak...Itu? Banyak mahkluk-mahkluk berterbangan di udara, aku tidak tahu apa itu"


"Sudah kuduga ada yang salah"


"Apa yang terjadi? Apakah saat nya untuk memainkan teka teki, lihat ada seorang Undead yang ingin membunuh kita disana! Dia akan menyerang lagi sekarang!" Teriak Alex


Lucius kembali menyerang mereka bertiga, untung saja Achiel lebih gesit dan menggenggam pergelangan tangan Lucius dan memelintirnya dengan kuat. Lucius berteriak kesakitan dan menatap Achiel penuh kemarahan.


"Sialan kau ras rendah, beraninya melakukan hal ini kepadaku!!"


"Berisik"


Achiel memutar lengan Lucius hingga mengeluarkan suara tulang yang patah, kekuatan Achiel dan Lucius tentu saja berbanding jauh. Aafreda yang melihat kejadian itu merasa sangat takut, bagaimana jika dirinya yang berada di posisi Lucius mungkin saja dia tidak akan bisa hidup lagi.


Menakutkan, dia benar-benar sangat menakutkan. selama setahun ini dia dapat meningkatkan kekuatannya dengan signifikan. Mengerikan sekali, aku harus menempel kepadanya seperti permen karet dan menghilang jika waktunya telah tiba. Aku bisa melakukan hal ini. Pikir Aafreda


Teman-teman Lucius tak satupun berani untuk membantu nya, mereka sudah ketakutan dengan aura tekanan yang diberikan oleh Achiel. Achiel melemparkan Lucius kesamping dan menginjak tangannya yang lain dengan ganas.


"Jangan menggangguku sampah"


"Akhhh... hentikan...Akhh"


Mendengar teriakan kesakitan Lucius membuat Aafreda tak tahan lagi, dia pun memeluk lengan Achiel dan memintanya untuk menghentikan perbuatannya. Lucius tak akan bisa menang melawan Achiel yang merupakan the Hero masa depan. Kekuatan mereka tak sebanding, dia tak ingin Achiel membunuh siapapun disini.


"Hentikan kak, biarkan saja dia. Dia sudah kesakitan"


Achiel mengambil kakinya menjauh, dia pun menggenggam tangan Aafreda dan pergi dari tempat itu meninggalkan Lucius yang masih kesakitan. Alex menatap Lucius dan berjongkok didepannya, dia tak lupa menakuti pria kecil itu.


"Hei jangan coba-coba menyakiti gadis kecil itu kalau kamu masih ingin hidup. Asal kamu tahu Achiel itu sangat berbahaya, dia bisa saja membunuhmu tadi jika Aafreda tak mencegahnya. Achiel orang yang tidak memiliki belas kasih kepada siapapun kecuali adik nya sendiri. Ingat itu Lucius" Bisik Alex


Alex segera berdiri dan berjalan mengikuti Achiel dan Aafreda yang sudah jauh. Lucius merintih kesakitan namun matanya memancarkan kemarahan yang meluap, dia tidak akan membiarkan mereka semua hidup dengan tenang.

__ADS_1


"Akhhh sialan kalian semua!" Teriak Lucius


Mereka bertiga sudah menjauh dari posisi Lucius, tak ada suara pun yang keluar dari ketiga mulut itu. Aafreda masih sedikit ketakutan dengan sosok Achiel, dia baru pertama kali melihat achiel seperti ini. Dia takut bahwa orang ini akan melakukan hal yang sama kepadanya di masa depan.


"Aafreda apakah kamu baik-baik saja?" Tanya Achiel


"Ahh..a..aku baik-baik saja, hanya kelelahan karena berjalan" Jawab Aafreda gugup


"Maafkan aku membuatku melihat hal yang mengerikan"


"Kakak, kamu mencoba untuk melindungi ku. Aku berterimakasih"


"Jangan berterimakasih, karena itu adalah kewajiban ku untuk menjagamu"


mereka berdua saling berpandangan lama mengabaikan Alex yang kini sedang menatap drama romantis mereka. Alex pun mendekati mereka berdua dan menghancurkan suasana indah itu.


"Hei Achiel, kamu tadi mengatakan bahwa ada sesuatu yang mencurigakan dengan hutan ini. Apa yang terjadi?"


Achiel ingin menggeram marah, Alex selalu menghancurkan suasana yang telah mereka bangun dengan indah. Achiel pun menatap ke sekitarnya dan memeriksa pedangnya yang kini berada di pinggang kanannya.


"Sepertinya mahkluk- mahkluk yang berterbangan ini adalah roh" Jawab Achiel


"Maksudmu roh orang mati?" Tanya Alex


"Bukan... mereka adalah roh yang kita butuhkan, roh alat, roh tanaman dan roh binatang. Mereka telah mengubah bentuknya menjadi mahkluk-mahkluk yang tak diketahui. Tak dapat terlihat dan dicium sama sekali, sepertinya mereka tahu bahwa kita akan memburu mereka"


"Maksudmu mereka adalah yang kita cari?"Tanya Alex kaget


"Benar, tapi aku tidak mengetahui dimana mereka sekarang dan sebanyak apa. Aafreda apakah kamu mengetahuinya?"


Aafreda terdiam cukup lama, Achiel memandangi Aafreda yang sedari tadi mematung dan tak bebicara apapun. Dia menyentuh pundak Aafreda dan Aafreda masih tetap sama dalam posisinya.


"Apa yang terjadi? Kenapa dia seperti itu?" Tanya Alex


"Ada sesuatu disini, bersiaplah" Jawab Achiel

__ADS_1


Aafreda menatap dengan horor hal didepannya, mahkluk-mahkluk melayang tersebut kini telah mengelilingi nya. Dia tentu saja mendengar apa yang dikatakan Achiel, jadi mereka adalah cincin roh yang dicari. Tapi bagaimana cara mengalahkan mahluk yang tak dapat dilihat oleh mereka dan transparan seperti ini?


__ADS_2