
Aafreda menghentakkan kakinya di permukaan pertempuran tersebut, ia menganalisis siapa saja yang berada di wilayah terdepan dengan tanaman julurnya. Aafreda mendeteksi Vincent yang berada jauh di depan sudah mulai membunuh beberapa faksi Dunkelheit, sayangnya dia tak menemukan sosok yang ia cari disana.
Aafreda bergerak cepat, dia menaikkan penutup wajahnya sampai hidungnya dan mengeluarkan sabit kecil yang ia pegang di kedua tangan miliknya. Dari arah depan muncul mayat hidup faksi Alliance yang dihidupkan dengan keji oleh faksi Dunkelheit, Aafreda tahu semua ini adalah ulah ras Undead, ras yang paling ia benci di faksi Dunkelheit.
Aafreda menghunuskan sabitnya di salah satu kepala orang itu, dia sangat merasa bersalah karena telah membunuh mereka yang tak dikenalnya. Tapi Aafreda harus tetap maju untuk menemukan orang yang ia cari dan melepaskan kekuatan miliknya.
Aafreda memutar di udara dan menyerang beberapa mayat hidup, ia kembali bergerak lebih cepat dengan tanaman julurnya yang ikut melindungi dirinya. Tiba-tiba sebuah batu besar telah berada di udara dan akan menghantam daerah faksi Alliance, untungnya para pengguna roh alam yaitu tanah telah menahan batu tersebut dengan kekuatan tanah mereka.
Wah para Titan itu benar-benar luar biasa, pantas saja ras Origin sangat diandalkan dalam peperangan antar faksi. Mereka memiliki kekuatan roh yang langka.
Disisi lain Achiel bersama pasukannya telah memasuki Medan pertempuran dan melihat semua yang terjadi. Cenora berada satu kuda dengan Achiel, Achiel menurunkan Cenora dan memintanya untuk melihat dari atas bukit saja karena Medan pertempuran sangatlah berbahaya.
"Tunggulah aku akan segera kembali"
Cenora mengangguk malu, Achiel kembali menaiki kudanya dan menerjang masuk ke dalam Medan perang.
Aafreda menghunuskan sabitnya di salah satu dada ras Undead yang mencoba membangkitkan mayat hidup. Ia menendang tubuh Undead tersebut dengan kesal, tiba-tiba tanaman julurnya memberi informasi bahwa Achiel telah berada di medan pertempuran dengan cepat Aafreda menuju lokasi nya.
Vincent mematahkan kepala musuh-musuh didepannya dengan mudah, ia menginjak, menghunus dan mengoyak setiap bagian tubuh dari faksi Dunkelheit. Vincent sudah penuh kemarahan, ia ingin membunuh semua mahkluk hina ini, karena merekalah yang telah membuat pasukannya hampir mati dan berkhianat di kerajaannya. Vincent akan mencari orang yang telah melakukan hal itu, pasukannya tidak mungkin tiba-tiba terkena wabah aneh dan ingin membunuh diri mereka sendiri.
Vincent tiba-tiba terpental jauh karena seseorang yang menaiki kuda menendang tubuhnya. Vincent mengusap darah yang keluar dari bibirnya dan tertawa mengerikan, akhirnya musuh bebuyutan nya telah tiba. Sang Dark Soul
"Aku tak menyangka bahwa Dark Soul akhirnya datang lagi, suatu kejutan yang ditunggu-tunggu"
Achiel mengabaikan perkataan Vincent, dia menatap ras Origin disekitarnya, ada beberapa wajah yang ia kenal karena sering bertempur dengan mereka tapi kenapa ras Origin bisa kembali bertempur. Bukankah ia telah menghipnotis mereka sebelumnya? Apa yang terjadi?
"Terkejut? Apakah kau terkejut karena ras Origin bisa ikut bertempur? Hahaha sekarang aku tahu siapa yang membuat ras ku kesakitan seperti itu. Si pengecut yang hanya menggunakan cara licik"
Achiel merasa ada sesuatu yang tidak beres, rencana mereka telah hancur jika ras Origin masih bisa bertempur. Ras ini adalah yang paling terkuat di faksi Alliance, hanya menghancurkan mereka pasukan Dunkelheit bisa menguasai wilayah Alliance tapi sekarang ia harus menghadapi musuhnya ini lagi.
__ADS_1
Vincent segera bergerak menuju Achiel, pedang mereka saling berdenting kuat. Pertempuran antara kedua pria paling kuat itu dimulai.
Aafreda terhalang oleh para Titan yang terus mencoba mengejarnya, Aafreda merasakan hal yang aneh karena beberapa Titan mencoba menangkap tubuhnya. Dari sekian banyak orang para Titan itu hanya mulai fokus kepadanya, apakah benar ini merupakan pertanda bahwa ia adalah anak yang diberkahi dewa.
"Akhh"
Aafreda tersandung karena tidak fokus, ia melihat sebuah tangan raksasa akan menggapai tubuhnya. Aafreda dengan cepat mengeluarkan roh tanamannya dan menahan tangan itu untuk menangkap tubuhnya.
Pertarungan sudah berlangsung cukup lama, kedua faksi banyak kehilangan prajurit namun faksi Alliance sudah berada di ujung tanduk. Pasukan dari faksi Dunkelheit terus berdatangan dan mereka juga menghidupkan kembali mayat hidup, pasukan Alliance semakin terpojok dan mulai kehilangan harapan, apakah hari ini adalah tanda bagi akhir faksi mereka? Perang selama ratusan tahun apakah dimenangkan oleh faksi Dunkelheit?
