Dark Soul

Dark Soul
Ujian Cincin Roh


__ADS_3

Setelah beberapa hari berlatih dengan Alex, Aafreda merasa sudah cukup menguasai teknik yang ia gunakan. Belakangan ini Achiel sering kali melakukan latihan dengan para siswa yang paling kuat di akademi ini, sedangkan untuk para siswa yang lemah seperti nya harus melatih kekuatan mereka sendiri tanpa bimbingan siapapun. Ketidakadilan di akademi ini terlihat sangat jelas sekali, tapi Achiel juga sering mengajarkannya tentang teknik yang ia lakukan di latihan tersebut. Walaupun Aafreda belum dapat menerapkan teknik itu dengan baik.


Esok hari adalah ujian cincin roh, mereka akan dikumpulkan di aula gedung utama untuk pengumuman dan aturan dalam ujian itu. Gurunya mengatakan bahwa ujian ini cukup berbahaya karena para siswa akan dilepaskan di hutan yang penuh dengan roh liar. Aafreda tidak yakin apakah dirinya dapat kembali hidup-hidup esok.


"Aafreda kamu mendapatkan surat" Alex mendekati Aafreda dan memberikan surat tersebut


Surat? Siapa yang memberikan surat kepadaku, aku tidak memiliki siapapun untuk surat menyurat.


Aafreda mengambil surat itu dan melihat siapa pengirimnya, ternyata itu adalah nama ibunya. Setelah setahun berlalu ibunya baru mengirimkan surat, Aafreda mengira ibunya akan melupakan sosok dirinya ini. Aafreda membuka surat tersebut dan membacanya dengan serius.


Aafreda bagaimana kabarmu? Ibu harap kamu baik-baik saja di akademi. Maafkan ibu baru dapat mengirimkan surat ini karena pihak akademi tidak mengizinkan setiap siswa untuk menerima informasi apapun dari keluarga mereka, tapi setelah sekian lama ibu dapat mengirimkan surat ini. Aafreda sebentar lagi ujian cincin roh akan dimulai, ibu harap kamu selalu berada di dekat kakakmu hanya dia lah yang dapat melindungi mu. Aafreda ingat jangan percaya siapapun di akademi selain kakakmu dan orang-orang yang bisa kamu percayai, ujian cincin roh adalah sesuatu yang berbahaya karena banyak sekali para siswa yang mati karena ujian itu. Ibu harap kamu tetap hidup dan kembali ke rumah dengan keadaan sehat, ibu menunggumu disini.


"Wah ujian itu sudah merenggut banyak nyawa?!" Tanya Alex yang baru membantu Aafreda membacakan suratnya.


"Kamu tanpa aku suruh sudah melakukan apa yang aku minta yah" Jawab Aafreda


"Aku adalah sahabat sejatimu tentu saja aku tahu isi hatimu terdalam, tapi ibumu kelihatan sangat menyayangi mu daripada kakakmu yah. Dia sama sekali tidak menanyakan kabar Achiel"


Tentu saja ibu memiliki ikatan dengan Achiel karena perintah Ratu BloodElf, tapi aku yakin ibu sebenarnya menyayangi Achiel tapi dia terlalu takut dengan sikap Achiel yang dingin


"Ibuku menyayangi kami berdua"


"Yah yah kalian adalah keluarga yang saling menyayangi"


Alex berdiri dari duduknya dan melangkah menuju tempat tidur, dia pun merebahkan tubuhnya sambil menatap langit-langit ruangan itu.


"Besok adalah penentuan nyawa kita, bagaimanapun kamu harus selamat Aafreda"


"Kita semua harus selamat Alex"

__ADS_1


Keesokan paginya para siswa mulai berkumpul, suara bising di aula terdengar berisik di telinga Aafreda yang masih mengantuk. Aafreda menguap lebar, disampingnya ada Alex yang sibuk melatih kekuatan roh tanamannya. Achiel datang mendekati Aafreda dan mengelus kepalanya dengan lembut.


"Kakak darimana saja?! Kemarin juga tidak pulang ke asrama"


"Ada beberapa latihan yang harus kami lakukan, jadi aku tidak dapat pulang dan bermalam di kota"


"Hmm baiklah"


Latihan apa itu sampai tidak bisa pulang, aku juga ingin berlatih menjadi kuat huhu kenapa perbedaan ini sangat signifikan sekali. Dasar akademi yang pilih kasih.


"Perhatian semuanya!!"


