
Mereka bertiga kembali ke dalam rumah tua itu, Achiel membaringkan tubuh Cenora dengan perlahan. Aafreda mengalihkan perhatian nya dengan cepat, dia tak ingin menatap kedua pasangan sejoli itu.
Achiel memutuskan untuk pergi namun Cenora menahan tangannya, dia ingin membicarakan sesuatu dengan Achiel dan meminta untuk Aafreda keluar. Achiel tersadar dan terkejut karena Aafreda susah berada di belakangnya, dia sedari tadi memikirkan gadis ini dan lukanya. Sejak kapan Aafreda mengikuti dia?
Aafreda pun memutuskan untuk keluar dan mengobati luka goresnya, untungnya luka itu tidak terlalu dalam dia dengan cepat membersihkan lukanya dan menutupinya dengan kain. Aafreda pun duduk di depan rumah tua itu sambil menunggu Achiel keluar, dia tidak tahu apa yang sedang mereka bicarakan.
Achiel dan Cenora sama-sama terdiam, Cenora menatap wajah Achiel yang ditutupi oleh tudung. Wajah Achiel hanya terlihat dagunya saja membuat Cenora semakin penasaran akan sosoknya.
"Terimakasih telah menyelamatkan ku" Ungkap Cenora
"Hmm" Jawab Achiel
"Aku tahu alasan kalian menculikku, Aafreda mengatakan bahwa kalian menculikku karena ibu Aafreda sakit? Apakah itu benar? Lalu kenapa kamu mengikuti Aafreda jika hanya ibunya yang sakit?" Tanya Cenora, dia ingin memastikan hubungan Aafreda dan Dark soul
"Dia adikku" Jawab Achiel singkat
"Ahhh benarkah? Jadi ibu kalian sakit? Baiklah aku akan menolong kalian dan mengikuti kalian ke tempat ibu kalian berada, aku akan menolongmu karena kamu telah menolongku" Ungkap Cenora
Achiel hanya diam saja, dia pun berdiri dan segera meninggalkan ruangan itu tanpa membalas perkataan Cenora. Cenora yang ditinggalkan merasa sedikit kesepian.
Achiel keluar dan mencari sosok Aafreda yang tidak terlihat sama sekali, Achiel memanggil namanya dengan keras. Achiel panik karena Aafreda tidak ada dimanapun.
"Kenapa kamu disini?" Tanya Aafreda bingung
Achiel terkejut dan membalikkan tubuhnya, ia melihat Aafreda yang sedang membawa beberapa buah segar sambil memakannya. Aafreda mengunyah buah tersebut tanpa rasa bersalah, disisi lain Aafreda tidak tahu jika Achiel panik karena kehilangan dirinya.
"Jangan memakan apapun sembarangan" Ungkap Achiel
Achiel mengambil beberapa buah yang dibawa oleh Aafreda dan memeriksanya dengan cermat, Aafreda heran melihat tingkah laku Achiel padahal itu hanya buah apel biasa. Aafreda tentu saja tahu mana yang beracun dan tidak
"Itu hanya apel, kembalikan kepadaku. Aku lapar" Ungkap Aafreda kesal
Aafreda mengambil kembali apelnya dan berjalan melewati Achiel, Achiel mengikuti dari arah belakang dan menatap luka yang sudah ditutup dileher Aafreda
__ADS_1
"Biarkan aku melihat lukanya" Ungkap Achiel
Aafreda segera menghindar, dia tidak ingin disentuh oleh Achiel sekarang. Perasaan kesal dan sakit hatinya tak akan mudah hilang, ia ingin mengurangi interaksi dengan Achiel
Yah bagaimanapun aku harus menjodohkan dua orang ini dan hidup dengan selamat dari tangan Achiel. Aku tidak boleh terbawa perasaan.
"I...ini tidak apa-apa, hanya goresan kecil saja. Jangan khawatir. Ah...apakah putri itu baik-baik saja? Dia pasti syok dengan apa yang terjadi, aku memahami apa yang ia rasakan jadi jangan..."Ucapan Aafreda terpotong oleh ucapan Achiel selanjutnya
"Hentikan, bisakah kamu berhenti membicarakan orang yang membuatmu terluka. Aku tidak menyukainya" Ungkap Achiel kesal
Achiel menarik tangan Aafreda sedikit kasar dan membawanya untuk duduk dihalaman rumah tua itu, dia memeriksa luka di leher Aafreda dan di bagian perutnya. Aafreda hanya diam dan menatap ke arah lain dengan pandangan kosong.
"Apakah masih sakit?" Tanya Achiel khawatir
Aafreda menggelengkan kepalanya, rasa sakit pada fisiknya tidak seberapa daripada rasa sakit di hatinya. Aafreda pun menyingkirkan tangan Achiel dari tubuhnya dan menepuknya dengan pelan.
