Dark Soul

Dark Soul
Kepergian Aafreda


__ADS_3

" Ya aku baik-baik saja, terimakasih" Ungkap Aafreda


Aafreda menatap pria didepannya cukup lama, ia yakin bahwa pria ini adalah komandan pasukan kerajaan Human yaitu Labhrain, dia adalah petarung yang cukup handal dan kuat. Labhrain adalah karakter ketiga yang menyukai Cenora, kenapa Aafreda sampai melupakan karakter ini.


Setelah perang berakhir di dalam novel, Labhrain memimpin pasukan seluruh faksi Alliance untuk menghangus ratakan faksi Dunkelheit, dia memiliki semangat juang yang sangat luar biasa bahkan dia membantu Cenora dan Achiel dalam memimpin kerajaan human. Dia merupakan karakter penting di dalam kejayaan human, tapi sekarang jalan cerita sudah berubah apakah dia masih mendukung Cenora?


"Kalau begitu saya akan antarkan nona ke ruangan anda, sepertinya anda sangat terkejut sekali"


"Ahh tidak apa-apa, aku baik-baik saja. Aku permisi terlebih dahulu" Ungkap Aafreda yang sudah diberi tatapan tajam oleh Diana


Aafreda tidak ingin menambah masalah dengan berdekatan oleh karakter lainnya, dia pun segera pergi dari hadapan Labhrain dan menuju kamarnya.


Setibanya di kamarnya ia melirik seseorang yang telah duduk manis sambil memegang cangkirnya, orang itu melirik Aafreda sinis dan membuang wajahnya dengan cepat.


"Salam Yang Mulia Cenora" Ungkap Aafreda sambil membungkukkan badannya


Cenora tidak menjawab dia hanya melihat wajah Aafreda dengan tatapan dingin, dia pun mendengus benci.


"Gara-gara kamu aku jadi menikah dengan sahabat ku sendiri! Karena kamu Achiel mati!!" Teriak Cenora


"Maafkan aku, tapi itu tidak sepenuhnya salahku. Tunangan anda yang melakukannya, seharusnya anda menyalahkan dia. Apakah anda takut?" Tanya Aafreda sarkas


Cenora meletakkan cangkir nya dengan keras ke atas meja, siapa yang mengatakan dirinya takut dengan Vincent? Dia hanya perlu melakukan apa yang diinginkan pria itu setelah tujuannya tercapai dan mereka akan berpisah setelahnya.


"Aku tidak takut dengan dia, kenapa aku harus takut?"


Aafreda menyeringai, inilah saatnya dia memancing Cenora, dia harus mendapatkan semua informasi dari wanita bodoh ini.


"Karena kamu adalah pengkhianat, hanya karena cinta kamu mengkhianati faksi mu, sungguh menggelikan"

__ADS_1


"Apa?!! Aku bukan pengkhianat, aku hanya melakukan apa yang diinginkan pria itu. Dia adalah sahabat ku jadi aku membantunya!"


"Benarkah? memangnya apa yang diinginkannya sampai kamu harus menuruti dia? Aku rasa kamu takut olehnya"


"Aku tidak takut!! Aku hanya perlu membantunya untuk menguasai ketiga faksi, dia akan menjadi penguasa dan setelah itu dia akan membiarkan aku pergi. Dia bahkan mengatakan bahwa dia sudah mendapatkan anak yang diberkahi dewa itu!! Asal kamu tahu, kalau kamu berani macam-macam denganku aku akan meminta Vincent untuk membunuhmu dengan anak yang diberkahi dewa itu, dalam sekejap saja dia berdoa kamu akan mati" Teriak Cenora


Oh jadi dia tidak tahu bahwa aku anak yang diberkahi itu? Bahkan dia membeberkan semuanya, terimakasih Cenora.


"Tentu saja aku harus takut sekarang" Ungkap Aafreda tenang


"Menyebalkan, jangan hanya karena Vincent melindungi mu kamu menjadi besar kepala!! Dia akan membunuhmu kalau dia sudah bosan!"


Cenora segera berdiri dan melangkah keluar dari kamar Aafreda, Aafreda hanya menghela napas lega kini dia sudah memastikan apa tujuan dari Vincent, tentara apa yang ia pikirkan selama ini benar.