Vincent terjatuh dari atas udara dengan kuat, ia memuntahkan seteguk darah segar dari mulutnya. Achiel mendekati Vincent dan menginjak bagian kepalanya, ia menekan kakinya ingin memecahkan kepala pria itu namun Vincent tak menyerah dia menggapai kaki Achiel dan meremasnya hingga patah.
Achiel menendang tubuh Vincent hingga terpental jauh, Vincent mencoba untuk berdiri namun regenerasi nya sangat lambat sepertinya pria didepannya telah menggunakan sebuah racun anti vampir. Vincent menahan sakit diseluruh tubuhnya, dia mencoba duduk dan menatap semua pasukan yang ia pimpin telah diratakan.
"Menyerah lah, ini adalah akhir yang bagus untuk kalian."
"Haha menyerah? Aku Vincent tak akan menyerah, sampai kapanpun tak akan menyerah dengan Mahkluk rendahan seperti kalian, benar-benar memalukan sekali menggunakan cara curang. Mengoleskan racun di pedangmu, menyebarkan wabah kepada pasukan ku. Aku tak akan pernah membiarkan kalian hidup senang atas kematian pasukan dan rakyat ku yang telah kalian bunuh"
"Kalian kira ini semua berakhir jika aku mati? Kalian salah, aku masih menyimpan kartu As ku haha, nikmati hidup kalian yang sengsara sebentar lagi"
Vincent berhenti bernapas tepat kedatangan Aafreda, Aafreda membulatkan matanya dengan apa yang ia lihat. Achiel telah membunuh Vincent, entah kenapa Aafreda merasa kemarahan yang menyeruak di tubuhnya.
"Kamu...Kenapa kamu melakukan hal ini!" Teriak Aafreda
Achiel menarik pedangnya dan menatap Aafreda dengan dingin, ia membalikkan tubuhnya untuk pergi namun Aafreda melempar sebuah batu dan mengenai kepala belakang Achiel.
"Sialan! Padahal aku yakin kamu telah berubah tapi kenapa kamu membunuh orang yang hanya ingin melindungi rakyatnya!"
"Berisik, siapa kau?"
__ADS_1
Aafreda menatap tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Achiel, sebenarnya apa yang terjadi kepadanya?
Achiel membalikkan tubuhnya, ia menatap sosok Aafreda dengan dingin. Achiel menggenggam pedangnya dengan kuat, ia akan menghabisi siapapun yang menghalangi rencana mereka.
Dalam sekejap Achiel kini berada di hadapan Aafreda dan bersiap akan mengayunkan pedangnya, Aafreda pun terpental jauh dan memuntahkan darah segar. Ia merasa tubuhnya hampir mati.
Sialan sakit sekali, dia benar-benar sudah menjadi orang yang berbeda. Apa yang dilakukan Cenora kepadanya? Tulang rusukku rasa nya retak, perutku sangat sakit. Baru pertama kali aku merasakan sakit seperti ini, jika seperti ini terus aku tak akan bisa mendekatinya dan menggunakan tangannya untuk melepaskan kain mata ku
Achiel melangkah mendekati Aafreda yang masih terbaring lemah, ia menatap Aafreda dengan dingin dan rendah. Aafreda menggertakkan giginya saat salah satu tangannya diinjak begitu keras, ia mencoba tidak berteriak. Tiba-tiba seseorang menendang tubuh Achiel membuat Achiel terlempar sedikit jauh.
Vincent? Dia masih hidup? Pria ini benar-benar monster padahal jantungnya sudah dihunus pedang dark soul.
"Kenapa sampah ada disini?"
Hei bisakah kau tidak berkata kasar kepadaku sialan, kita sedang dalam situasi buruk.
Tiba-tiba Vincent kehilangan kesadaran nya, Aafreda tahu bahwa pria ini mencoba menyelamatkan dirinya. Padahal pria itu adalah pria kasar tapi kenapa dia menyelamatkan aku yang merupakan musuhnya.
Langkah kaki Achiel terdengar kembali, ia menatap tubuh Vincent dengan sinis. Achiel pun menghunuskan kembali pedangnya kepada jantung Vincent berkali-kali, darah Vincent mengalir di permukaan tanah. Aafreda shock melihat hal tersebut, ia tak menyangka bahwa sosok Achiel akan sekejam ini.
"Sialan kau Achiel!!!!" Teriak Aafreda menggelora
Achiel memberhentikan hunusan pedangnya, ia tiba-tiba tersadar dan mendengar arah suara seseorang yang memanggilnya. Ia sangat kenal suara wanita itu, suara ini adalah suara yang ia rindukan.
"Aafreda?"
Aafreda segera bangun, tubuhnya terluka dimana-mana tapi dia menatap Achiel dengan dingin. Pria didepannya ini bukanlah pria yang ia kenal dulu, dia adalah monster yang sesungguhnya. Apakah menusuk orang berkali-kali akan membuatnya senang? Sungguh Aafreda baru melihat watak asli pemeran utama pria ini.
Selama ini aku tertipu oleh tampang polosnya itu, sialan.
__ADS_1
Achiel mendekati Aafreda dan menyentuh wajahnya dengan lembut, Aafreda menyeringai dan mengarahkan tangan Achiel ke kain matanya. Aafreda pun menarik paksa tangan itu kebawah hingga kain matanya terlepas, kini mata yang selama ini ia sembunyikan telah terlihat jelas kepada dunia.
Aku membencimu Achiel