"Kita harus membawanya kepada mereka jika ibu ingin selamat" Ungkap Aafreda
"Aku tahu, kamu berbohong tentang hal itu kepadanya bukan? Mengatakan bahwa kita menculiknya untuk menyembuhkan ibu?" Tanya Achiel
"Benar" Jawab Achiel singkat
Aafreda menatap Achiel yang sepertinya sedang berpikir akan sesuatu, Aafreda menghela napasnya pasti Achiel memikirkan tentang keselamatan Cenora. Tidak ada cara untuk memisahkan takdir mereka, apakah takdirnya juga akan mati di tangan pria ini?
Achiel POV
Achiel mendengar suara berisik didalam rumah tua tersebut, dia segera masuk dan terkejut melihat Aafreda yang sudah terluka. Achiel dengan cepat mendekatinya dan menyentuh luka yang ada di leher Aafreda, kemarahan menyeruak dari dirinya.
Bagaimana bisa seperti ini? Gadis itu benar-benar sudah kurang ajar, aku akan menemukannya. Pikir Achiel
Achiel pun segera pergi meninggalkan Aafreda dan secepatnya mencari putri human itu, selama beberapa menit mencari dia menemukan bahwa sang putri telah ditangkap oleh beberapa bandit faksi Neutrum. Achiel berhenti dijalannya dan mencoba mendengar apa yang mereka bicarakan dari kejauhan.
Achiel melihat putri human dengan jijik, bagaimana bisa putri human itu meninggikan statusnya karena dia adalah ras paling berpengaruh di faksi Alliance. Bahkan putri human itu tidak tahu bahwa mereka berada dari faksi yang berbeda darinya. apakah putri itu benar-benar anak yang diberkahi oleh dewa? Kenapa dia bisa sebodoh ini, berbeda sekali dari Aafreda yang pintar dan bijak dalam membuat keputusan.
__ADS_1
Achiel melihat situasinya sudah diluar kendali, dia tak dapat membiarkan putri itu mati ditangan mereka sebelum wanita kesayangan Aafreda diselamatkan. Dia pun dengan gesit menyelamatkan putri human itu dan membunuh semua bandit dari faksi Neutrum.
Achiel yang melihat darah di pedangnya memikirkan Aafreda yang terluka di rumah tua itu, dengan cepat dia bergegas pergi. Pikirannya dipenuhi oleh Aafreda namun tanpa dia sadari dia telah melewati orang yang ia khawatirkan sedari tadi.
Kini Achiel menatap Aafreda yang duduk disampingnya, dia merasa sangat bodoh karena tindakannya itu. Dia sama sekali tidak tahu bahwa Aafreda telah berada di tempat kejadian, dia khawatir dengannya sehingga membuat pemikiran Achiel hanya diisi oleh Aafreda.
Kenapa aku berbuat hal bodoh seperti itu, dia pasti terluka karena aku tidak sadar keberadaan nya tadi. Dia juga kelihatan sangat murung. Pikir Achiel
"Apakah masih terasa sakit?" Tanya Achiel kembali
"Tidak kak, aku baik-baik saja" Jawab Aafreda sambil tersenyum lembut
Melihat senyuman Aafreda, Achiel merasakan jantungnya berdegup dengan kencang. Dia mengalihkan tatapannya ke arah lain, dan melirik Aafreda diam-diam. Di bawah sinar bulan, Surai keperakan Aafreda sangatlah menawan, wanita disampingnya terasa bersinar begitu terang dan anggun. Achiel ingin sekali melihat Aafreda tanpa kain matanya, tapi dia tahu bahwa dia tak boleh membuka kain mata itu lagi karena ada sesuatu yang berbahaya disana.
Aku akan melindungi mu walaupun suatu hari dunia ini akan mengincar mu. Ungkap Achiel dalam hatinya
Achiel POV End
Note author :
Hei para pembaca setia dark soul, ini author Mizuure ^^
Author cuman pengen kasih tau nih, ayo dong dukung author dengan cara vote, komen, dan like jangan lupa klik favorit. Novel ini ratingnya rendah banget, kalau ratingnya sampai 4.8 author janji bakal up tiap hari lebih dari satu episode.
Jadi ayo rajin-rajin vote, komen dan like nya yahhh. See you next time 💙
Ilustrasi Karakter Baru
Putri Cenora Eugene Laverty
Merupakan putri angkat Raja Arthur, sang putri memiliki kepribadian yang lembut dan baik. Bagi ras human dia adalah penyelamat kerajaan dan sangat dilindungi.
__ADS_1