Semua siswa segera menatap pria yang sudah terkenal di akademi itu, pria itu juga orang yang sudah mengumumkan pembagian roh mereka sebelumnya. Dia adalah kepala akademi Spirit Light, orang yang paling dipandang tinggi di akademi ini.


"Hari ini kita akan melaksanakan ujian cincin roh, tentu saja ujian ini diikuti oleh setia siswa pada tingkat dasar dan menengah. Kalian harus mengumpulkan cincin roh sebanyak mungkin, dan kembali lah menjadi yang terkuat." Ungkap Arthur Je Proth, kepala akademi Spirit Light, bangsawan ras Undead.


Aafreda menggelengkan kepalanya dengan penuturan Alex, dia tahu bahwa yang ia hadapi adalah sebuah rintangan yang besar. Tapi Aafreda harus yakin dengan kekuatan yang ia miliki, dia tidak boleh memiliki rasa pantang menyerah sebelum menghadapi ujian ini.


"Baiklah, kalian harus berpisah dari sini. Tidak ada aturan, saling membunuh para siswa diperbolehkan. Semoga beruntung"


Apa saling membunuh?!! Jadi itu maksud surat dari ibu bahwa tidak boleh mempercayai siapapun selain Achiel dan orang yang aku percaya. Benar-benar ujian yang mengerikan.


Dari kejauhan beberapa anak roh alat menatap kepada Aafreda, seorang anak lelaki tersenyum penuh kemenangan. Ini adalah saatnya mereka beraksi.


Aafreda, Achiel dan Alex menatap hutan didepan mereka. Beberapa kelompok siswa sudah memasuki hutan sedari tadi, Aafreda meneguk ludahnya dengan kasar, dia pun melakukan doa kepada para dewa agar dirinya diselamatkan dari tempat mengerikan ini.


"Ayo pergi" Ungkap Achiel


Achiel menggandeng tangan Aafreda dan membimbingnya memasuki hutan diikuti dengan Alex yang berada di belakang mereka. Aafreda walaupun tak dapat melihat dengan jelas tapi dia merasakan sesuatu yang terlihat di matanya kepada hutan ini, banyak sekali mahkluk-mahkluk aneh yang berterbangan di sekitar mereka. Sepertinya Achiel dan Alex tak menyadari hal ini sama sekali.

__ADS_1


Apakah itu hantu? Kenapa hanya aku yang melihat mereka, kedua orang ini dikatakan kuat tapi tidak menyadari mahkluk mengerikan yang melayang di udara ini sih.


Aafreda berkeringat dingin padahal mereka baru memasuki hutan dan belum melakukan apapun, Achiel merasakan kegelisahan Aafreda dia menenangkan Aafreda dengan menggenggam tangannya lebih erat.


Disisi lain kelompok Lucius sedang mencari sosok Aafreda dan kelompoknya, dia akan membunuh gadis buta itu di hutan ini. Rasa sakit hati Lucius sejak anak itu memasuki akademi tak akan hilang.


"Lucius aku rasa mereka belum sampai sejauh ini, bagaimana jika bersembunyi dan menunggu kedatangan tikus-tikus itu"


"Bagus sekali ide mu itu, ayo cari tempat sembunyi. Aku tidak akan membiarkan gadis buta itu hidup"


Mereka pun mencari tempat persembunyian, Lucius menyeringai begitu lebar. Dia sangat menunggu kedatangan gadis buta yang ia benci itu.


Aku akan membuat mu mati ditempat ini gadis sampah.


Aafreda, Achiel dan Alex sudah berjalan jauh didalam hutan tapi mereka tak menemukan apapun sama sekali. Seolah-olah ini hanyalah hutan kosong yang diisi oleh pohon-pohon lebat, Aafreda merasa heran bukankah hutan ini terdapat banyak roh liar tapi kenapa tak terlihat satupun di antara mereka.


"Aku rasa mereka semua sedang bersembunyi, mereka tahu dengan kedatangan kita" Ungkap alex


"Apakah roh liar bisa memiliki pikiran seperti itu?" Tanya Aafreda


"Mereka sama seperti kita, bahkan mereka lebih kuat dan pintar dari kita maka dari itu kita harus membuat mereka menjadi benda roh"


"Menunduk!!" Teriak Achiel


Achiel menurunkan kepala Aafreda dengan cepat, Aafreda kaget dengan apa yang terjadi. Tiba-tiba beberapa orang menyerang mereka, Aafreda menatap kedepan dan melihat dengan jelas siapa yang menyerangnya.


"Lucius"


"Hallo gadis buta, ayo kita bermain sebentar" Ungkap Lucius sambil menyeringai

__ADS_1


__ADS_2