Baiklah, sekarang aku harus pergi dari tempat ini


Malam harinya, Aafreda menanti kedatangan Achiel. Namun Achiel tak kunjung datang sama sekali, Aafreda menggigit jari-jarinya gugup. Apakah terjadi sesuatu dengan Achiel? Jika itu terjadi dia harus membantu pria itu.


Ada delapan orang, aku bisa mengalahkan mereka dengan tanaman rambat ku. Ayo rambat sekarang giliran mu.


Aafreda menyentuh permukaan tanah, tanaman rambat itu menjalar menuju kedelapan orang itu. Dalam sekejap tanaman rambat nya melilit kaki mereka sampai ke dada dan ke wajah masing-masing, mereka semua tidak menyadari bahwa sudah dililit oleh tanaman Aafreda.


Tanaman rambat Aafreda membungkam mulut kedelapan orang itu dan menarik tentang tubuhnya menuju semak-semak, Aafreda pun membuat kedelapan orang itu dan mematahkan leher mereka masing-masing hingga tak bernyawa.


Tidak sia-sia aku belajar teknik bertarung selama ini. Mematahkan leher orang sangat mudah.


Aafreda pun memakai tudung hitamnya dan berjalan mengendap-endap, tak lupa dia menyamarkan baunya. Aafreda tahu bahwa dia masih memiliki keterikatan dengan Vincent, dia akan menemukan cara memutuskan ikatan itu. Dia harus pergi dari tempat ini.


Aafreda melompat ke atas gerbang, dia pun turun dengan lincah. Sudah 15 orang yang dia taklukkan, Aafreda dalam sekejap menghilang dibalik kabut.

__ADS_1


...----------------...


Vincent yang berada di dalam ruangannya merasa tidak nyaman akan sesuatu, dia pun menutup dokumennya dan berjalan keluar dari kamar itu. Dibelakangnya para pengawal mengikuti Vincent, Vincent melihat Diana masih berjaga diluar kamar Aafreda, dia pun meminta pintu kamar ini dibuka.


Pintu kamar terbuka lebar, terlihat tempat tidur yang masih rapi dengan jendela yang terbuka lebar. Dahi Vincent telah mengeluarkan urat-urat hijaunya, dia membalikkan tubuhnya dan menampar Diana. Sudah berapa kali pelayan ini melakukan pekerjaannya dengan tidak benar!!


"Sudah aku katakan awasi dia!! Sekarang dia kabur lagi!! Kamu benar-benar tidak berguna sama sekali, kalian semua sekarang cari wanita itu!! Dan bawa wanita itu ke penjara !" Teriak Vincent penuh amarah


Vincent pun pergi dengan cepat, dia mengerahkan seluruh pasukannya untuk mencari Aafreda. Vincent tahu bahwa wanita itu tidak pergi jauh, Vincent dengan cepat melacak wanita itu melalui lokasi darahnya. Dia menancapkan kukunya ke leher miliknya, Aafreda tidak jauh dari sini.


"Cepat ke arah selatan, dia tidak jauh sekarang!!" Teriak Vincent


Labhrain yang sedang melewati istana melihat banyak pasukan yang bergerak menuju keluar gerbang, apa yang terjadi ditengah malam ini?


Labhrain menangkap salah satu pasukan human yang ia kenal dan bertanya kepadanya. Pasukannya seharusnya berada di bawah perintah nya kenapa mereka bergerak tanpa ia perintahkan.


"Mau kemana kalian?"


"Tuan Labhrain, kami mendapatkan perintah bahwa kami harus mencari wanita yang dibawa oleh Yang Mulia Vincent"


"Vincent? Membawa wanita? Kenapa aku baru tahu hal ini, bagaimana bisa dia membawa wanita jika dia akan bertunangan dengan Cenora?!" Geram Labhrain


Anak buahnya ketakutan oleh sosok Labhrain, dia pun hanya bisa menundukkan kepalanya. Tiba-tiba sebuah suara yang familiar terdengar, Vincent mendekati Labhrain dan menatapnya dingin.


"Lepaskan dia, dia harus bertugas mencari orang yang aku perintahkan"


Labhrain melepaskan tangannya, anak buahnya pun dengan cepat pergi mengikuti perintah Vincent. Labhrain mendekati Vincent dan menatapnya penuh kedinginan.


"Jangan sampai kamu menyakiti perasaan Cenora, aku tidak akan tinggal diam."

__ADS_1


"Aku tidak berniat melakukan hal merepotkan seperti itu temanku, tenang saja. Aku harus pergi"


__ADS_2